Geng Pelangi

Geng Pelangi
(Zizi) Dunia begitu Sempit


__ADS_3

"Siang Ma. Lagi banyak tamu rupanya." sebuah suara yang familiar di telinga Zizi masuk ke dalam rumah.


"Iya sayang. Kamu baru pulang ?" tanya Saras pada lelaki itu.


"Siapa jeng ?" tanya Liana.


"Kenalin jeng. Ini anak bungsu saya. Bagus." kata Saras yang langsung membuat Zizi membalikkan badannya ke arah laki - laki itu.


"Bagus..."


"Zizi...." kata Bagus dan Zizi bersamaan.


"Kalian saling kenal ?" tanya Saras.


"Iya Ma. Dia satu kampus sama aku." jawab Bagus.


"Saya sahabatnya Vero, tante." Zizi juga menjawab.


"Ooh.. Veronita. Dia keponakan saya." kata Saras dengan raut muka yang berubah.


"Wah.. ternyata dunia begitu sempit. Anak kita saling kenal." kata Liana.


"Iya Jeng. Siapa tau juga bisa berjodoh ya." kata Saras sambil tersenyum.


"Gus, kamu ganti baju dulu terus ajak Zizi ngobrol di dalam." kata Saras.


"Oke Ma. Sebentar ya Zi." Bagus masuk ke dalam rumah. Dan tak lama kemudian dia keluar lagi dengan kaos dan celana pendek.


"Kita ngobrol di dalam aja yuk. Ngapain nimbrung sama ibu - ibu disini." ajak Bagus yang langsung dipelototin oleh Saras.


Zizi pun mengikuti Bagus ke dalam rumah.


"Anak nakal..." Saras berkata perlahan takut membangunkan sang cucu.


Bagus mengajak Zizi ke teras lantai atas rumahnya.


"Aku gak nyangka malah ketemu lagi sama kamu disini." kata Bagus sambil menyimpan gelas minuman di meja depan Zizi.


"Aku juga gak nyangka ternyata kamu anak temen arisan Mami aku." kata Zizi.


"Bener kata Mama, dunia begitu sempit." lanjut Bagus.


"Iya." kata Zizi singkat.


"Kamu nerusin S1 ya Zi ?" tanya Bagus basa - basi.


"Iya. Kan kemarin baru D3. Kalo kamu ?" Zizi balik bertanya.


"Aku sih S1. Tinggal setahun lagi." jawab Bagus.


"Ooh.. Terus dulu kamu kenapa gak hubungi aku ?" Zizi memberanikan diri untuk bertanya.


"Maaf ya Zi. Ternyata nomer kamu yang aku catat ada yang salah, kurang satu angka." jawab Bagus.


"Ooh.. Kirain ada apa." kata Zizi.


"Kamu nungguin aku hubungi ya ?" goda Bagus.


"Gak kok. Ngapain juga nunggu kamu." Zizi berusaha mengelak.


"Kalo emang penasaran kenapa gak tanya nomer ponsel aku ke Vero ?" Bagus masih menggoda Zizi.


"Kamu sendiri kenapa gak tanya nomer pinsel aku ke Vero ?" Zizi malah balik bertanya.


"Aku kan berangkat KKN 2 bulan. Abis itu ribet banget sama kakak aku yang mau melahirkan sampai gak pernah ketemu lagi sama Vero." Bagus menjelaskan.


"Oh iya Gus. Tadi aku lihat Mama kok gak suka pas bicara soal Vero." tanya Zizi.


"Iya. Mama aku dan Mama nya Vero gak akur." jawab Bagus.


"Kalo boleh tau, kenapa ya ?" jiwa kepo Zizi muncul.


"Papa aku almarhum itu adiknya Mama Vero. Dulu Papa aku juga non muslim tapi masuk islam setelah nikah sama Mama aku. Mama nya Vero selalu sinis sama Mama aku. Sampai Papa meninggal pun hubungan mereka belum akur." Bagus bercerita.

__ADS_1


"Ooh gitu. Maaf ya Gus. Awalnya aku kira kamu juga se agama dengan Vero." kata Zizi.


"Enggak. Aku muslim sejak lahir." kata Bagus sambil tersenyum.


Zizi hanya terdiam dan tersenyum dalam hati.


"Kesempatanku untuk pacaran sama kamu terbuka lebar nih." gumam Zizi dalam hati.


"Eh.. kok jadi bengong sih ?" tegur Bagus.


"Gak kok." Zizi mengelak.


"Hayo.. Kamu mikirin apa ?" selidik Bagus.


"Enggak. Aku gak mikirin apa - apa. Cuma pengen diem aja." Zizi beralasan.


"Nih.. Aku minta nomer ponsel kamu." Bagus menyerahkan ponselnya.


Zizi menerima dan mengetikkan nomer ponselnya.


"Boleh dong kalo aku dekat sama kamu ?" tanya Bagus.


"Maksud kamu ?" Zizi balik bertanya.


"Ya siapa tau ada yang marah kalo kamu aku ajak jalan." jawab Bagus.


"Ya pastilah. Papi Mami aku akan marah kalo kamu ngajak aku jalan tapi gak ijin mereka." kata Zizi sambil tersenyum.


"Pacar kamu ?" tanya Bagus lagi.


"Gak ada." jaqab Zizi singkat.


"Yes.. Berarti boleh dong." Bagus bertanya lagi.


Zizi hanya mengangguk menjawabnya.


*trrtt... trrtt..* ponsel Zizi berbunyi tanda ada pesan masuk.


Mami


Zizi


Oke Mi. Aku turun.


"Gus, Mami ngajakin pulang." kata Zizi sambil merapikan bajunya dan bersiap turun ke lantai bawah.


"Iya. Aku antar." Bagus mendahului Zizi turun ke lantai bawah.


"Nanti aku hubungi ya." bisik Bagus.


"Jeng, kami permisi dulu." pamit Liana lada Saras.


"Saya juga ya Jeng. Kebetulan mau ikut sama jeng Liana." kata Yuyun sambil mencium pipi Saras.


"Kak, nanti antar tante Yuyun dulu ya. Rumahnya searah kok." kata Liana.


"Iya Mi. Mari Tante saya pulang dulu." Zizi berpamitan pada Saras yang langsung mencium pipi kanan kirinya.


"Hati - hati di jalan ya." kata Saras.


Zizi dan Liana pun mengantarkan Yuyun terlebih dahulu.


"Mi, aku langsung ke kamar ya. Mau mandi terus rebahan." kata Zizi setelah memasukkan mobil ke garasi.


"Iya sayang. Makasih ya udah nganter Mami." kata Liana yang juga menuju ke kamarnya untuk membersihkan diri.


Ponsel Zizi berbunyi saat Zizi sedang membersihkan diri di kamar mandinya. Zizi tak menghiraukannya dan meneruskan mandinya.


Beberapa kali ponsel itu terus berbunyi.


Setelah keluar dari kamar mandi Zizi pun langsung mengecek ponselnya. Ada 5 panggilan tak terjawab dan sebuah pesan masuk.


Bagus

__ADS_1


Zi, kok telponku gak diangkat ? Kamu lagi apa ?


Zizi hendak membalas pesan dari Bagus tapi terpotong oleh panggilan masuk dari orang yang sama.


*kring... kring.. *


"Halo Zi."


"Halo Gus."


"Kok dari tadi telpon aku gak dijawab sih ?"


"Aku lagi di kamar mandi Gus. Ada apa ?"


"Ooh.. Gak ada. Cuma kangen aja sama kamu."


"Gombal ya. Baru juga ketemu. Lagian kenapa harus kangen sama aku ?"


"Beneran. Rasanya pengen ketemuan terus sama kamu."


"Tuh kan gombal lagi."


"Serius Zi. Aku suka sama kamu."


"What ? Seriusan ? Kamu 'nembak' aku ?"


"Iya. Kamu mau gak jadi pacar aku ?"


"Masa 'nembak'nya lewat telepon sih ? Gak keren."


"Tapi kamu mau kan jadi pacar aku ?"


"Gak mau."


"Wah.. aku ditolak nih ? Patah hati deh."


"Gak mau jawab sekarang. Nanti aja kalo ketemu langsung kamu bilang lagi sama aku."


"Ooh.. kirain.. Bener ya nanti kalo aku 'tembak' lagi kamu harus mau."


"Ya gimana nanti aja."


"Besok jalan yuk. Biar aku bisa menyatakan perasaan aku ke kamu."


"Gak mau. Kamu cari aku di kampus aja."


"Kapan kamu kuliah lagi ?"


"Rahasia. Kamu usaha dong cari tau sendiri."


"Ooh.. Nantangin. Oke siap. Kita segera ketemu."


"Oke. Siapa takut."


"Dah Zizi. Sampai ketemu entah kapan. Bye."


"Bye."


Zizi tersenyum sambil memandangi dan memeluk ponselnya.


"Kak, Ayo makan malam dulu." panggil Liana.


"Iya Mi." Zizi pun menyimpan ponselnya dan menuju ke ruang makan.


...***...


Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopi☕ 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kishah cinta Sissy dan Rio.


Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..


Like 👍 Komen dan Vote ✌✌

__ADS_1


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..


Makasih 🙏🙏🙏


__ADS_2