
Pagi itu Sissy sudah bersiap untuk ke kampus NHI. Dia sedang menunggu Didi yang akan mengantarnya.
"Gak sarapan dulu Neng ?" tanya Bi Kokom.
"Nanti aja Bi. Kan ini udha diganjel sama roti." jawab Sissy.
"Kamu jadi mau lihat kampus Teh ?" tanya Tante Eti.
"Iya Te. Mau beli formulir sekalian. Buat cadangan kalo gak lulus UMPTN." Ujar Sissy.
"Jauh loh dari sini kampus NHI mah." kata Tante Eti.
"Iya gak papa Te. Sissy memang pengen kuliah perhotelan." jawab Sissy.
"Iya deh. Semoga tercapai sesuai keinginan kamu." Tante Eti tersenyum menatap keponakannya itu.
Tak lama kemudian Didi sudah menjemput dengan sepeda motor nya.
"Assalamualaikum. Ayo Teh kita berangkat." Didi mencium tangan Tantenya.
"Waalaikumsalam." jawab Sissy dan Tante Eti kompak.
"Kamu gak makan dulu ?" tanya Tante Eti.
"Udah makan di rumah tadi. Ayo cepetan Teh." Didi mencomot gorengan dari meja makan.
"Iya sebentar aku mau pipis dulu." Sissy beranjak menuju ke kamar mandi.
"Kuliahmu gimana Di ?" tanya Tante Eti.
"Alhamdulilah tinggal skripsi Te. Doain ya biar lancar." jawab Didi.
"Pasti Tante doain." kata Tante Eti.
'Ayo A. Kita berangkat." Sissy mengambil tas dan pamit ke Tante nya.
"Kita berangkat dulu Te. Assalamualaikum." pamit Didi sambil mencium tangan Tante Eti diikuti oleh Sissy yang melakukan hal yang sama.
"Waalaikumsalam. Kalian hati - hati ya." Tante Eti ikut mengantar mereka ke depan.
"Siap Te." jawab Sissy sambil memakai helm nya.
Didi pun membonceng Sissy membelah jalanan kota Bandung yang cukup padat di pagi hari itu. Sissy asik menikmati pemandangan sepanjang jalan menuju kampus NHI yang terletak di utara kota Bandung. Sekitar 30 menit perjalanan akhirnya mereka tiba di kampus perhotelan yang cukup terkenal itu.
Sissy langsung masuk untuk membeli formulir pendaftaran di kampus NHI.
Sissy melihat banyak mahasiswa NHI yang sedang duduk di taman dengan memakai seragam yang beraneka macam. Ada yang pakaian formal, ada yang pake baju kitchen, ada juga yang pake celana panjang dan kaos. Sepertinya mereka habis praktek.
Selesai membeli formulir, Didi mengajak Sissy untuk makan di kantin NHI. Banyak sekali mahasiswa dan orang luar yang sedang menikmati makanan di kantin NHI. Disana terkenal dengan menu surabi beraneka toping dan ayam rica - rica. Tentu saja harganya pun pas di kantong mahasiswa.
"Mereka terlihat keren ya A." bisik Sissy.
"Iya Teh. Seragamnya beda - beda. Lucu juga." Didi serius menatap ke belakang Sissy.
"Aa mah yang dilihat cewek mulu." protes Sissy sambil mengerucutkan bibirnya.
"Ya kan kelihatan Teh jadi sekalian cuci mata." jawab Didi sambil cengar - cengir.
"Kamu mau pesen apa Teh ?" tanya Didi menyodorkan menu surabi.
__ADS_1
"Aku pesen surabi sosis telor dan surabi keju." kata Sissy.
"Oke deh." Didi pun langsung memesan menu pilihan Sissy.
Sissy dan Didi pun makan dengan lahap makanan mereka.
"Enak banget ya A." komentar Sissy sambil mengunyah surabinya.
"Iya. Emang ini terkenal banget di Bandung. Di seberang juga ada surabi imut, tapi gue lebih suka disini." kata Didi.
"Kalo jadi kuliah disini biar tiap hari jajan kayak gini deh." kata Sissy.
"Ya selama gak bikin bangkrut aja Teh." kata Didi sambil tertawa.
"Iya juga ya. Tiap hari jajannya ini ya lama - lama habis juga jatah bulananku." gerutu Sissy.
"Hehehe. Makanya jangan laper mata." ledek Didi.
Selesai makan, mereka tak langsung pulang melainkan mampir ke Universitas tempat Sissy akan melaksanakan UMPTN.
"Kita cek lokasi dulu ya Teh." kata Didi melajukan motornya.
"Ngapain juga. Kan nanti dianter sama Aa." jawab Sissy.
"Kan aku juga harus cari tahu lokasinya dulu. Belum pernah kesini soalnya." kata Didi.
"Iya deh." jawab Sissy.
Tak lama mereka sampai di depan kampus tempat Sissy UMPTN minggu depan. Didi menghentikan motornya.
"Iya A. Aku mau lihat paling gak gedung tempat aku ujian." jawab Sissy sambil berjalan masuk.
"Sini naik aja Teh. Kita parkir di dalam. Fakultas apa ?" tanya Didi.
"Eh iya. Fakultas Ekonomi, gedung C." kata Sissy sambil membaca kartu peserta UMPTN nya.
"Oke kita kesana." Didi menanyakan pada satpam letak fakultas ekonomi.
"Mau masuk atau disini aja Teh ?" tanya Didi saat mereka sudah sampai di depan gedung C fakultas ekonomi.
"Gak usah A. Rame banget tuh. Malu." jawab Sissy.
"Ya udah yang penting udah tau tempatnya." kata Didi sambil bersiap melajukan motornya.
"Kita pulang yuk." kata Sissy.
Mereka pun kembali membelah jalanan kota Bandung yang masih padat karena bertepatan dengan jam makan siang.
"Mau mampir kemana lagi Teh ?" tanya Didi.
"Gak udah deh Di. Kita langsung pulang aja." jawab Sissy.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Malam hari nya selesai makan malam, Sissy masuk ke kamarnya.
*kring.. kring... *
__ADS_1
Suara telepon berbunyi di lantai bawah. Sissy masih tiduran di ranjang sambil membaca komik serial cantik.
"Teh Sissy.. Ada telpon." teriak Fea dari bawah.
"Iya sebentar." Sissy bergegas turun.
"Siapa Fe ?" tanya Sissy saat menuruni tangga.
"Gak tau. Cowok. Pacarnya ya ?" ledek Fea.
"Halo." sapa Sissy.
"Assalamualaikum Si." sapa suara di seberang.
"Waalaikumsalam. Ini kamu Win ?" kata Sissy.
"Iya Si. Maaf baru sempat telepon." kata Edwin.
"Kamu apa kabar disana Win ?" tanya Sissy.
"Alhamdulilah baik. Kamu gimana ?" Edwin bertanya balik.
"Alhamdulilah baik juga. Tadi abis ambil formulir pendaftaran di kampus NHI." Sissy menceritakan kegiatannya hari ini.
"Sekolah perhotelan itu ya ? Trus UMPTN nya gimana ?" tanya Edwin lagi.
"UMPTN nya minggu depan. Tapi aku udah beli formulir buat cadangan." jawab Sissy.
"Iya sih. Kamu sudah yakin mau kuliah perhotelan ?" Edwin berusaha menanyakan kesungguhan Sissy. Karena dia sangat tahu dengan sifat Sissy yang sedikit plin plan.
"Insha Allah. Keren banget kampusnya." jawab Sissy.
"Syukurlah kalo kamu udah yakin." kata Edwin.
"Kamu gimana disana Win ?" tanya Sissy.
"Ya gitu deh. Ketat banget disini. Makanya aku gak bisa sering - sering telpon kamu. Aku juga padat banget kegiatannya. Capek banget Si." keluh Edwin.
"Yang sabar, yang kuat ya. Demi masa depan kamu dan keluarga." Sissy mencoba menguatkan kekasihnya itu.
"Makasih ya sayang. Support kamu udah bikin aku semangat." kata Edwin.
"Sama - sama." jawab Sissy sambil tersenyum sendiri.
"Ya udah. Aku mau istirahat dulu di kamar. Kamu jaga kesehatan juga disana ya. Jaga hati kamu." kata Edwin.
"Insha Allah. Kamu juga ya." kata Sissy.
"Assalamualaikum." Edwin mengakhiri pembicaraan mereka.
"Waalaikumsalam." Sissy menutup telepon. Saatberbalik dilihatnya sudah ada Fea dan Lala yang tersenyum jahil.
"Cie.. Yang di telpon pacarnya." goda Lala.
"LDR an ya ? Kasian banget sih." Fea ikut meledek Sissy.
"Anak kecil berisik banget ya." gerutu Sissy sambil menuju ke kamarnya.
Mohon Likeπ, komen dan Vote ya..
__ADS_1
Makasih πππ