
Jam sudah menunjukkan pukul 6 tapi Sissy dan ketiga sahabatnya belum bangun juga.
*tok.. tok.. * Pintu kamar Sissy diketuk dari luar.
"Neng, bangun. Udah siang." kata seseorang dari balik pintu.
"Iya Bi. Kita udah bangun kok." teriak Sissy sambil tetap memejamkan matanya.
Yoan, Amira dan Zizi langsung bangun dan bergantian menuju kamar mandi. Amira shalat subuh sedangkan Yoan dan Zizi yang sedang haid memilih untuk keluar menuju teras atas. Setelah selesai shalat, Amira melihat Sissy masih tidur.
"Si, kita kesiangan." kata Amira panik.
"Hhmm.. Bentar.. 5 menit lagi." Sissy membalikkan badannya dan memeluk guling lebih erat.
"Si.. Bangun." Amira terus mengguncangkan tubuh Sissy.
Sissy langsung sadar kalo dia sedang ada di Bandung dengan sahabatnya.
"Ya ampun maaf Ra. Aku pikir tadi Mama yang bangunin." Sissy mengucek matanya yang masih lengket.
"Shalat dulu sana. Udah telat nih." kata Amira.
"Iya." Sissy berjalan menuju kamar mandi.
Segera ditunaikan nya kewajiban shalat subuh lalu dia menyusul sahabatnya yang sedang menikmati teh hangat dan surabi di teras atas.
"Kalian udah disini aja ngeteh." protes Sissy sambil mencomot surabi yang tersisa di piring.
"Kamu sih kalo tidur kayak kebo. Susah banget dibanguninnya." kata Zizi sambil meneguk teh hangatnya.
"Kita cari sarapan yuk. Ini tadi dikasih surabi sama Bibik tapi kurang nendang." kata Yoan.
"Mau sarapan bubur ayam atau batagor atau kupat tahu?" tanya Sissy.
"Aku mau bubur ayam deh." kata Zizi.
"Yawda kita juga ngikut." kata Yoan yang dibarengi anggukan oleh Amira.
"Oke kita ke tempat bubur ayam yang enak. Jalan kaki aja. Kita makan disana." ajak Sissy.
Ketiga sahabatnya pun mengikuti Sissy menuju warung bubur ayam yang berjarak 100m dari rumah Aki.
Sissy memesan bubur ayam komplit untuk mereka berempat. Tak lama bubur pun tersaji lengkap dengan lauk tambahan seperti sate usus, sate ati ampela, sate telur puyuh.
"Hhmm.. enak banget nih kayaknya." Zizi langsung menyuap buburnya dan tak lupa mengambil sate telur puyuh favoritnya.
"Aku pernah makan bubur jayak gini di jakarta." Yoan langsung mengambil sate usus.
"Di Malang ada gak yang kayak gini?" tanya Amira sambil mencomot sate telor puyuh.
"Ada. Tapi bubur ayam jakarta. Lebih kental teksturnya." jawab Sissy.
"Pantesan beda ya." kata Amira lagi.
Hari ini kita mau kemana Si?" tanya Zizi.
"Hhmm.. Enaknya kemana ya?" Sissy bakik bertanya.
"Kemarin Kak Didi ngajakin ke Ciwidey. Gimana ?" usul Yoan.
"Cie.. Yang udah akrab dengan Didi. Ada yang Cinlok nih." ledek Sissy.
"Hahaha. Bisa aja kamu." Yoan tersipu malu.
__ADS_1
"Oke kita ke Ciwidey aja. Besok baru kita ke Ciater, mandi air panas." kata Sissy.
"Setuju." jawab Zizi sambil mengacungkan jempolnya.
Ketika mereka sampai rumah ternyata Didi sudah ada di rumah Aki.
"Kemana kita hari ini?" tanya Didi yang sedang santai menonton tv.
"Katanya kamu ngusulin ke Ciwidey." sindir Sissy sambil melirik Didi.
"Hehehe. Pasti Yoan yang bilang ya." kata Didi sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Kalian mau pergi lagi?" tanya Aki yang baru keluar kamar.
"Iya Ki. Masa lagi liburan diam di rumah aja." jawab Sissy.
"Aki ditinggal lagi dong. Kan Aki pengen ngobrol sama kamu." kata Aki sambil mengusap bahu Sissy.
"Temen aku lusa sudah pulang ke Malang Ki. Nanti kita bisa ngobrol sampai puas." kata Sissy.
"Iya deh." jawab Aki sambil membelai kepala Sissy.
"Ki, boleh pinjam mobil Aki gak?" tanya Didi.
"Boleh." jawab Aki singkat.
"Wawan gak ikut Di?" tanya Sissy.
"Gak. Dia ada kuliah hari ini." jawab Didi.
"Oke. Aku mandi dulu ya Di." Sissy langsung menuju ke kamarnya di lantai atas.
Didi mengantarkan keempat perempuan itu untuk menikmati kawah putih di Ciwidey.
"Kenapa kamu gak kuliah di Bandung juga Yo?" tanya Didi.
"Gak kak. Pasti gak boleh sama Mama aku." jawab Yoan.
"Memangnya kenapa?" tanya Didi lagi.
"Mama gak bakal bolehin aku kuliah jauh. Maklum aku kan anak bungsu. Lagian kakak - kakak aku juga kuliahnya di Malang semua." Yoan menjawab panjang lebar.
"Anak mami ya." ledek Didi.
"Gak juga. Cuma kalo kuliah jauh otomatis biayanya juga makin besar." kata Yoan.
"Tinggal di rumah aku aja gak papa kok. Gratis." kata Didi sambil tersenyum.
"Becanda aja. Hahaha." kata Yoan sambil tertawa.
"Padahal aku serius loh. Aku mau lebih kenal sama kamu." kata Didi dalam hati.
Akhirnya mereka sampai juga di kawah putih Ciwidey. Sissy langsung turun dari mobil dan menghirup udara segar.
Sissy berjalan mendekat ke arah kawah dan menikmati keindahannya. Tak lupa dia berfoto disana bersama sahabatnya.
Mereka pun duduk - duduk di pinggir jembatan. Didi mengajak Yoan ngobrol berdua.
"Yo, nanti malam kita keluar berdua aja yuk." ajak Didi pelan pada Yoan.
"Gak enak lah sama yang lain." kata Yoan.
"Gak papa. Mereka pasti maklum kok. Nanti aku cari caranya ngajak kamu keluar." kata Didi.
__ADS_1
"Terserah kamu aja." jawab Yoan lalu kembali bergabung dengan Zizi dan yang lainnya.
Tak terasa hari sudah sore. Mereka pun bergegas meninggalkan Ciwidey.
Selepas magrib, Didi datang lagi membawa sepeda motornya. Dia mengajak Yoan untuk membeli batagor.
"Si, Aku ajak Yoan beli batagor." kata Didi.
"Silahkan. Beli yang banyak ya." kata Sissy sambil tersenyum.
"Anak orang jangan sampe lecet ya." teriak Zizi saat mereka mulai jauh.
"Temen kamu iseng juga ya." kata Didi.
"Biasalah. Namanya juga sahabat." jawab Yoan.
Mereka pun menghabiskan waktu menunggu pesanan selesai sambil mengobrol.
"Yo, Aku boleh minta no telpon rumah kamu?" tanya Didi.
"Boleh dong. Tapi kamu harus telpon aku ya." kata Yoan sambil menyebutkan nomer telpon rumahnya.
"Pasti aku akan sering telpon kamu." kata Didi sambil tersenyum menatap Yoan. Yoan langsung salah tingkah dengan cara Didi memandangnya.
"Kapan - kapan aku main ke Malang ya. Nanti gantian kamu yang antar aku main." kata Didi sambil meraih tangan Yoan.
"Siapa takut. Aku tunggu ya." kata Yoan sambil menatap balik Didi. Mereka langsung melepaskan genggaman tangannya ketika pesanan batagornya sudah selesai.
"Yuk kita pulang." Didi meraih tangan Yoan dan mereka bergandengan tangan menuju tempat parkir.
Didi mengantar Yoan sampai ke dalam rumah.
"Cie.. Yang abis kencan kelihatan berseri - seri." ledek Sissy.
"Apaan? Biasa aja deh." kata Yoan dengan muka memerah.
"Sstt.. Jangan keras - keras. Nanti kedengeran sama Aki." Didi langsung membungkam mulut Sissy.
"Biarin aja. Biar kalian di kawinin. Hehehe." kata Sissy lagi.
"Lebay kamu." protes Yoan.
"Lagi ngomongin apa sih? Seru banget." Tante Eti tiba - tiba masuk ke ruang makan.
"Ini Te. Batagornya enak." Elak Didi.
"Beda ya sama batagor yang di Malang? Batagor yang asli ya kayak gini." kata Tante Eti. Yoan dan ketiga sahabatnya saling berpandangan dan berusaha menahan tawa.
"Oh iya. Besok kalian mau kemana?" tanya Om Odie.
"Kita mau ke Ciater Om. Mau ikut?" tanya Sissy.
"Boleh juga tuh. Kita ajak Aki juga." usul Om Odie.
"Asik. Aku juga ikut ya Pa." kata si kecil Fea.
"Iya. Kita piknik rame - rame." Tante Eti mengelus rambut Fea.
Gimana acara piknik esok hari? Trus hubungan Yoan dan Didi gimana?
Mohon Likeπ, komen dan Vote ya..
Makasih πππ
__ADS_1