Geng Pelangi

Geng Pelangi
(Sissy) kelas baru teman baru


__ADS_3

Hari ini hari pertama di kelas 3. Sissy masuk di kelas 3 Bahasa, Amira di kelas 3 IPS 2, Yoan di kelas 3 IPA 1 dan Zizi di kelas 3 IPA 2. Semuanya gak ada yang satu kelas. Tapi mereka tetap menyempatkan waktu untuk kumpul di jam istirahat atau pas pulang sekolah.


Sissy memasuki kelas Bahasa yang berada sedikit jauh dari kelas lainnya. Alih - alih menganggap kelas Bahasa sebagai kelas buangan, mereka justru menyebut kelas Bahasa sebagai kelas ekslusif. Di kelas Bahasa pelajarannya lebih memerlukan kreatifitas tinggi sehingga anak bahasa dikenal sebagai anak yang kreatif. Sissy pun bangga menjadi penghuni kelas bahasa.


Seperti hari ini, hari pertama mereka di kelas 3 diisi dengan pengenalan pelajaran sekaligus perkenalan dengan wali kelas. Jumlah siswa di kelas bahasa hanya 28 siswa, jauh lebih sedkit dari kelas IPA dan IPS yang rata - rata 40 siswa per kelasnya.


"Sissy, kamu duduk sama aku ya." panggil Ayu, teman Sissy di kelas 1.


"Boleh Yu. Tapi jangan di depan ya." Sissy dan Ayu pun menempati bangku di deretan keempat.


"Eh ada Sissy juga disini." Suara iseng milik Didan menyapanya. Didan adalah anak basket yang dulu suka banget godain Sissy.


"Apa? Mau iseng lagi?" kata Sissy dengan mula jutek.


"Jangan jutek gitu dong. Ntar gak cantik lagi." goda Didan sambil memamerkan giginya.


"Kamu ngapain sih masuk bahasa? ngefans ya sama aku?" Balas Sissy menggoda Didan.


"Geer. Siapa juga yang ngefans. Emang aku mau masuk sini." jawab Didan sambil duduk di bangku belakang Sissy.


"Hehehe. Emang cuma situ aja yang bisa iseng." Sissy keluar kelas.


Tanpa Sissy sadari ada seorang cowok yang menatapnya tajam.


Jam istirahat itu Sissy kumpul dengan ketiga sahabatnya di kantin.


"Gimana gaes kelas kalian?" tanya Amira.


"Sebel aku. Sekelas sama Didan." kata Sissy.


"Didan anak basket yang dulu suka godain kamu Si?" tanya Zizi.


"Iya. Dia duduk di belakang aku lagi. Bikin bete." Sissy sedikit merengut menceritakan soal Didan.


"Selamat CLBK deh." goda Zizi.


"Maaf ya. Aku gak pernah pacaran sama dia." jawab Sissy cuek.


"Si, aku sekelas sama Hedi, mantan kamu." kata Amira.


"Biarin aja. Gak penting." Sissy makin bete mendengar nama itu. Sosok yang pernah dekat dengannya selama 3 bulan saja. Entah apa itu namanya pacaran? karena yang dilakukan mereka hanya jalan - jalan sepulang sekolah di mall deket alun-alun aja. Itupun tidak tiap minggu.


"Aku juga sekelas sama Donny, mantan geberannya Yoan." kata Amira lagi.


"Yaelah. Kenapa mantan - mantan kita sekelas semua sama Amira." protes Yoan.


"Mantanku gak ada kan Ra?" tanya Zizi sambil tertawa ringan.


"Mantanmu yang mana? kan mantanmu udah lulus." jawab Amira.


"Berarti aman kan." ucap Zizi.


"Kita mah aman. Gak punya mantan di sekolah ini." Amira langsung tos dengan Zizi.


"Curang kalian." Sissy dan Yoan protes.


Tapi tak lama kemudian mereka tertawa terbahak - bahak dengan cerita tentang mantan ini. 'Buanglah mantan pada tempatnya' itulah quotes terbaru dari Yoan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hari ini pelajaran Bahasa Inggris Conversation. Seperti biasa Bu Dinar, guru Bahasa Inggris mereka menyuruh untuk duduk cowok dan cewek. Kebetulan sekali jumlah siswa dan siswi di kelas Bahasa seimbang. Sissy memilih duduk dengan Edwin sedangkan Ayu duduk dengan Didan. Sissy baru tau kalo Edwin ternyata satu SMP dengannya. Akhirnya mulai saat itu Sissy menjadi akrab dengan Edwin. Bahkan Edwin dan Didan yang jahil selalu kompak untuk mengerjai dirinya.


"Si, bulan depan ada reuni SMP. Kamu mau datang gak?" tanya Edwin.

__ADS_1


"Gak tau ya. Minta ijin dulu sama Mama Papa." jawab Sissy.


"Huh dasar anak Mama. Segala pake minta ijin." ledek Edwin.


"Ya iyalah aku emang anak Mama Papa. Bukan anak tetangga." balas Sissy.


"Ayo Si. Kamu datang sama aku ya." pinta Edwin.


"Aku udah lupa sama temen SMP ku. Malu lah." kata Sissy.


"Kan ada aku. Nanti aku jemput deh." bujuk Edwin.


"Jemput pake apa?" tanya Sissy gak percaya dengan ucapan Edwin.


"Gampanglah ntar aku pinjam Motor punya Bapakku." kata Edwin.


"Aku nanya dulu sama Mama Papa ya." kata Sissy sambil pergi menuju kantin.


"Seriusan Si. Aku daftarin ya." Edwin setengah berteriak karena Sissy sudah menjauh.


"Terserah deh." Teriak Sissy.


"Hai girls." sapa Sissy pada ketiga sahabatnya.


"Tumben lama keluarnya." tanya Yoan.


"Digangguin sama Edwin dulu." jawab Sissy cuek.


"Cie.. Udah punya gebetan baru nih." ledek Zizi.


"Bukanlah. Cuma temen aja." kata Sissy.


"Yakin Si?" Yoan ikut meledek.


"Tuh kamu aja gak yakin dia cuma temen." ucap Amira.


"Gak tau ah. Udah gak usah bahas dia." Sissy merasa risih dengan ledekan sahabatnya.


"Malu dia." kata Zizi sambil menghabiskan kerupuknya.


"Oh iya. Minggu depan aku sama Yoan udah mulai les. Jadi mungkin kita gak bisa kumpul tiap hari." kata Zizi.


"Ya gak papa. Kita kan emang harus fokus sama Ujian." ujar Sissy.


"Kamu gak ikut les juga Ra?" tanya Yoan.


"Kayaknya gak deh. Belajar sendiri aja di rumah sama sepupu aku." jawab Amira.


"Kalo kamu Si?" tanya Yoan lagi.


"Pengen. Tapi bingung mau les apa? Hehehe." jawab Sissy.


"Les buat IPC atau Bahasa aja." usil Amira.


"Kalo IPC males ah. Banyak mikirnya ntar. Tapi kalo les Bahasa Inggris boleh juga tuh. Ntar aku ijin dulu deh." Sissy menganggukkan kepalanya.


"Di seberang tempat les kita juga ada tempat kursus Bahasa inggris." kata Zizi.


"Iya ntar aku ijin dulu deh." kata Sissy.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Ma, aku boleh ikut les bahasa inggris gak?" tanya Sissy pada Mamanya yang sedang santai di rumah.

__ADS_1


"Mama sih boleh aja. Tapi kamu harus tanya ke Papa dulu." jawab Mama.


"Iya." kata Sissy.


"Ngapain pake les inggris segala. Biar aku yang ajarin." kata A Arya yang tiba - tiba muncul di dapur.


"Idih. Emang Aa bisa? Gak percaya aku." ujar Sissy sambil meleletkan lidahnya.


"Dasar adik durhaka. Bisanya ngeledek kakaknya." Arya menjitak kepala Sissy.


"Aa.. Sakit tau." Sissy merengek.


"Syukurin." kata Arya sambil keluar dari dapur.


"Kamu tumben pulang A?" tanya Mama.


"Kangen sama Mama." jawab Arya asal.


"Paling juga mau minta uang Ma." celetuk Sissy.


"Kamu tuh De, kalo ngomong suka bener. Hehehe." Arya mengacak - acak rambut Sissy.


"Aa.. Jangan usil deh." Sissy mencubit lengan Kakaknya.


"Aa, Jangan godain adiknya terus dong. Ini motong sayurnya jadi gak beres - beres." protes Mama.


Arya langsung lari dan masuk ke kamarnya.


Tak lama Papa datang dan mereka bersiap untuk makan malam.


"Pa, aku mau ikut kursus bahasa inggris ya?" Sissy sudah bergelayut manja pada Papanya.


"Ngapain kamu kursus inggris?" tanya Papa.


"Kan biar pinter Pa. Boleh ya?" Sissy merayu Papa.


"Iya Boleh. Kapan mau daftar?" tanya Papa lagi.


"Nanti aku lihat lagi ke tempat kursusnya ya." jawab Sissy.


"Kabari Papa secepatnya ya." Papa mencolek hidung Sissy.


"Siap Pa. Makasih ya Pa." Sissy mencium pipi Papanya.


"Kali Ade aja yang minta pasti langsung diturutin." protes Arya.


"Emang kamu mau minta apalagi? Kan udah dituruti juga." kata Papa sedikit kesal.


"Minta uang Pa. Mau praktek lapangan ke Jogja." kata Arya.


"Praktek apa main?" ledek Sissy.


"Praktek lah." Arya menjitak kepala Sissy.


"Ya nanti Papa kasih." jawab Papa singkat.


"Anak - anak tuh jangan dimanjain terus dong Pa." kata Mama.


"Kalo buat pendidikan Papa gak akan nolak Ma." Papa mengusap tangan Mama lembut.


"Iya deh, terserah Papa aja." Mama memilih mengalah daripada berdebat.


Jangan lupa Like 👍, Komen dan Vote.

__ADS_1


Makasih 🙏🙏🙏


__ADS_2