Geng Pelangi

Geng Pelangi
(Zizi) Serius ??


__ADS_3

#Hai reader kesayangan othor.. Insha Allah cerita ini akan segera Othor tamatkan. Doakan ya semoga othor bisa terus menulis dengan lancar.


Jangan lupa bagi bunga 🌹atau kopi β˜• nya biar semakin semangat buat nulis.. #


Selamat Membaca πŸ“–πŸ“–πŸ“–


...***...


Pulang dari acara aqiqah anak Amira dan Alif, Faisal mengantar Zizi.


"Makasih ya Mi. Udah mau nemenin ke acara temenku." kata Zizi.


"Sama - sama Zi. Kebetulan aku juga gak ada kegiatan." balas Faisal.


"Aku masuk dulu ya." Zizi hendak membuka pintu mobil.


"Tunggu Zi.." Faisal mencekal tangan gadis mungil itu.


"Ada apa Sal ?" Zizi urung membuka pintu mobil.


"Kamu mau gak nonton sama aku ?" tanya Faisal gugup.


"Kamu ngajak aku kencan ?" Zizi balik bertanya.


"Iya. Kalo kamu mau dan gak ada yang ngelarang." jawab Faisal sambil menatap Zizi.


"Hhmm... Besok tuh aku kan kerja." Zizi balas menatap Faisal.


"Kapan kamu bisanya ?" tanya Faisal lagi.


"Kalo hari sabtu gimana ? Aku libur." kata Zizi.


"Boleh.. Boleh.. Sampai ketemu hari sabtu ya. Aku jemput kamu." kata Faisal sambil tersenyum.


"Oke. Nanti kamu sms aja ya." Zizi mwmbuka pintu dan keluar dari mobil.


"Bye Zi." Faisal melajukan mobilnya meninggalkan Zizi yang masih berdiri di depan pagar.


"Bye.." Zizi lalu masuk ke rumah setelah mobil Faisal tak terlihat lagi.


Zizi masuk ke rumah sambil bernyanyi kecil. Dia sungguh senang dengan kedekatannya dengan Faisal. Meski belum resmi pacaran, tapi Faisal mau meluangkan waktunya untuk menemani Zizi ke acara sahabatnya.


"Cie.. Lagi seneng nih kayaknya ?" ledek Liana yang sedang menyiram bunga.


"Mami... Bikin kaget Zi aja." protes Zizi.


"Mami dari tadi disini. Kamu aja yang gak lihat." kata Liana.


"Iya Mi. Zizi memang lagi senang." kata Zizi terus terang. Zizi lalu duduk di bangku yang berada di taman. Selama ini Zizi memang selalu menceritakan karir dan asmaranya pada sang Mami.


"Siapa dia Zi ?" tanya Liana tanpa basa basi.


"Namanya Faisal. Dia dosen Unibraw. Rumahnya di blok N." jawab Zizi.


"Kamu udah pacaran sama dia ?" tanya Liana lagi.


"Belum. Kami baru ketemu lagi. Dulu kenal waktu pelatihan di Surabaya. Dia saudaranya suami teman kuliah aku yang tinggal di Surabaya. Ternyata tetangga juga." cerita Zizi.


"Kamu suka sama dia ?" Liana duduk di sebelah Zizi.


"Suka Mi. Tapi aku juga belum tau dia dan keluarganya seperti apa." kata Zizi.


"Dijalanin aja dulu kak. Mami cuma bisa doain yang terbaik buat kamu." Liana mengusap punggung Zizi dengan lembut.


"Makasih ya Mi. Zizi ke kamar dulu ya." Zizi mencium pipi Liana sebelum menuju ke kamarnya. Dia meletakkan tas di meja rias dan menjatuhkan tubuhnya di ranjang.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Sepekan berlalu, hari sabtu itu Zizi sedang melakukan perawatan wajah. Dia ingin tampil maksimal saat pergi dengan Faisal nanti sore.


"Wah.. Yang mau kencan, rajin banget pake masker." goda Liana.


"Mami ih.. Kayak gak pernah muda aja." kata Zizi malu - malu.


"Iya.. Iya.. Mami tau kok. Mami harap kalian bisa cocok sampai menikah." kata Liana.


"Jadian aja belum, masa langsung mikirin nikah." protes Zizi.


"Doa seorang Ibu itu mujarab biasanya kak." Liana mengusap kepala Zizi.


"Aamiin. Makasih ya Mi. Eh.. Mami kok cantik gini, mau kemana ?" tanya Zizi.


"Oh iya Kak. Mami sampai lupa. Mami sama Papi mau ke acara kantor Papi." jawab Liana.


"Fajar ikut ?" tanya Zizi lagi.


"Iyalah. Gak mungkin juga ninggal dia." kata Liana sambil tertawa kecil. Fajar, adik Zizi memang sangat manja pada Liana, padahal sudah hampir lulus sd.


"Iya Mi. Have fun ya Mi." kata Zizi.


"Kamu juga sayang. Jangan pulang terlalu malam ya." pesan Liana sebelum keluar dari kamar Zizi.


Zizi kembali merebahkan badannya sambil mendengarkan musik dari radio.


Tepat jam 6 Faisal menjemput Zizi.


"Maaf ya gak aku suruh masuk. Soalnya gak ada oramg di rumah." kata Zizi sambil masuk ke mobil.


"Wah.. Cantik banget." gumam Faisal dalam hati sambil menatap kagum.


"Sal.. Faisal.. Kok malah bengong ?" Zizi melambaikan tangan di depan Faisal.


"Eh.. Maaf. Kagum lihat bidadari." goda Faisal


"Orangtua kamu kemana ?" tanya Faisal.


"Mami Papi lagi ada acara kantor. Adik aku juga diajak." jawab Zizi.


"Ooh. Kita berangkat ?" tanya Faisal lagi yang dijawab dengan anggukan.


Faisal pun melajukan mobilnya menuju Mall di pusat kota.


Mereka segera menuju ke bioskop di lantai 3.


"Mau nonton apa Zi ? Yang ini atau yang itu ?" tanya Faisal.


"Yang ini aja. Aku gak terlalu suka film horor." Zizi menunjuk poster film action.


"Aku pesen tiket dulu ya." kata Faisal.


"Aku ikut ajalah. Daripada nunggu sendirian." Zizi mengikuti Faisal.


Mereka harus mengantri dulu sebelum akhirnya membeli tiket sesuai dengan pilihan mereka.


"Masih dua jam lagi nih. Kita makan dulu yuk." usul Zizi.


"Boleh. Mau makan dimana ?" tanya Faisal.


"Di KFC aja ya. Biar cepet." jawab Zizi.


"Oke." Keduanya pun menuju ke lantai 2 tempat gerai kfc berada.


"Kamu mau makan apa ? Biar aku yang pesenin." kata Zizi.


"Gak. Biar aku aja yang pesenin." kata Faisal.

__ADS_1


"Kok gitu ? Ya udah kita pesen bareng aja." Zizi memutuskan.


Mereka pun memesan makanan di kasir. Saat hendak membayar, Faisal langsung memberikan uangnya pada kasir. Zizi yang hendak membuka dompetnya pun hanya menggerutu.


"Kan harusnya aku yang bayar." protes Zizi.


"Kan aku yang ajak kamu jalan. Ya semuanya tanggungan aku dong." Faisal menatap lembut pada Zizi.


"Tapi tadi aku pesennya banyak." Zizi beralasan.


"Gak apa. Biar kamu cepet gede ya. Hehehe." Faisal malah meledek Zizi yang memiliki tubuh imut.


"Tapi aku mau bayar sendiri Sal." Zizi masih saja protes saat mereka sudah duduk.


"Udah. Makan aja dulu. Nanti telat lagi." kata Faisal.


"Pokoknya nanti aku yang beli popcornnya ya." kata Zizi sambil mengunyah makanannya.


"Iya. Udah makan dulu, jangan sambil ngobrol." Faisal melanjutkan makannya.


Selesai makan, Faisal mencoba bicara serius pada Zizi.


"Zi, aku mau jujur sama kamu." kata Faisal.


"Jujur soal apa ?" tanya Zizi bingung.


"Aku tuh udah suka sama kamu sejak kita pertama ketemu di Surabaya." kata Faisal.


"Hhmm.." reaksi Zizi.


"Kamu mau gak jadi pacar aku ? Ralat, Mau gak jadi calon istri aku ?" tanya Faisal sambil memegang tangan Zizi.


"Hhmm.. Serius ? Yakin kamu ?" Zizi malah balik bertanya.


"Serius lah. Belum pernah seserius ini malahan." jawab Faisal.


"Hhmm.. Terus ?" tanya Zizi lagi.


"Kok terus ? Ya kamu jawablah mau apa enggak ?" Faisal sedikit kesal dengan ucapan Zizi.


"Hhmm.. Gimana ya ? Boleh aku jawab nanti aja gak ?" Zizi coba mengulur waktu.


"Kok nanti ? Jawab sekarang lah." kata Faisal.


"Iya. Sabar dong Pak." Zizi tersenyum emlihat kepanikan Faisal. "Aku mau jadi calon istri kamu."


"Alhamdulilah. Yes !!" Faisal reflek memeluk Zizi.


"Sstt.. Jangan kenceng - kenceng. Malu dilihatin orang." Zizi melepaskan diri dari pelukan Faisal.


Keduanya menjadi pusat perhatian. Beberapa orang langsung menengok pada mereka. Mereka berdua pun keluar dari resto cepat saji itu.


Keduanya bergandengan tangan sambil tertawa kecil mengingat kekonyolan mereka tadi.


...***...


Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopiβ˜• 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.


Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. Ada juga cerita baru "Tiga Dara". Kalian juga bisa buka di bio saya ya..


Like πŸ‘ Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2