Geng Pelangi

Geng Pelangi
(Yoan) Bertanggung Jawab


__ADS_3

#Hai reader kesayangan othor.. Insha Allah cerita ini akan update 3 hari sekali ya. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.


Jangan lupa bagi bunga 🌹atau kopi β˜• nya biar semakin semangat buat nulis.. #


Selamat Membaca πŸ“–πŸ“–


...***...


Hari itu Yoan sengaja mengunjungi Topan di rumahnya untuk memberitahukan mengenai kehamilannya.


"Hai Sayang, akhirnya kamu mau nemuin aku." sambut Topan sambil memeluk Yoan.


"Maaf ya Mas. Masih ada kesibukan." kata Yoan dengan santai.


"Kamu kenapa kelihatan pucat gitu ?" tanya Topan.


Yoan hanya diam dan berjalan menuju ke sofa.


"Kamu mau minum Yang ?" tanya Topan.


"Gak usah Mas. Ada yang mau aku kasih tahu sama kamu." Yoan menarik tangan Topan agar duduk di sebelahnya.


"Ada apa Yang. Kok serius banget." tanya Topan.


"Ini memang serius Mas." jawab Yoan sambil memberikan sebuah amplop.


Topan membuka amplop dengan hati bertanya - tanya. Dilihatnya sebuah alat kecil dari plastik yang ada 2 garis merah diatasnya.


"Ini apa Yang ?" tanya Topan pelan.


"Ini tespek Mas." jawab Yoan sambil menjeda ucapannya.


"Maksudnya apa ?" Topan tak sabar dengan ucapan Yoan yang tak jelas.


"Aku hamil Mas." jawab Yoan lirih.


Topan kaget mendengar ucapan Yoan. Dia hanya terdiam sambil menatap bergantian kekasihnya dan alat kecil di tangannya.


"Kamu hamil anak kita ?" tanya Topan.


"Iya. Aku hamil anak kamu. Selama ini aku hanya berhubungan sama kamu Mas." Yoan menundukkan wajahnya.


"Yang, Aku memang kaget tapi aku akan bertanggung jawab pada kamu dan anak kita." Topan mengangkat wajah Yoan agar menatap kepadanya.


"Kamu serius Mas ?" tanya Yoan.

__ADS_1


"Iya sayang. Aku memang berniat untuk menikahi kamu setelah Mas Ogie menikah." kata Topan.


"Makasih ya Mas. Aku gak tau harus gimana kalo kamu tak mau mengakui dia." kata Yoan sambil mengusapkan tangan Topan di perutnya yang masih datar.


"Aku memang bukan orang suci tapi aku gak mau berbuat dosa lagi." Topan mencium kening Yoan.


"Aku juga gak sanggup membunuh darah daging kita." kata Yoan sambil mengelus wajah Topan.


"Anak ini gak berdosa tapi kita yang berdosa sayang. Kita harus menghadapinya." kata Topan sambil menarik Yoan dalam pelukannya.


"Iya Mas. makasih ya." Yoan membalas pelukan Topan.


"Aku akan segera menghadap Ayah dan Mama. Kapan waktu yang tepat kira - kira ?" tanya Topan.


"Malam ini datanglah ke rumah. Mama udah tau tentang kehamilanku ini dan sepertinya Ayah juga tau." jawab Yoan.


"Aku akan datang malam ini sayang. Kamu jangan khawatir." kata Topan.


Malam harinya selepas Isya, Topan menepati janjinya datang ke rumah Yoan.


Dan saat ini Topan duduk di hadapan kedua orangtua Yoan di ruang tamu.


"Ayah sudah tau mengenai hal ini. Jujur Ayah kecewa dengan kalian." kata Bambang membuka pembicaraan.


"Iya Om. Saya mohon maaf sudah berbuat hal seperti itu." kata Topan.


"Saya ingin bertanggungjawab dan menikahi Yoan Om." Jawab Topan sambil menatap pada Ayah Bambang.


"Harus itu. Kamu dan Yoan sudah berbuat dosa besar. Saya gak mau kalian berbuat dosa lagi sampai menolak anak itu." kata Bambang.


Topan mendengarkan ucapan Bambang dengan sedikit tertunduk.


"Bagaimana dengan kuliah Yoan ?" tanya Bambang.


"Saya akan membebaskan Yoan untuk melanjutkan kuliahnya sampai lulus. Saya juga akan membiayai dia. Semua tentang Yoan akan menjadi tanggung jawab saya." jawab Topan.


"Gimana Yoan ? Kamu setuju ?" tanya Bambang pada Yoan.


"Iya Yah. Aku akan melanjutkan kuliah setelah anak ini lahir." jawab Yoan.


"Baiklah. Tapi Ayah akan mengadakan akad nikah secara sederhana. Ayah juga ingin kalian setelah menikah pergi dari rumah ini. Ayah gak mau sampai kehamilan kamu diketahui oleh tetangga sini." Bambang mengajukan syarat.


"Saya siap Yah. Saya akan membawa Yoan ke rumah kontrakan saya." kata Topan.


"Kamu gimana Nak ?" tanya Bambang pada Yoan.

__ADS_1


"Yoan siap tinggal dengan Mas Topan Yah." jawab Yoan yakin.


"Oke kalau begitu. Besok kalian periksa kehamilan Yoan dulu. Biar Mama yang temanin. Setelah itu baru kita bicarakan tanggal pernikahan." kata Bambang.


"Iya Yah. Sekali lagi saya mohon maaf." kata Topan sambil mencium tangan Bambang dan Sundari bergantian.


Topan pun pamit pulang. Bambang meminta Yoan dan Sundari tetap di ruangan itu untuk melanjutkan obrolan.


"Yoan, Ayah kecewa sama kamu. Kenapa kamu bisa terjerumus ke pergaulan seperti ini ?" Bambang menatap tajam pada anak bungsunya berusaha menahan amarahnya.


"Maafin Yoan Yah. Yoan khilaf." Yoan bersimpuh di kaki Ayahnya.


"Sejak kamu ikutan band dan sering pulang malam, Ayah sudah khawatir akan hal ini. Dan ternyata sekarang benar - benar terjadi." lanjut Bambang sambil menahan tangisnya.


"Maafin Yoan Yah." Yoan masih menangis sambil memeluk kaki Ayahnya. Dalam hatinya dia merasa menyesal telah membuat orangtuanya menangis dan marah.


"Ayah Maafin kamu Nak. Ayah sadar, semua ini juga ada kesalahan Ayah. Ayah kurang tegas mendidik dan menjaga kamu." Bambang memeluk dan menciumi Yoan.


"Sudah Nak. Bangun. Kasian anak kamu." Sundari membantu Yoan untuk bangun dan mendudukkan di samping nya.


"Ayah mau kamu intopeksi diri. Setelah ini kamu harus benar - benar merawat anak dna suami kamu. Kamu harus lebih dewasa." Nasihat Bambang.


"Makasih Yah. Mau memaafkan Yoan. Yoan janji gak akan membuat Ayah kecewa lagi." kata Yoan.


"Iya Sayang. Mama juga mau kamu menerima smeua ini dengan iklhas. Ini sudah takdir yang harus kamu jalanin. Mama dan Ayah gak bisa membuat pesta pernikahan yang mewah buat kalian." kata Sundari.


"Iya Ma. Yoan paham. Maafin Yoan ya Ma." Yaon memeluk dan mencium Mamanya.


"Mama selalu maafin kamu sayang." Sundari membelai lembut kepala Yoan.


"Ma, Untuk sementara jangan kasih tahu kakak - kakak Yoan. Tunggu sampai kita menentukan tanggal pernikahannya." kata Bambang sebelum masuk ke kamarnya meninggalkan mereka.


Sundari mengajak Yoan masuk ke kamarnya. Mereka pun meneruskan bercerita mengenai kehamilan Yoan dan rencana pernikahan Yoan dan Topan.


...***...


Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopiβ˜• 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.


Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. Ada juga cerita baru "Tiga Dara". Kalian juga bisa buka di bio saya ya..


Like πŸ‘ Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..

__ADS_1


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2