
Yoan sedang fokus mengerjakan tugas kuliahnya di sebuah warnet (warung internet).
Saat sedang fokus mengerjakan tugas, terjadi insiden mati lampu. Hanya penerangan minim yanh didapat dari lampu darurat.
"Ah sial. Tinggal dikit lagi. Kenapa harus mati lampu sih ?" gerutu Yoan.
"Iya nih Mbak. Gue malahan belum save laporan gue." kata orang di bilik sebelah Yoan.
"Rugi waktu kalo gini mah." Oramg di sebelah Yoan masih menggerutu.
Tak lama petugas warnet menghampiri mereka.
"Maaf ya Mas, Mbak.. Harap tunggu sebentar." kata petugas warnet.
"Emang gak ada genset apa Mas ?" tanya orang di bilik sebelah Yoan.
"Genset nya kehabisan bensin, masih dibelikan dulu." kata petugas itu.
"Ah.. Sial banget gue." umpat orang itu.
"Sabar Mas. Bentar lagi juga nyala. Percuma mau marah - marah juga." Yoan coba menenangkan.
"Iya juga ya." kata orang itu sambil berdiri menegakkan tubuhnya.
Orang tersenyum pada Yoan dan Yoan pun membalas senyumannya.
"Boleh kenalan ?" tanya lelaki itu.
"Boleh." jawab Yoan.
"Gue Topan." Lelaki itu mengulurkan tangannya.
"Yoan." katanya sambil menyambit ulutan tangan Topan.
"Lu masih kuliah ?" tanya Topan.
"Iya. Aku kuliah di Universitas ***." jawab Yoan.
"Ooh.. Asli Malang ?" tanya Topan lagi.
"Iya. Mas asli darimana ?" Yoan balik bertanya.
"Gue asli Jakarta. Gue lagi magang kerja disini." kata Topan.
"Ooh.. Disini kost ?" tanya Yoan.
"Gak. Tinggal di mess kantor." jawab Topan.
Mereka pun terlibat obrolan hingga tak terasa lampu sudah menyala kembali.
"Udah nyala nih. Gue mau lanjutin kerjaan gue." kata Topan.
"Iya. Aku juga masih harus ngerjain tugas." kata Yoan.
Mereka pun sibuk dengan tugas mereka masing - masing.
"Kamu udah selesai ?" tanya Topan.
"Belum Mas. Tinggal dikit lagi." Yoan menjawab tanoa mengalihkan pandangannya dafi layar komputer.
"Yo, Kamu pulang naik apa ?" tanya Topan lagi.
__ADS_1
"Aku bawa motor Mas." jawab Yoan.
"Ooh.. Ya udah. Aku duluan ya." pamit Topan.
"Iya Mas." Yoan menoleh dan tersenyum pada Topan.
Yoan kembali fokus mengerjakan tugas kuliahnya. Sejam kemudian akhirnya selesia juga tugasnya. Dia langsung menuju operator untuk membayar.
"Berapa totalnya Mas ? Sama yang di print tadi." tanya Yoan.
"Warnet nya gratis Mbak. Maaf ya tadi sempet mati lampu. Ini yang di print total 10ribu." jawanb penjaga warnet.
Yoan memyerahkan uang 10ribu dan bergegas keluar menuju ke parkiran.
"Yoan.." panggil seorang lelaki.
"Mas Topan ? Kok belum pulang ?" tanya Yoan.
"Tadi udah pulang. Tapi balik lagi mau beli makan. Gue lihat kamu masih belum selesai jadi gue tungguin aja sekalian." jawab Topan.
"Ooh.. Gitu. Trus sekarang mau apa ?" tanya Yoan lagi.
"Temenin gue makan yuk. Gue traktir." ajak Topan.
"Hhmm.. Udah jam 6. Ya udah deh. Tapi aku gak bisa lama - lama ya. Jam 7 udah harus di rumah." kata Yoan asal.
"Oke siap. Cuma makan aja kok." kata Topan.
"Mau makan apa Mas ?" tanya Yoan.
"Lalapan aja deh. Yang enak dimana ?" Topan balik bertanya.
"Nanti aku tunjukin. Ayo aku bonceng." kata Yoan.
"Boleh. Nanti aku tunjukin jalannya. Deket sini kok." Yoan langsung membweikan kunci motornya pada Topan. Dia pun membonceng di belakang Topan.
Mereka sudah sampai di warung tenda lalapan dan pecel lele yang berada di tepi jalan itu.
Yoan dan Topan kompak memesan lalapan ayam dengan nasi uduk. Taklupa minumnya es jeruk manis.
"Mas lama di Malang ?" tanya Yoan.
"Sekitar 2 bulan lah. Ini masih magang soalnya. Nanti belum tau di tempatkan dimana." jawab Topan.
"Emang kerjanya apa sih Mas ?" tanya Yoan lagi.
"Gue magang sebagai wartawan." jawab Topan.
"Emang menjanjikan ya karir sebagai jurnalis ?" Yoan terus bertanya.
"Sebenarnya gue juga ada bisnis keluarga. Tapi masih dipegang sama Ayah dan Kakak tertua gue." kata Topan.
Obrolan mereka pun terhenti saat pesanan mereka datang. Keduanya fokus menikmati makanan yang tersaji di depan mereka.
"Yoan, boleh kan gue minta nomer ponsel kamu ?" tanya Topan.
"Boleh. Aku seneng bisa nambah teman." Yoan menyebutkan nomer ponselnya dan meminta Topan untuk misscall.
"Ya udah Kamu hati - hati pulangnya." kata Topan yang menunggu Yoan pergi terlebih dahulu.
"Mas, Mess nya dimana ? Aku anter deh." kata Yoan.
__ADS_1
"Di belakang situ. Emangnya gak ngerepotin ?" kata Topan basa - basi.
"Gak kok. Kan Mas yang bawa motornya." Yoan kembali menyerahkan kunci motornya pada Topan.
"Kapan - kapan gue ajak makan lagi mau ya ?" tanya Topan saat mereka sudah tiba di Mess.
"Boleh aja asal waktunya gak bentrok sama jadwal kuliah." kata Yoan.
"Oke deh." Topan sudah hendak berjalan pulang.
"Aku langsung pulang ya Mas. Makasih udah ditraktir makan." pamit Yoan.
"Iya. Hati - hati di jalan." kata Topan.
Yoan pulang dengan hati riang. Seakan pertengkaran dengan Ryan sang kekasih tak dipikirkan lagi olehnya.
Beberapa hari yang lalu Yoan dan Ryan sempat bertengkar karena Ryan ketahuan jalan berdua dengan mantan pacarnya di sebuah Mall.
flashback on
Yoan yang sedang menemani Mamanya belanja ke supermarket yang terletak di sebuah Mall tanpa sengaja melihat Ryan, kekasihnya sedang bergandengan mesra dengan seorang perempuan.Yoan hanya mengamati Sang kekasih yang sedang bercanda mesra dengan seorang cewek dri dalam supermarket.
Setelah membayar belanjaannya, Yoan mengikuti Mamanya berjalan menuju ke toilet. Yoan menunggu sang Mama di luar. Tak berapa lama, Ryan dan sang cewek pun menuju ke arah toilet. Terkihlat sang cewek masuk ke toilet meninggalkan Ryan yang kemudian beradu pandang dengannya.
Yoan hanya terdiam dan berusaha mengalihkan pandangannya.
"Yoan..." panggil Ryan.
Yoan masih diam, pura - pura tak kenal.
"Yoan... Aku bisa jelasin semuanya. Ini gak seperti yang kamu lihat." Ryan coba mengejar Yoan.
"Emang apa yang kamu mau jelasin ? Gak penting semuanya." kata Yoan.
"Yo.. Aku dipaksa buat jalan sama dia." kata Ryan.
"Aku udah gak peduli. Aku udah lihat sendiri semuanya dari tadi. Kalian mesra sekali dan itu tak terlihat seperti paksaan." kata Yoan dengan emosi.
"Tapi aku gak serius sama dia." Ryan masih coba membujuk Yoan.
"Udah gak usah banyak omong deh. Aku udha gak mau kenal sama kamu. Kita putus !!" kata Yoan lalu meninggalkan Ryan bersama cewek barunya.
Yoan lalu menghampirinya Mamanya yang baru keluar dari toilet dan segera mengajaknya pulang. Sundari yang tak mengerti apa yang terjadi pun hanya mengikuti keinginan sang anak.
Akhirnya mereka berdua bergegas meninggalkan Mall tersebut.
Sejak saat itu akhirnya Yoan memilih untuk keluar dari Flava Band. Dia tak sudi melihat muka lelaki playboy itu lagi.
flashback off
...***...
Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopi☕ 😁😁
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kishah cinta Sissy dan Rio.
Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Like 👍 Komen dan Vote ✌✌
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
__ADS_1
Makasih 🙏🙏🙏