
Amira dan Alif berisitirahat di kamar mereka setelah selesai acara resepsi.
"Kamu gak bersih - bersih dulu Mas ?" tanya Amira.
"Kamu dulu aja. Aku mau rebahan bentar." jawab Alif.
Amira lalu keluar dari kamar untuk membersihkan diri.
"Gak makan dulu Kak ?" tanya Rangga, adik Amira.
"Gak. Masih kenyang dek. Aku mau mandi dulu." jawab Amira.
Setelah selesai mandi, Amira melihat sang suami sedang duduk sambil mengobrol di meja makan.
"Mas, mau mandi sekarang ?" tanya Amira.
"Iya. Tolong bikinin minuman hangat dong." jawab Alif.
"Kopi atau Teh ?" tanya Amira lagi.
"Teh aja. Jangan terlalu manis." jawab Alif.
"Kamu gak ngopi Lif ?" tanya Bapak.
"Biasanya ngopi Pak. Cuma kan udah malam, nanti gak bisa tidur." jawab Alif lalu pamit ke kamar mandi.
Amira membuatkan Teh panas lalu membawanya ke kamar.
Amira lalu mengumpulkan kado dari tamu dan bersiap membukanya.
...(source : google)...
"Aku bantuin ya sayang." kata Alif yang sudah berada di belakang Amira.
"Duh Mas. Ngagetin aja." Amira mengusap dadanya.
"Maaf ya klo bikin kamu kaget." Alif langsung memeluk sang istri.
"Hhmm.. Mas, kalo mau bantuin jangan dibelakang aku. Sini." Amira menyuruh Alif berpindha ke sebelahnya.
"Aku maunya peluk kamu aja." bisik Alif ditelinga Amira. Seketika langsung membuat Amira berdesir.
"Apaan sih Mas. Sini deh." Amira menarik tangan Alif dari perutnya.
Alif hanya tersenyum melihat istrinya yang tersipu malu. Alhirnya Alif menemani Amira membuka kado.
"Alhamdulilah banyak juga ya kadonya." kata Alif.
"Iya. Banyak yang sayang sama kita." Amira menimpali.
"Aku yang paling sayang sama kamu." goda Alif sambil mencium pipi Amira.
"Mas.. Genit deh." protes Amira.
"Genit sama istri sendiri mah boleh dong. Ceilah.. Istri.." goda Alif.
"Iya Suami. Gak nyangka kita akhirnya sampai juga ke fase ini ya Mas." Amira memeluk lengan Alif.
__ADS_1
"Iya sayang. Abis ini kita akan punya anak yang banyak." kata Alif sambil membelai kepala Amira.
Begitu mendengar kata 'Anak', Amira langsung menjauhkan tubuhnya dari Alif.
"Kamu kenapa ? Takut sama Aku ? Aku udah jinak kok sayang, cuma gigit dikit." Alif menarik tangan Amira dan menciumnya.
"Aku cuma takut. Aku belum siap." kata Amira smabil menundukkan kepalanya.
"Aku akan tunggu sampai kamu siap." Alif mengangkat wajah Amira hingga menatapnya.
"Bener ya Mas ?" tanya Amira. Alif menggangguk dan menarik Amira dalam pelukannya.
"Asal jangan lama - lama ya." bisik Alif di telinga Amira. Amira hanya tertawa sambil mencubit perut Alif.
"Tuh kan kamu yang nakal, cubit perut segala. Nanti yang di bawah bangun, iri pengen dielus." goda Alif sambil melepaskan pelukan Amira.
"Dasar modus." kata Amira sambil berdiri dari lantai.
"Mau kemana ?" tanya Alif.
"Mau keluar. Di kamar mah banyak setannya." ucap Amira.
"Kalo udah halal mah bukan setan sayang, tapi malaikat." kata Alif sambil tertawa.
Mereka berdua pun keluar kamar dan bergabung dengan saudara Amira yang masih disana. Alif menuju ke teras bergabung dengan Bapak, sedangkan Amira ke ruang tengah, tempat sang ibu dan beberapa tantenya menyiapkan kotak untuk kue besok yang akan dibagikan ke tetangga.
"Loh.. Pengantin baru kok disini ?" tanya salah satu tante Amira.
"Emang harusnya ngapain ?" Amira balik bertanya.
"Harusnya kan berduaan di kamar sama suami. Romantis - romantisan, sayang - sayangan." jawab sang tante.
"Dosa loh kalo menolak melayani suami kita." Ibu mengingatkan.
"Tapi kan gak harus sekarang Bu. Masih banyak waktu." Amira coba membela diri.
"Kita tuh gak pernah tau. Suami kamu marah atau tersinggung ketika kamu secara gak langsung menolak dia." nasehat Ibu.
"Iya. Makanya sekarang nikmatin waktu berdua denagn suami. Layanin dia." tante Ita menambahkan.
"Lagian ini udah malam. Kalian pasti capek kan ?" kata tantenya.
"Iya sih. Tapi aku mau bantuin kalian dulu." kata Amira.
"Gak usah. Ini udah mau selesai." Ibu mengusir Amira agar pergi dari ruangan itu.
Amira pun bangkit dan menuju ke kamar dengan malas.
Dia langsung masuk dan merebahkan tubuhnya di ranjang. Karena memang sangat lelah, tak butuh lama, Amira sudah terlelap.
Saat Alif masuk kamar, dilihatnya Amira sudah tertidur lelap.
Alif pun menaikkan selimut untuk menutupi tubub sang istri. Lalu dia ikut berbaring di sebelah istrinya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Amira terbangun sebelum adzan subuh berkumandang.
"Mas, bangun. Udah mau subuh." Amira mengguncang lengan Alif.
__ADS_1
"Hhmm... Iya. Aku mandi dulu. Abis itu berangkat ke masjid." kata Alif lalu bergegas ke kamar mandi.
"Loh.. Lif. Udah bangun ?" tanya Ibu yang sudah sibuk di dapur.
"Iya Bu. Mau mandi trus subuhan ke masjid." jawab Alif.
"Oalah.. Pengantin baru kok rajin sekali ya. Biasanya masih malas - malasan di kamar." kata Tante Ita.
Alif hanya tersenyum menanggapi ucapan tante Ita.
Amira menyiapkan sarapan untuk suami dan keluarganya.
"Kamu rencana mau bulan madu kemana ?" tanya tante Rini.
"Kayaknya gak deh Te. Disini aja." jawab Amira.
"Loh.. Ya harus pergi dong. Biar cepet jadi." kata Tante Rini.
"Lusa kita mau ke tempat neneknya Mas Alif, mungkin ya sekalian bulan madu." kata Amira agar sang tante tak bertanya lagi.
Selesai sarapan, Amira dan Alif memilih masuk ke kamar, karena mereka juga masih cuti.
"Kamu mau bulan madu Yang ?" tanya Alif.
"Terserah kamu aja Mas. Tapi aku gak bisa cuti lagi." jawab Amira.
"Ya nanti kita bulan madu yang deket aja. Pas weekend." kata Alif.
"Iya. Tadi juga tante Rini nanyain. Aku bilang mau ke tempat nenek Mas sekalian bulan madu, biar gak nanya - nanya terus." kata Amira sedikit kesal.
"Yang sabar. Namanya juga orangtua." Alif coba menenangkan sang istri.
"Terus kapan aku buka kamunya ?" Alif sudah menarik tubuh Amira dalam pelukannya.
"Nanti malam aja. Ini masih pagi Mas." kata Amira.
"Emanf kenapa kalo pagi ?" Alif mulai membelai rambut Amira.
"Malu sama tante - tante. Nanti harus mandi lagi sebelum shalat dhuhur." jawab Amira smabil mencium pipi sang suami. Alif tak menyia -nyiakan kesempatan itu.
Ditariknya wajah sang istri dan di*****nya bibir ranum itu.
Alif mulai men***** dan me***** hingga terdengar d****** dari mulut Amira.
"Mas..." Amira menarik nafas saat bibir mereka menjauh.
"Iya.. Cuma pemanasan. Dilanjut nanti malam aja." kata Alif sambil mencium lembut kening Amira.
...***...
Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopi☕ 😁😁
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.
Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. Ada juga cerita baru "Tiga Dara". Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Like 👍 Komen dan Vote ✌✌
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
__ADS_1
Makasih 🙏🙏🙏