
#Hai reader kesayangan othor.. Insha Allah cerita ini akan segera Othor tamatkan. Doakan ya semoga othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar semakin semangat buat nulis.. #
Selamat Membaca πππ
...***...
Tepat 7 hari setelah melahirkan, Amira mengadakan aqiqah untuk anaknya. Yoan dan Zizi datang ke acara itu. Sayangnya Sissy tidak bisa hadir karena sudah kembali ke Bali.
"Hai busui.. Cantik banget sih ?" Zizi masuk ke ruang tengah dan menghampiri Amira yang sedang menyusui Hana sebelum acara aqiqah dimulai.
"Ngeledek deh. Gendut kayak gini dibilang cantik." protes Amira.
"Gemuknya orang habis melahirkan itu cantik loh. Punya aura yang beda." puji Zizi.
"Makasih ya Say. Kamu sama siapa ? Yoan mana ?" tanya Amira.
"Biasalah Yoan kan tukang ngaret." jawab Zizi sambil tertawa kecil.
"Kamu sendirian ?" tanya Amira lagi.
"Sama temen aku." jawab Zizi sambil menundukkan wajahnya untuk menyembunyikan wajahnya yang terasa panas.
"Cie.. Sama pacar ya ? Atau calon suami ?" ledek Amira.
"Gak tau lah Ra. Doain aja." kata Zizi malu - malu.
"Semoga lancar terus ya jalannya." doa Amira.
"Aamiin." Keduanya kompak mengaminkan.
"Hai girls. Udah ngerumpi aja." Yoan masuk ke dalam rumah langsung menyapa mereka.
"Kebiasaan deh Bu. Telat mulu." sindir Zizi.
"Maklum lah punya anak 2. Ribet nyiapinnya." Yoan beralasan.
"Mana Twinos ?" tanya Amira.
"Ada di luar sama Papanya." jawab Yoan sambil mendekati Amira dan Hana.
"Pasukan lengkap nih. Mantap." kata Zizi.
"Cantik banget dih anak kamu. Jadi mantu aku aja ya." Yoan mengelus pipi Hana yang tertidur kenyang.
"Mantu.. Baru juga 7 hari umur dia. Lagian mau buat Dafa atau Difan ?" Amira bertanya.
"Siapa ya boleh. Pokoknya harus jadi mantu aku." kata Yoan.
"Terserah mereka ajalah. Kita lihat aja besarnya nanti bakal gimana." kata Amira.
__ADS_1
"Iya juga ya. Perjalanan masih panjang gaes." kata Yoan dambil tertawa.
"Tuh tau sendiri. Suka aneh - aneh emang kamu nih." Zizi memukul bahu Yoan.
"Kamu juga nanti bikin anak cewek ya. Buat jadi mantu aku satu lagi." kata Yoan pada Zizi.
"Dih.. Yang gak mau susah. Sahabat sendiri mau dijadiin besan. Sekalian pesen buat Sissy juga." sindir Zizi.
"Biar lebih nyaman. Nanti deh kalo aku punya anak lagi, baru besanan sama Sissy." kata Yoan.
"Gila kamu." Zizi mencubit pipi sahabatnya itu.
"Eh.. ngomongin Sissy, dia gak datang lagi Ra ?" tanya Yoan.
"Gak. Kan baru beberapa hati lalu balik. Lagian dia nemenin aku pas lahiran juga." jawab Amira.
"Masih galau dia ?" tembak Zizi.
"Ya gitulah. Hidupnya selalu galau soal cowok. Sekarang juga udah galau lagi." kata Amira.
"Kasihan juga ya." kata Yoan.
"Kita doain aja dia segera dapat jodoh. Biar bisa nyusul kita berdua. Aamiin." kata Amira.
"Aamiin." Yoan dan Zizi mengaminkan.
"Abisnya Bocil ini tentunya." celetuk Amira sambil tersenyum.
"Udah. Diajak kesini katanya." Amira yang menjawab mewakili Zizi.
"Amira iih.. Ember bener ya mulutnya." protes Zizi.
"Yang mana Zi orangnya ? Anak mana ?" Yoan mencecar Zizi dengan pertanyaan.
Baru aja Zizi hendak menjawab, Rahayu masuk ke ruangan.
"Ayo Ra. Acaranya mau dimulai." kata Rahayu.
"Iya Bu." jawab Amira.
"Alhamdulilah. Save by Ibu." kata Zizi sambil berjalan keluar.
"Kamu masih utang cerita ya." Yoan mengejar Zizi keluar ruangan.
Mereka berdua melangkah menuju kursi yang tersedia. Yoan segera menghampiri suami dan twinos, sedangkan Zizi menghampiri Faisal yang duduk di belakang.
Acara aqiqah diisi dengan ceramah dari seorang ustad yang biasa mengisi ceramah di masjid komplek mereka. Setelah tausyiah singkat, Alif menggendong Hana berkeliling didampingi Amira yang membawa baki berisi gunting dan cawan berisi air untuk menyimpan rambut Hana yang sudah dipotong. Para tamu memotong sedikit rambut Hana dan mendoakannya juga.
"Cantiknya ponakan aku." Zizi menciumi Hana dengan gemas.
"Iya dong Tante. Cantik kayak Mamanya." Amira menjawab sambil menirukan suara anak kecil.
__ADS_1
"Ish.. Narsis banget deh Mamanya dedek Hana." kata Zizi.
"Hai tante.. Twinos mau kenalan sama princes cantik nih." Yoan menggandeng Dafa dan Difan mendekati mereka.
"Hai Kakak.." Amira mendekatkan Hana pada twinos.
Langsung saja keduanya berebutan memegang tangan Hana.
"Pelan - pelan dong sayang. Gantian ya pegangnya." kata Yoan.
"Gemes ya sama dedeknya ?" Zizi mencubit pipi Dafa. Twinos yang baru berumur setahun lebih hanya menatap pada Zizi.
"Ini temen kalian ya. Tapi adiknya belum bisa ngomong, masih digendong sama tante." kata Yoan pada twinos.
"Seneng ya punya temen baru." Amira mengusap kepala Dafa dan Difan bergantian.
"Nanti aja ya kalo udah besar baru taksir - taksiran. Tapi gak boleh berebut." kata Yoan.
"Semoga mereka berjodoh ya. Tapi salah satu aja." kata Amira.
"Kamu mau yang mana ?" tanya Zizi.
"Bingung yang mana nih ? Mukanya sama ini." jawab Amira sambil tertawa. Baby Hana yang sedang tertidur pun sedikit kaget mendengar suara tawa Mamanya.
"Pelan dong Ra. Anak kamu kaget nih." Zizi mengingatkan.
"Iya Maaf. Kelepasan." kata Amira.
"Jadi kamu mau pilih yang mana ?" kali ini Yoan yang bertanya.
"Terserah Hana aja. Kalo emang jodoh gak akan kemana." jawab Amira.
"Sayang banget Sissy gak ikut kumpul ya. Kangen loh bisa kumpul berempat." kata Zizi.
"Semoga aja Sissy bisa balik lagi ke Malang." kata Yoan.
"Iya. Kita bikin toko kue sesuai impian kita." Amira menambahkan.
"Aamiin..." ketiganya serempak mengaminkan doa Yoan dan Amira.
...***...
Bagi vote atau Bunga πΉ atau secangkir kopiβ ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.
Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. Ada juga cerita baru "Tiga Dara". Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
__ADS_1
Makasih πππ