
Hari ini pembagian rapor semester ganjil. Geng Pelangi lagi kumpul di kantin sambil menunggu orang tua mereka.
"Gaes, Minggu besok ulang tahunku mau dirayain. Kalian harus bantu aku ya." kata Zizi.
"Sweet seventeen nih. Kita jadi tamu ajalah." ujar Yoan.
"Iya. Kita mau duduk manis aja." goda Sissy.
"Jangan lah. Kalian harus bantuin aku. Acaranya juga biasa aja sih cuma kan perlu di dekor." kata Zizi.
"Garden Party Zi?" tanya Sissy.
"Iya. Kalian bantu dekor ya. Please." pinta Zizi.
"Siap lah. Pasti kita bantuin." jawab Amira.
"Kalian baju warna pastel ya. Pake gaun juga lebih bagus." usul Zizi.
"Gak mau ah kalo pake gaun. Aku pake celana aja kayak biasa." protes Yoan.
"Kamu mau ajak pacar kamu Yo?" tanya Sissy.
"Gak. Theo lagi liburan ke Bali sama keluarganya." Yoan menjawab dengan santai.
"Baguslah. Jadi gak ada yang boleh bawa pacar ya." ucap Zizi yang langsung membuat Sissy tersentak. Ketiga sahabatnya itu memang belum tahu kalo Sissy sudah resmi berpacaran dengan Edwin.
"Kalian pulang duluan ya. Aku mau rapat kelas dulu." Sissy bangkit dan menuju ke kelasnya. Sebenarnya itu alasannya saja. Sissy memang sudah janjian dengan Edwin untuk jalan - jalan ke Mall. Bahkan Sissy sudah membawa baju ganti.
"Udah nunggu lama Win?" Sissy memghampiri Edwin yang sedang menunggunya di depan kelas bahasa.
"Kalian mau kemana? Kok gak ngajak - ngajak?" goda Didan.
"Kita mau ada kumpul dengan teman SMP. Ya pastinya gak ngajak kamu lah." jawab Wdwin santai.
"Acara SMP atau mau kencan?" ledek Didan lagi.
"Terserah kamu ajalah. Ayo Si, udah ditunggu sama yang lain." Edwin menarik tangan Sissy menuju ke parkiran.
"Dah Didan." Sissy masih sempat melambaikan tangannya pada Didan yang manyun.
Sissy menunggu Edwin yang sedang mengambil sepeda motornya di parkiran.
"Si, Gimana kalo kita jalan - jalan ke Batu aja. Biar gak ada yang mergokin." usul Edwin.
"Boleh. Tapi jangan sampe sore ya." kata Sissy.
"Siap bos." Edwin menyerahkan helm ke Sissy.
Sissy berganti pakaian dengan kaos dan celana jeans. Mereka lalu melanjutkan perjalanan ke Batu.
Sissy dan Edwin memilih duduk santai di Alun - alun Batu. Mereka hanya mengobrol ringan saja. Jam 2 siang Edwin mengajak Sissy untuk pulang.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Sissy datang ke rumah Zizi sejak jam 7 pagi untuk mendekor taman yang akan dipakai untuk pesta ulang tahun Zizi. Acaranya sendiri diadakan jam 10 pagi.
__ADS_1
"Cie.. Kemarin aku lihat ada yang gandengan gitu jalan di Mall." Yoan melirik ke arah Sissy yang pura - pura gak tau.
"Yang bener? Siapa tuh?" Zizi mulai kepo.
"Tuh orangnya pura - pura sibuk niupin balon." kata Yoan.
"Sissy.. Kamu jadian sama siapa?" tanya Amira.
"Hehehe. Yoan nih buka rahasia aja." kata Sissy malau - malu.
"Cerita dong ke kita. Masa sama sahabat sendiri pake rahasia - rahasia." kata Zizi
"Iya aku cerita. Aku udah jadian sama Edwin." kata Sissy.
"Selamat ya Sayang. Jangan lupa traktirannya." Amira spontan memeluk Sissy.
"Tapi gak usah kasih tau siapa - siapa loh." pinta Sissy.
"Kalian backstreet?" tanya Yoan.
"Kita gak nutupin tapi kita juga gak mengiyakan. Hehehe." Jawab Sissy santai.
"Ooh begitu. Oke deh." ucap Amira.
"Oh iya. Edwin aku undang loh." ujar Zizi membuat Sissy kaget.
"Loh kok bisa?" tanya Sissy.
"Aku kan pernah sekelas sama dia pas kelas 2." kata Zizi santai.
"Iya kita juga paham kok." Yoan menjawab mewakili yang lain.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Acara ulang tahun Zizi berlangsung meriah. Banyak sekali teman yang datang memberinya kado. Untung bagi Sissy, karena Edwin tak datang ke acara itu. Bahkan Zizi memberikan potongan kue ketiga untuk Arif , teman sekelas yang juga pacarnya. Ini sekaligus sebagai pengumuman kalo mereka memang sudah berpacaran. Semuanya heboh karena selama ini Zizi dan Arif begitu pintar menyembunyikan status hubungan mereka. Bahkan ketiga sahabat Sissy pun baru tahu saat ini.
"Selamat ulang tahun sayang." Arif memberikan bunga pada Zizi sambil menyanyikan sebuah lagu untuk pacarnya itu.
"So sweet banget sih." gumam Amira.
"Pengen kan kamu. Makanya Mas Alif nyatain tuh terima aja." goda Yoan yang langsung membuat wajah Amira semburat kemerahan.
"Mas Alif gak pernah nyatain kalo suka sama aku kok. Kita hanya berteman aja." kata Amira.
"Belum aja Ra. Kelihatan banget kok jalo dia suka sama kamu." Yoan masih menggoda Amira.
"Ntar aku bilangin deh ke Mas Alif kalo kamu nungguin dia nembak kamu." Sissy ikut menggoda Amira.
"Jangan lah Si. Aku malu." Amira berkata pelan.
"Ya biar kita kompakan punya pacar semua. Tinggal kamu yang masih jomblo loh." kata Yoan.
"Lah emang kenapa kalo jomblo. Lagian aku mau fokus persiapan ujian dulu." kata Amira.
"Yakin nih?" Sissy masih menggoda Amira.
__ADS_1
"Yakin banget." jawab Amira mantap.
"Kayaknya ada yang gak kamu ceritain deh." Sissy melihat Amiar dengan pandangan menyelidik.
"Hehehe. Tau aja kamu Si." Amira menunduk menyembunyikan wajah merahnya.
"Apaan tuh?" Yoan mulai penasaran.
"Jujur ya. Sebenernya Mas Alif udah nembak aku." Amira menatao Sissy dan Yoan bergantian.
"Terus?" Yoan makin penasaran.
"Belum aku jawab. Aku bilang aku mau fokus ujian dulu. Kalo aku dah lulus SMA, dia aku suruh nembak aku lagi." Amira menjelaskan panjang lebar.
"Tapi kamu suka sama Mas Alif?" tanya Sissy.
"Iya. Cuma kamu tau kan aku gak terlalu pintar. Jadi aku mau konsen buat ujian dulu." jawab Amira.
"Betul juga sih. Orang lain fokus buat ujian, kita malah pacaran." Yoan menatap ke Sissy.
"Kita? Kamu aja Yo. Aku mah nyantei lah. Malah bisa belajar bareng." jawab Sissy.
"Sialan. Iya aku aja yang ribet. Semoga aja bisa lulus." kata Yoan.
Pesta ulang tahun Zizi berlangsung meriah dan lancar. Zizi dibantu ketiga sahabatnya sibuk membereskan sampah sisa pesta.
"Kamu juga ternyata jadian sama Arif gak bilang ke kita." Yoan langsung mencecar Zizi.
"Hehehe. Tadi aja aku udah deg - degan. Kirain aku yang ketahuan. Ternyata Sissy." Zizi cengengesan. "
"Berati traktirannya double nih." kata Yoan.
"Gak lah. Kita nraktirnya patungan aja." Sissy melirik Zizi.
"Betul. Lumayan bisa lebih irit." jawab Zizi.
"Curang ah." protes Amira.
"Yang penting kan ditraktir." jawab Sissy cuek.
"Iya deh." Amira akhirnya setuju.
"Sip. Minggu depan kita makan - makan lagi ya." usul Sissy.
"Asik. Yang penting makan gratisan." ucap Yoan.
"Dasar penikmat gratisan." ledek Zizi.
"Ah kamu juga gitu biasanya." balas Yoan.
Mereka pun tertawa berbarengan.
Mohon Likeπ, komen dan Vote ya..
Makasih πππ
__ADS_1