
Akhirnya Sissy kembali lagi ke Bandung setelah hampir 3 bulan membantu persiapan Pernikahan Ochy di Malang. Entah kenapa suasananya berubah. Mulai dari dirinya yang pindah kerja hingga sang kekasih Hedi, yang susah ditemui. Hingga hari kesepuluh Sissy di Bandung, Hedi tak kunjung menemuinya. Ada saja alasannya.
"Aa, kapan kita bisa ketemu. Kayaknya ada yang harus kita obrolin ini." kata Sissy saat menelepon Hedi.
"Aku belum bisa. Masih ngurus Teteh yang abis kecelakaan. Ibu juga lagi ngedrop." kata Hedi.
"Apa aku yang ke rumah kamu A ?" tanya Sissy lagi.
"Gak usah. Di rumah juga lagi ribet." tolak Hedi.
"Ya udahlah. Aku tunggu kamu ada waktu buat ketemu." kata Sissy sebelum mengakhiri teleponnya.
Sissy menarik nafas panjang setelah menelepon Hedi.
"Kamu kenapa Si ?" tanya Uci, teman kos sekaligus kakak kelasnya di kampus dulu.
"Aku lagi kesel nih Ci. Cowokku susah banget diajak ketemuan." kata Sissy.
"Yang sabarlah. Mungkin dia ada kesibukan lain." Uci coba menenangkan.
"Iya. Kakaknya abis kecelakaan." jawab Sissy.
"Tuh kan. Mungkin emang dia beneran sibuk." kata Uci lagi.
"Iya deh. Aku mau beres - beres barang dulu. Kamar bawah udah bersih. Aku pindah hari ini." kata Sissy.
"Iya maaf aku gak bisa bantuin ya soalnya masuk siang." kata Uci.
"Iya gak apa - apa Ci. Berangkat kerja gih,cari uang yang banyak." canda Sissy.
"Dasar loe. Enak yang libur." gerutu Uci.
Selama sepuluh hari ini Sissy menumpang di kamar Uci sampai ada kamar yang kosong.
__ADS_1
Saat ini Sissy bekerja sebagai waitress di resto Kemuning di Hotel Sun. Kebetulan Uci juga bekerja disana, di bagian pastry. Sissy juga dapat info lowongan kerja dari sang kakak kelas itu. Seharian ini Sissy sibuk memindahkan barangnya ke kamar kosong di lantai bawah.
Sissy langsung membereskan dan menata barangnya ke tempatnya. Setelah sore akhirnya semuanya beres. Sissy pun segera mandi dan bersiap untuk membeli makan di warung.
Setelah membungkus nasi, Sissy menyempatkan mampir di wartel (warung telekomunikasi, cukup hits pada jamannya) untuk menghubungi Hedi.
Sayangnya Hedi sedang tidak ada di rumah karena masuk kerja shift sore. Sissy akhirnya kembali ke kosannya.
"Apa - apaan sih A Hedi selalu ngehindar gini. Maunya dia apa sih ?" gerutu Sissy sambil menyantap makan siangnya yang terlambat.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Akhirnya Sissy berhasil membuat janji dengan Hedi. Dengan sedikit mengancam akan datang ke hotel tempat Hedi kerja jika gak mau datang kali ini. Sissy merasa ada yang sedang ditutupi oleh kekasihnya itu. Sepulang kerja Sissy berangkat ke sebuah kafe tempat janjian. Sissy memilih untuk memesan minuman. Tak lama Hedi datang dengan muka yang terlihat kusut.
"Maaf ya aku telat. Tadi beresin kerjaan dulu." alasan Hedi.
"Iya gak apa - apa. Aku udah pesan minuman. Kamu pesan dulu aja A." kata Sissy berusaha tenang.
"Gak usah deh. Kayaknya aku gak bisa lama - lama. Harus jagain Teteh sama Ibu." tolak Hedi.
"Apa maksudnya ?" Hedi balik bertanya.
"Ya bilang aja. Sebenarnya hubungan kita gimana sekarang ? Mau dilanjut atau gimaa ?" Sissy coba bersabar.
"Kok kamu tanyanya gitu ? Emang kamu maunya gimana ?" Hedi malah membalikkan pertanyaan.
"Kok malah balik nanya. Aa, cewek tuh gak ada yang mau digantungin." kata Sissy.
"Aku gak ada maksud kayak gitu. Aku cuma perlu waktu buat ngurus Ibu dan Teteh." kata Hedi tanpa berani menatap Sissy.
"Aku tau Aa sibuk dengan Teteh dan Ibu. Tapi aku juga harus diingat dong A." kata Sissy.
"Kamu harus ngertiin kondisi aku dong." Hedi bicara sedikit keras.
__ADS_1
"Aku udah berusaha ngertiin kamu. Tapi kamunya gimana ? Aku mau main ke rumahmu juga gak boleh. Gimana aku bisa ngertiin kamu." gerutu Sissy panjang lebar.
"Aku gak pernah larang kamu kok. Ayo kalo memang mau main ke rumah." kata Hedi coba membela diri.
"Gak perlu. Aku rasa kita udah gak usah pacaran lagi deh. Bahkan kalo perlu gak usah kenal lagi." Sissy sudah sangat emosi.
"Ya terserah kamu." jawab Hedi singkat.
"Oke fine. Makasih ya udah bisa kenal sama kamu selama 2 tahun ini." Sissy langsung berjalan menuju kasir dan membayar minumannya.
"Aku antar pulang Si." kata Hedi sambil memegang tangannya.
"Gak usah. Makasih. Aku bisa naik angkot." Sissy langsung berjalan keluar kafe tanpa menghiraukan Hedi yang terus memanggilnya.
Sissy langsung menyetop dan menaiki angkot menuju kosannya. Sissy memilih duduk di bagian paling belakang. Tanpa terasa airmatanya mengalir deras.
"Sial.. Kenapa aku masih saja menangisi pengecut itu." gumam Sissy dalam hati sambil mengusap airmatanya.
"Mulai sekarang aku harus fokus kerja bisar bisa cari uang yang banyak untuk menikmati hidup." Sissy coba memotivasi dirinya sendiri.
Sampai di depan gang kosan, Sissy turun dari angkot dan berjalan menuju ke kosannya.
"Welcome to the new me.. New life.. New job.. " Sissy bermonolog sendiri sambil merentangkan tangannya di jalanan yang kebetulan sedang sepi.
...***...
Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopi☕ 😁😁
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.
Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. Ada juga cerita baru "Tiga Dara". Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Like 👍 Komen dan Vote ✌✌
__ADS_1
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
Makasih 🙏🙏🙏