
#Hai reader kesayangan othor.. Insha Allah cerita ini akan update 3 hari sekali ya. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar semakin semangat buat nulis.. #
Selamat Membaca ππ
...***...
Keesokan harinya. Andre dan Keke keluar Villa untuk membelikan sarapan buat teman - teman mereka. Surabi oncom, Gorengan dan kopi panas menjadi pilihan untuk sarapan mereka.
"Hhmm.. Udah lama banget gak makan surabi." kata Uci sambil menggigit surabi oncom yang masih hangat.
"Masih anget lagi. Enak banget." Sissy tak mau kalah.
"Bisa ya nemu makanan ini di daerah sepi gini." kata Evan.
"Bisa lah. Di ujung jalan sana ada yang jualan. Lengkap sama gorengan juga." kata Keke.
Setelah sarapan Fikri mengajak Sissy jalan - jalan di sekitar Villa.
"Di ujung jalan yang dekat gapura desa ya ?" tanya Evan.
"Iya betul. Sebenarnya banyak pilihannya. Ada bubur ayam, nasi uduk." kata Keke.
"Kalo siang juga ada yang jual mie ayam dan baso." Andre ikut menambahkan.
"Wah.. Kita kesana yuk Yang." ajak Evan pada Uci.
"Boleh Yang. Jalan kaki jauh gak ?" tanya Uci.
"Jauh. Naik motor aja." jawab Keke.
"Kita ikut ya." kata Fikri sambil melirik pada Sissy.
"Iya. Aku mau makan mie ayam." kata Sissy.
"Kalian ikut gak ?" tanya Uci pada Keke dan Andre.
"Gak ah. Aku kan masuk sore, jadi pulang duluan." kata Keke.
"Katanya udah tukeran libur ?" Uci mengingatkan ucapan Keke kemarin.
"Oh iya ya. Kok aku bisa lupa." kata Keke sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Dasar udah tua." ledek Evan.
"Enak aja. Situ yang udah tua." canda Keke sambil tertawa.
__ADS_1
"Ya emang kalo itu mah." ucapan Evan langsung mengundang tawa yang lainnya.
Selesai sarapan Fikri mengajak Sissy berjalan - jalan ke taman. Dilihatnya sebuah ayunan panjang dan mainan anak lainnya. Dia pun mengajak Sissy untuk duduk disana. Fikri dan Sissy duduk bersebelahan di ayunan sambil mengobrol.
Lama kelamaan tangan Fijri mulai melingkar di pinggang ramping Sissy.
Sissy merasa risih dan menoleh protes pada Fikri tapi Fikri tetap memeluk pinggang Sissy dengan posesif.
"Fik, Kita balik ke Villa yuk." Sissy hendak turun dari ayunan tapi dicegah oleh Fikri.
"Bentar aja Si." bisik Fikri lirih
"Tapi aku gak nyaman kayak gini." protes Sissy.
"Kita kan udah pacaran 2 bulan tapi cuma pegangan tangan sama pelukan di motor aja." suara Fikri mulai terdengar parau.
"Emang mau ngapain ? Maaf ya aku gak mau." Sissy sedikit ngeri dengan perubahan suara Fikri.
"Ayolah Si. Cium dikit gak apa kan ?" rayu Fikri sambil memeluk bahu Sissy dengan erat.
"Gak mau Fik. Maaf." Sissy mencoba melepas tangan Fikri dari bahunya.
"Kamu gak sayang aku ?" tanya Fikri kesal.
"Ini bukan masalah sayang atau enggak. Tapi aku gak mau dipaksa kayak gini." jawab Sissy sambil sedikit menjauh setelah berhasil melepaskan pelukan Fikri.
"Entahlah. Hal kayak gini gak bisa dipaksain. Semuanya akan mengalir pada waktunya." kata Sissy sambil memeluk dirinya sendiri.
"Ayolah Si. Cuma ciuman aja kok." Fikri masih berusaha merayu Sissy.
"Kalau sikap kamu kayak gini, aku gak bisa bareng lagi sama kamu." tolak Sissy dengan tegas.
"Kamu mau mutusin aku ?" teriak Fikri sambil menatap tajam pada Sissy. Fikri tak menyangka Sissy berani berkata seperti itu. Emosi mulai menyelimuti Fikri.
"Aku gak bilang gitu Fik." Sissy menjawab dengan suara bergetar ketakutan.
"Kamu gak boleh mutusin aku. Kamu cuma boleh jadi milikku." Fikri mengangkat dagu Sissy agar menatap padanya
"Aku takut lihat kamu yang seperti itu Fik." Sissy kaget dengan sikap Fikri yang emosional.
Melihat sikap Sissy yang ketakutan padanya, Fikri pun kembali tersadar.
"Maafin aku Sayang. Aku khilaf." kata Fijri sambil berusaha memeluk Sissy. Tapi Sissy mendorong tangan Fikri. Fikri terus mengucap kata maaf hingga akhirnya Sissy mengangguk menerima permintaan maafnya.
"Kamu janji jangan kayak gini lagi ya." kata Sissy masih duduk menjauh dari Fikri.
"Aku janji Si." kata Fikri sambil berusaha meraih tangan Sissy.
__ADS_1
"Kamu jangan pernah memaksa aku untuk melakukan hal yang tak ingin aku lakukan." Sissy menegaskan kembali.
"Iya Si. Aku janji gak akan paksa - paksa kamu lagi." Fikri berhasil meraih tangan Sissy dan menciuminya dengan lembut.
Sissy kembali menarik tangannya dan memilih turun dari ayunan. Fikri mengikuti sang kekasih dari belakang tanpa banyak bicara.
Sampai di Villa, Sissy dan Fikri bersikap biasa di depan teman - temannya, Seolah mereka tak pernah bertengkar. Untungnya Sissy dan Fikri bukan tipe kekasih yang selalu berpelukan, bermesraan seperti kedua sahabatnya. Jadi sikap mereka tidak mengundang curiga yang lainnya.
Saat siang hari Mereka menikmati mie ayam di ujung jalan dekat desa pun, Sissy bersikap biasa saja pada Fikri. Lebih banyak Fikri yang bertanya dibandingkan Sissy.
Uci memperhatikan sedikit perubahan sikap Sissy. Sissy lebih diam daripada sebelumnya. Bahkan ucapan Fikri pun kadang direspon dengan malas.
Hingga saat mereka kembali ke Villa dan sedang membereskan pakaian di kamar.
"Loe kenapa Si ? Kok tiba - tiba jadi pendiam gitu ?" tanya Uci saat mereka sudah kembali ke Villa.
"Gak ada apa - apa. Semuanya biasa aja kok." jawab Sissy sambil tersenyum singkat pada sahabatnya itu.
"Loe gak usah bohong sama kita. Cerita aja." desak Uci. Keke pun ikut menatap padanya.
"Hhmm..." Sissy hanya menghela nafas panjang.
"Ayo Si. Ceritain aja ? Kamu lagi ada masalah sama Fikri ?" tanya Keke.
"Iya. Aku rasa ini pertama dan terakhir kalinya aku liburan bareng Fikri dan kalian." jawab Sissy tanpa menjelaskan alasannya.
"Maksud loe apa ?" Uci tak mengerti dengan maksud ucapan Sissy.
"Nanti aja aku ceritain pas di kontrakan." kata Sissy.
"Loe putus sama Fikri ? Atau loe mau pisah sama kita ?" Uci terus mendesak Sissy.
"Udah Ci, Biarin Sissy dulu. Nanti juga dia akan cerita sama kita." kata Keke coba memberikan ruang pada Sissy.
"Iya deh. Tapi janji ya nanti loe bakal cerita." kata Uci. Sissy hanya mengangguk menyetujui ucapan Uci.
...***...
Bagi vote atau Bunga πΉ atau secangkir kopiβ ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.
Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. Ada juga cerita baru "Tiga Dara". Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
__ADS_1
Makasih πππ