
#Hai reader kesayangan othor.. Insha Allah cerita ini akan segera Othor tamatkan. Doakan ya semoga othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar semakin semangat buat nulis.. #
Selamat Membaca πππ
...***...
Seminggu menjelang pernikahan Zizi dan Faisal. Mulai hari ini Zizi resmi dipingit. Hari ini Zizi menjalani rangkaian perawatan ditemani oleh ketiga sahabatnya. Zizi sengaja memanggil beberapa orang dari salon langganannya.
"Si, kamu beneran pindah dari Bali ?" tanya Amira.
"Belum Ra. Ini masih ngurus. Sebenarnya pihak resto gak ngijinin tapi aku udah gak betah juga." jawab Sissy.
"Gara - gara si cowok itu ya ?" Yoan ikut nimbrung.
"Ya gitu deh. Sekarang bahkan dia bikin kasus. Korupsi gaji karyawan." cerita Sissy.
"Ya ampun. Itu sih udah pasti gak bener. Lagian nunggu apaan lagi sih kamu ?" tanya Zizi.
"Ya harus nyelesaiin dulu soal resto lah. Apalagi supervisor yang satu lagi juga ikutan keluar, duluandia malahan. Akhirnya aku harus oper pekerjaan dan tanggung jawab ke penggantiku. Manajemen minta aku ngajarin semuanya dulu." kata Sissy panjang lebar.
"Samapi kapan kamu di Malang ?" tanya Yoan.
"Minggu depan aku udah balik lagi kesana. Semoga sebulan udah beres semua masalahnya." jawab Sissy.
Mereka melanjutkan perawatan tanpa obrolan lagi. Hingga gak terasa sudah 2 jam. Sissy bahkan sempat ketiduran saat di pijat aromatherapy.
3 hari menjelang hari H
Hari ini Sissy kembali menemani Zizi melakukan perawatan untuk terakhir kalinya sebelum akad nikah. Amira dan Yoan tak bisa ikut serta karena harus mengurus anak - anak mereka.
"Thanks ya Si, mau nemenin aku." kata Zizi.
"Sama - sama Zi. Lagian kan lumayan, udah lama aku gak creambath kayak gini." jawab Sissy sambil menikmati pijatan di kepala dan bahunya.
"Kamu gak ada rencana mau nyusul nikah juga ?" tanya Zizi tanpa basa basi.
"Nikah ? Mau banget Zi. Tapi calonnya gak ada. Emang mau nikah sama kambing ?" jawab Sissy sambil tertawa.
"Ya siapa tau mau di kenalin sama temenku, temen Yoan atau temen Amira ?" kata Zizi.
"Gak dulu deh. Biarin aja dulu. Luka kemarin aja belum sembuh, mau nerima yang lain. Kalem aja dulu Sis." kata Sissy sambil mencoba tersenyum pada sahabatnya.
__ADS_1
"Iya deh. Lagian kamu juga bakal balik kesini kan ?" Zizi bertanya lagi.
"Insha Allah. Aku mau selesaiin dulu urusanku disana. Baru balik kesini." jawab Sissy.
"Udah dapat gambaran mau kerja dimana ? Atau kita buka usaha aja." kata Zizi.
"Nanti ajalah mikirnya. Aku mau istirahat dulu sementara waktu. Nikmatin hidup dulu. Hehehe." Sissy terkekeh sendiri.
"Iya deh. Yang pasti kamu harus tau kalau kami selalu ada buat kamu." Zizi memegang tangan Sissy untuk menguatkan.
"Makasih ya." Sissy membalas genggamana tangan Zizi.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hari pernikahan tiba.
Pagi - pagi sekali Sissy, Amira dan Yoan sudah tiba di rumah Zizi. Akad nikah akan dilangsungkan di rumah. Kemudian dilanjutkan dengan resepsi malam harinya di ballroom hotel bintang 4 di dekat komplek perumahan mereka.
"Wah.. Calon pengantin kita cantik banget." Puji Sissy yang masuk ke kamar tempat Zizi rias bersama Amira dan Yoan.
"Kalian juga cantik. Tumben kamu datangnya bareng Yo ?" Zizi malah bertanya pada Yoan.
"Iya dong. Si kembar kan udah aku ungsikan ke rumah Uti nya." jawab Yoan.
"Dikit. Cuma gak nyangka aja bakal nikah hari ini." jawab Zizi.
"Gaya kamu masa gugup nya cuma sedikit. Pasti belum aja. Begitu nanti masuk ke tempat akad pasti bakal lebih dag dig dug." Yoan malah menakut - nakuti calon pengantin.
"Diam dong. Jangan bikin aku jadi panik." protes Zizi sambil melirik pada Yoan.
Yoan bukannya diam malah menertawakan Zizi yang semakin ketakutan.
"Becanda kali Cil. Santai aja. Harusnya yang lebih tegang ya calon suami kamu." kata Yoan sambil tersenyum jahil.
"Udah.. Udah.. Jangan berdebat. Pokoknya kamu tenang aja Zi. Perbanyak shalawat, Insha Allah semuanya lancar." Amira terpaksa turun tangan menengahi perdebatan kecil itu.
Setengah jam kemudian rombongan calon mempelai pria datang. Setelah serangkaian acara penerimaan, Faisal bersiap di tempatnya untuk melaksanakan ijab qabul.
Tak lama Zizi memasuki ruangan ijab qabul denagn diapit Amira dan Yoan serta Sissy di belakangnya. Zizi lalu duduk di samping Faisal, calon suaminya.
Acara berlanjut pada pembacaan ayat suci dan khutbah nikah. Setelah itu Faisal menjabat tangan Papi Edwin dan bersiap mengucapkan ijab qabul.
Papi Edwin membacakan Ijab dengan lancar lalu disambung oleh Faisal yang membaca qabulnya.
__ADS_1
βSaya terima nikah dan kawinnya Zivana Dyan Aurora binti Edwin Santoso dengan mas kawin yang disebutkan dibayar tunai.β ucap Faisal dalam sekali tarikan nafas.
"Bagaimana para saksi ?" tanya Penghulu.
"Sah.." jawab Saksi A dan B serempak yang langsung diamini oleh semua hadirin yang menyaksikan.
"Alhamdulilah.. Ijab qabul telah dilaksanakan dengan lancar. Mulai saat ini Ananda Zivana dan Ananda Faisal resmi menjadi suami istri." ucap Penghulu yang memandu ijab qabul.
Zizi sempat melirik pada ketiga sahabatnya yang duduk tepat di belakangnya. Ketiganya tersenyum haru pada Zizi.
Setelah menandatangani buku dan berkas nikah, Faisal lalu memberikan mahar pada Zizi.
Lalu keduanya sungkem pada kedua orangtua Zizi dan Faisal.
Setelah itu keduanya berdiri berdampingan untuk menerima ucapan selamat dari para tamu yang hadir.
"Selamat ya Cil." Yoan menyalami Zizi terlebih dahulu.
"Makasih Say." Zizi balas mencium pipi kiri dan kanan Yoan.
"Selamat Zi. Semoga menjadi keluarga yang Sakinah Mawardah Warohmah." Gantian Amira yang menyalami dan mencium pipi kiri dan kanan Zizi.
"Makasih Ra." Zizi balas memeluk Amira.
"Selamat ya Say. Semoga Samawa dan lekas diberi momongan." kali ini giliran Sissy yang mengucapakan selamat pada kedua mempelai.
"Makasih. Ayo cepetan kamu nyusul." goda Zizi.
"Iya Aku nyusul secepatnya. Tinggal nunggu calon mempelai prianya yang belum ditemukan. Hehehe." Sissy membalas dengan candaan.
Sebelum menuju tempat prasmanan, ketiganya berfoto bersama kedua mempelai.
...***...
Bagi vote atau Bunga πΉ atau secangkir kopiβ ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.
Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. Ada juga cerita baru "Tiga Dara". Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Like π Komen dan Vote ββ
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
__ADS_1
Makasih πππ