
1 tahun kemudian..
Amira kini sudah kuliah di tingkat 2, begitu juga ketiga sahabatnya. Meski tinggal di kota yang sama, kecuali Sissy, Mereka jarang sekali bertemu. Mereka bertemu setahun sekali saat Sissy pulang berlibur ke Malang.
Seperti hari ini, Amira dan kedua sahabat lainnya menjemput Sissy yang baru datang dari Bandung di Stasiun.
"Si, Gimana kabarnya ?" Amira menghampiri Sissy yang baru keluar dari dalam stasiun.
"Hai Girls. Alhamdulilah baik. Kalian gimana ?" tanya Sissy.
"Alhamdulilah baik. Bawaanmu dikit Si ?" Yoan membantu mengangkat tas Sissy menuju mobil.
"Iya dikit aja Yo. Kan disini masih ada baju. Ini juga isinya kebanyakan oleh - oleh buat kalian." jawab Sissy.
"Asik. Pesenanku ada kan Si ?" Zizi berusaha memastikan.
"Ada dong." Sissy mengedipkan sebelah matanya pada si mungil Zizi.
"Yuk lah. Kita makan dulu nih Si ?" tanya Amira.
"Boleh.Aku juga udah laper nih." kata Sissy.
"Oke. Berangkat.." Zizi sudah masuk ke mobil dan mulai menyalakan mesin mobilnya.
Mereka pun menuju warung pecel favorit mereka.
"Hhmm.. Udah lama banget gak makan disini." kata Yoan sambil menyuapkan nasi pecel khas jawa timur itu.
"Iya, enak banget ya." Amira tak mau kalah ikut menyuapkan lauk usus ayam ke dalam mulutnya.
"Kamu mah makanan apapun selalu aja enak. Rakus apa doyan Non ?" ledek Zizi.
"Itu namanya aku menghargai setiap makanan. Di kamusku makanan itu hanya enak dan enak banget." kata Amira sambil tersenyum.
"Emang ini pecel paling enak sih. Menu wajib yang harus dimakan saat ke Malang." kata Sissy sambil menghabiskan lauk Tempe goreng favoritnya.
"Ra, kamu beneran udah jadian sama Kak Alif ?" tanya Zizi memecah keheningan.
"Iya bener. Kemarin dia nembak aku lagi." jawab Amira sambil tetap fokus makan.
"Trus langsung kamu terima ?" tanya Zizi lagi.
"Iya. Kan dulu dia pernah nembak tapi aku gak mau jawab karena masih SMA." Amira memandang ketiga sahabatnya.
"Wah.. Traktir dong. Masa diem2 aja." goda Sissy.
"Beres. Tapi aku traktir pecel ini aja ya ? Akhir bulan nih, lagi bokek." kata Amira yang disambut anggukan oleh ketiga sahabatnya.
"Ceritain dong gimana nembaknya ? Romantis gak ?" tanya Yoan kepo.
__ADS_1
Amira tersenyum mengingat kejadian beberapa hari yang lalu.
flashback on
Hari itu Alif menjemput Amira di kampusnya.
"Ra, kamu udah selesai kuliahnya ?" Alif menghampiri Amira yang baru keluar dari kelasnya.
"Kak Alif ? Kok bisa disini ?" Amira heran melihat tetangganya itu.
"Mau jemput kamu lah." jawab Alif santai.
"Untung aja aku lagi gak bawa sepeda motor Kak." kata Amira.
"Iya aku tau kok kamu gak bawa motor ?" kata Alif.
"Kok bisa tau ? Turunan dukun ya ?" tanya Amira.
"Kan tadi pagi aku lihat kamu naik angkot di terminal." jawab Alif.
"Ooh.. Kirain." kata Amira.
"Ra, ikut aku yuk." ajak Alif.
"Kemana kak ?" tanya Amira.
"Aku mau ngajak kamu makan siang sekalian jalan - jalan." Alif menunggu Amira yang masih mematung di tempatnya.
Tak lama mereka pun sudah sampai di tempat makan di daerah Batu. Tempat makan itu memiliki pemandangan alam yang indah. Menyajikan sensasi makan di tepi sungai yang mengalir jernih.
Mereka pun menikmati makanan dan minuman yang sudah dipesan.
"Ra, Aku mau bilang sesuatu." kata Alif saat makanan sudah habis.
"Apa Kak ?" Amira meneguk minumannya.
"Kamu mau gak jadi pacar aku ?" Alif tiba - tiba mengeluarkan seikat bunga dan diberikan pada Amira.
"Kak ? Kakak nembak aku ?" tanya Amira tak percaya.
"Iya. Dulu kan kamu bilang belum siap pacaran. Sekarang sudah 3 tahun berlalu. Apa kamu mau menjadi pacar aku ?" Alif mengulangi kalimatnya sambil berlutut di hadapan Amira.
"Bentar Kak. Aku mau tanya Kakak balik." kata Amira.
"Apa itu Ra ?" Alif bangkit berdiri.
"Tujuan kita pacaran buat apa Kak ?" tanya Amira.
"Aku meminta kamu menjadi pacar aku tentu aja nantinya akan menjadi istri aku." jawab Alif tegas.
__ADS_1
"Kenapa harus pacaran ?" tanya Amira lagi.
"Aku hanya ingin membuktikan keseriusanku. Tapi kalo kamu ingin langsung menikah aku juga siap." Alif tersenyum sambil menunggu gadisnya berbicara.
"Gak Kak. Gak usah." Amira menundukkan pandangannya.
"Maksud kamu ? Kamu nolak aku ?" Alif mulai gusar dengan reaksi Amira.
"Maksud aku.." Amira sengaja menggantung jawabannya.
"Gak apa - apa. Kamu bilang aja. Apapun jawaban dari kamu, aku terima." Alif sedikit terlihat murung.
"Maksud aku.. Aku mau jadi pacar kamu. Tapi kalo untuk menikah aku belum siap." Amira tersenyum dan langsung mengambil bunga dari tangan Alif.
"Alhamdulilah. Kita resmi pacaran ya. Makasih ya." Alif langsung menggenggam tangan Amira dan menciumnya dengan lembut.
"Iya Kak." Amira tersipu malu. Alif pun reflek memeluk kekasihnya.
"Kak, malu dilihatin banyak orang." Amira berusaha melepaskan pelukan Alif.
"Maaf. Reflek." Kata Alif.
flashback off
"Wah.. Kak Alif romantis juga ya." kata Yoan setelah mendengar cerita Amira.
"Selamat ya Ra. Tinggal aku nih yang masih jomblo." Sissy memeluk sahabatnya itu.
"Aku juga masih jomblo kok Si. Kita sama." kata Zizi.
"Loh.. Kamu putus lagi ?" tanya Sissy.
"Iya." jawab Zizi singkat.
"Kali ini kenapa lagi ?" tanya Yoan seolah hafal kelakuan sahabatnya yang sering berganti - ganti pacar.
"Kak Ferry ternyata pemakai Yo. Aku gak suka." jawab Zizi.
"Astagfirullah say. Untung kamu gak sampe ikut terjerumus." kata Amira sambil mengusap lengan Zizi untuk menguatkan.
"Alhamdulilah. Dia digrebek di kosan temennya pas lagi make." kata Zizi.
"Ya udahlah. Masih banyak cowok diluar sana yang baik dan bener." Yoan coba menenangkan sahabatnya.
"Iya. Aku happy kok. Kan ada kalian." kata Zizi sambil memeluk ketiga sahabatnya.
Mereka pun berpelukan cukup lama, saling menguatkan satu sama lain. Seolah saling membagi kesedihan dan kebahagiaan satu sama lainnya.
Jangan lupa Like 👍 Komen dan Vote ✌✌
ajak juga teman yang lain buat ikut membaca ya..
__ADS_1
Makasih 🙏🙏🙏