Geng Pelangi

Geng Pelangi
Bandung (part 4)


__ADS_3

Pagi itu Tante Eti sedang menyiapkan bekal untuk makan siang mereka nanti. Rencananya mereka akan makan siang di kebun teh subang setelah mandi air panas di Ciater. Sissy dan ketiga sahabatnya ikut membantu memasukkan makanan ke rantang. Aki sudah bersiap menunggu Wawan dan Didin di teras rumah.


"Assalamualaikum Ki." Wawan dan Didin datang dan langsung mencium tangan Aki.


"Kalian lama sekali." protes Aki sambil bersedekap.


"Maaf Ki. Tadi ada panggilan alam." jawab Didi asal.


"Alasan aja kamu. Cepet angkatin perbekalan di dapur." perintah Aki.


Selain keluarga Om Odie, keluarga Om Ali juga ikut piknik ke Ciater.


"Kenapa jadi rombongan kayak gini Si?" bisik Amira saat melihat satu mobil datang lagi.


"Ya kayak gini deh kalo Aki ikut piknik. Pasti semua diajak. Ini masih untung keluarga Om Yana gak ikut." kata Sissy.


"Teteh sih kemarin pake ngajak Om Odie." gerutu Didi.


"Iya. Aku lupa. Maaf ya. Tenang aja nanti kita misah aja berendam nya." kata Sissy.


"Iya. Biasanya Aki milih ruangan privat. Kita mah di kolam renang aja." kata Wawan yang langsung disambut anggukan oleh yang lain.


Aki naik di mobil Om Odie sedangkan Sissy naik di mobil yang dibawa Didi bersama Wawan dan ketiga sahabatnya. Om Ali bawa mobil sendiri bersama dengan istri dan 2 anaknya.



Tiba di Ciater, Aki langsung menuju ke privat room bersama para orang tua. Sissy, ketiga sahabat dan sepupu nya menuju ke kolam sedang yang kebetulan tidak terlalu ramai.


Sissy dan ketiga sahabatnya benar - benar menikmati kolam air panas yang bisa membuat mereka lebih santai. Hanya sekitar 3 jam mereka disana.


"Anak - anak, ayo kita pulang. Aki udah capek." panggil Tante Eti. Mereka pun langsung menuju ruang bilas untuk berganti pakaian. Setelah itu mereka menuju ke kebun teh subang untuk menikmati bekal yang dibawa dari rumah. Ada berbagai makanan yang sudah disiapkan oleh Tante Eti. Selain itu Tante Ani, istri Om Ali juga membawa makanan. setelah makan Sissy dan sahabatnya memilih berjalan - jalan sebentar di kebun teh. Sedangkan si kecil Fea sedang bermain lari - larian dengan Diki, anak Tante Ani.


"Yo, aku seneng banget bisa ketemu sama kamu." kata Didi saat mereka berjalan mengitari kebun teh. Sissy dan yang lainnya berjalan di depan.


"Aku juga seneng Kak." Yoan tersipu malu.


"Aku tahu ini terlalu cepat, tapi kamu mau gak jadi pacar aku?" tanya Didi sambil menggandeng tangan Yoan.


"Kak, ini terlalu cepat." jawab Yoan kaget dengan pernyataan cinta Didi.


"Aku tahu. Tapi ya gimana lagi. Aku suka sama kamu Yo." kata Didi sambil menghentikan langkahnya dan memandang Yoan dengan lekat.


"Seperti kata kamu Kak. Ini terlalu cepat. Apalagi kita juga beda kota. Kita jalanin perlahan ya. Kita coba bangun komunikasi dulu." kata Yoan.


"Iya Yo. Kamu mau beri aku kesempatan kan?" kata Didi sambil mempercepat langkah mereka menyusul Sissy dan yang lainnya yang semakin jauh.


"Iya Kak. Kita coba jalanin dulu ya." Yoan mengikuti langkah cepat Didi kembali ke mobil.


Tak lupa rombongan mampir ke Jalan Cagak untuk membeli nanas dan oleh - oleh khas dari daerah Subang.


__ADS_1


"Girls, ini enak nih. Brondong." kata Sissy sambil menunjuk camilan manis itu.


"Boleh deh. Aku mau beli." kata Amira memilih camilan untuk oleh - oleh.


"Gak beli nanasnya?" tanya Didi.


"Gak lah. Gimana bawanya. Lagian di Malang juga ada nanas." jawab Yoan.


"Yawda kita beli buat dimakan di rumah aja ya. Ini rasanya enak loh, ada manisnya gitu." Sissy langsung memilih nanas yang terlihat enak.


"Iya deh." jawab Zizi sambil membayar belanjaannya.


Mobil mereka berjalan beriringan kembali menuju ke rumah. Hari sudah mulai gelap ketika mereka sampai di rumah. Sissy langsung membawa belanjaannya ke kamar. Dia membantu sahabatnya untuk membereskan bawaannya.


"Gak kerasa ya besok kalian pulang." kata Sissy dengan suara lirih.


"Iya kita pulang tapi tanpa kamu Si." kata Amira langsung menghampiri Sissy.


"Kamu baik - baik disini ya Si. Jangan lupa pulang ke Malang kalo libur." kata Yoan.


"Kalian jangan lupain aku ya." Sissy memeluk sahabatnya.


"Kita pasti kangen sama kamu Si." Zizi memeluk Sissy erat.


"Makasih ya untuk 4 hari yang indah ini. Akhirnya aku bisa berkeliling Bandung." kata Yoan sambil memegang pipi Sissy.


"Iya aku juga. Gak nyangka akhirnya bisa liburan ke Bandung. Kalo gak sama kamu pasti gak boleh deh." kata Amira.


"Tetap bersahabat sampai kapan pun ya." Sissy memeluk mereka bersamaan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Keesokan harinya mereka sudah bersiap untuk pulang ke Malang. Sissy ditemani oleh Didi mengantar mereka ke stasiun.


"Wah.. Bawaan kalian jadi beranak pinak gini." Didi terkejut melihat bawaan mereka yang banyak.


"Iya nih. Nambah satu tas buat oleh - oleh. Hehehe." kata Yoan.


"Kapan lagi kita ke Bandung kan ya." kata Zizi.


"Kapan - kapan main lah kesini." kata Tante Eti.


"Insha Allah Te." jawab Amira singkat.


"Kami pamit dulu Ki, Tante, Om. Makasih ya sudah kasih makan dan tempat tidur." kata Yoan mewakili sahabatnya.


"Sama - sama. Kalian juga anak yang sopan. Makasih udah jadi teman cucu Aki yang manja ini." Aki mengacak rambut Sissy.


"Sissy ngantar mereka ke stasiun dulu ya Ki." Sissy mencium tangan Aki diikuti oleh sahabatnya.


"Assalamualaikum." pamit mereka.

__ADS_1


"Waalaikumsalam." Aki menjawab dengan lirih.


Sampai di stasiun, Didi san Sissy membantu mengangkat koper dan tas milik mereka bertiga. Sissy ikut menata barang di kereta dan menunggu sambil duduk di kursi.


"Aku beli minum dulu disana ya." kata Yoan sambil turun bersama Didi.


"Kayaknya mereka pacaran deh." kata Zizi penasaran.


"Iya. Dari kemarin berduaan melulu." kata Amira.


"Ya gak papa lah. Kan sama - sama Single. Didi juga baik kok anaknya." kata Sissy tanpa bermaksud membela Didi.


"Kamu bilang gitu karena dia sepupu kamu." kata Zizi.


"Ya gak juga. Memang dia baik kok." kata Sissy lagi.


"Udahlah kita doain yang terbaik aja buat Yoan." Amira mencoba menengahi.


Sementara itu di tempat lain.


"Kamu jangan lupa hubungi aku ya." kata Didi sambil memegang tangan Yoan.


"Kakak yang harus telpon aku duluan." kata Yoan.


"Iya. Pasti aku telpon kamu." Didi langsung merengkuh Yoan ke dalam pelukannya.


"Aku tunggu ya Kak." Yoan tersenyum manis pada Didi.


"Pengen aku cium deh." Didi mencubit pipi Yoan gemas.


"Belum boleh dong." Yoan langsung kembali naik ke kereta.


"Lama amat beli minum doang." goda Zizi.


"Iya tadi antri." kata Yoan cuek.


"Antri apa pamitan dulu sama yayang?" Sissy ikut menggoda Yoan.


"Masih calon. Bekum tentu lulus jadi pacar." jawab Yoan sambil tersipu malu.


Terdengar pengumuman bahwa kereta akan segera berangkat. Sissy pun memeluk sahabatnya satu persatu dan bergegas turun dari kereta.


Dia pun dari luar kereta bersama Didi dan ikut melambaikan tangan saat kereta bergerak perlahan.


"Gak usah sedih ditinggal pacarnya. Kan besok bisa telponan." Sissy menyenggol lengan Didi.


"Calon pacar. Belum diterima." jawab Didi sambil berjalan menuju mobil.


Sissy langsung mengejar Didi menuju mobil.


Apa hubungan jarak jauh antara Yoan dan Didi akan berhasil?

__ADS_1


Mohon LikeπŸ‘, komen dan Vote ya..


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2