
Hari ini Edwin bersiap berangkat ke Semarang untuk memulai pendidikannya di Akademi Kepolisian. Sissy ikut mengantar kepergian Edwin.
"Kamu hati - hati disana ya. Semangat ya." Sissy berpesan sebelum Edwin berangkat ke Semarang.
"Iya. Kamu juga belajar yang rajin buat tes UMPTN nya. Jangan lupain aku ya." Edwin membelai lembut rambut Sissy.
"Kamu tuh yang harus telpon aku ya." Sissy tersenyum pada kekasihnya itu.
"Iya. Nanti pasti aku telpon." Edwin memeluk Sissy sekilas sebelum mereka berpisah. Sengaja tidak berlama - lama karena malu dilihat oleh keluarga Edwin yang ikut mengantar juga.
"Assalamualaikum." Edwin pamit pada Sissy dan tak lupa pamit juga pada keluarganya sebelum naik ke bis yang akan membawanya ke Semarang.
"Mau pulang bareng?" tanya Ibu Edwin pada Sissy.
"Gak usah Bu. Mau mampir ke rumah temen dulu." Sissy beralasan.
"Ya sudah. Hati - hati ya Nak. Kapan - kapan main ke rumah." pesan Ibu Edwin.
"Insha Allah Bu, Pak. Assalamualaikum." Sissy melangkah keluar terminal setelah mencium tangan Ayah dan Ibu Edwin.
Sissy menyetop angkot yang lewat dan langsung menaikinya. Sebenarnya jarak antara rumah Sissy dan terminal bus hanya 200m tetapi Sissy sengaja menuju Mall untuk membeli beberapa baju dan perlengkapan untuk dibawa ke Bandung. Rencananya Sissy akan berangkat ke Bandung bersama sahabatnya yang akan menghabiskan waktu liburan selama seminggu disana.
"De, Kamu gak papa berangkat sendiri?" tanya Mama yang ikut membantu Sissy mengemasi pakaiannya.
"Ya gak papa Ma. Kan bareng sama anak - anak juga." jawab Sissy.
"Ma, aku ikut lah ke Bandung." kata Arya ikut menghampiri mereka.
"Ngapain A. Gak usah lah." Jawab Mama.
"Sekalian ngantar Ade kan Ma." bujuk Arya.
"Ade kan sama sahabatnya. Ntar kamu malah ganggu lagi." kata Mama.
"Iya A. Aku bisa sendiri kok. Lagian gak enak sama anak - anak kalo ada Aa. Ntar mereka gak bisa bebas lagi." Sissy ikut memberi alasan.
"Iya deh. Tapi aku juga mau liburan ke Bandung Ma." kata Arya.
"Bukannya cari kerja yang bener malah liburan aja terus." protes Mama.
"Mau minta kerjaan ke Om Andri." kata Arya.
"Ya nanti aja kalo temen - temen Sissy dah pulang. Gak enak sama Aki kalo banyakan. Rumahnya juga pasti penuh." kata Mama sambil mengusap bahu Arya.
"Iya deh Ma." Arya pun memilih kembali ke kamarnya.
Keesokan sorenya Sissy yang diantar Mama dan A Arya menjemput ketiga sahabatnya. Sissy sengaja menyuruh mereka menunggu di rumah masing - masing agar bisa berpamitan juga sama orang tua masing - masing. Yang pertama di jemput adalah Yoan.
Mama sempat bertemu dengan Mama nya Yoan. setelah dari rumah Yoan, mereka menjemput Amira di rumahnya. Ada Ibu dan Bapak Amura yang ikut mengantar kepergian anaknya untuk berlibur. Ini kali pertama Amira pergi jauh tanpa keluarganya.
"Hati - hati disana ya Ra. Tante titip Amira ya Si. Tolong jagain." kata Ibu Amira saat Sissy berpamitan.
__ADS_1
"Siap Tante." jawab Sissy.
Terakhir mereka menjemput Zizi yang sudah menunggu di teras bersama Maminya.
"Kok lama banget sih? Aku udah nunggu dari tadi." omel Zizi sambil memberikan tas kopernya agar dimasukkan ke mobil.
"Iya tadi agak lama di rumah Amira. Maklum kan dia baru pertama kali pergi jauh tanpa keluarganya." jawab Sissy sambil melirik Amira.
"Ya maaf. Ibu khawatir mau ngelepas anak gadisnya liburan jauh. Hehehe." Amira menjawab dengan malu.
"Tante, kita berangkat dulu ya." pamit Sissy pada Maminya Zizi.
"Iya Non. Hati - hati di sana ya. Kamu jangan lupa telpon Mami ya Zi." kata Mami sambil memeluk Zizi.
"Iya Mi. Assalamualaikum." Zizi pun masuk ke dalam mobil.
Sampai di stasiun, mereka berempat langsung masuk dan naik ke kereta.
"Hati - hati ya De. Salam buat Aki dan Om Andri. Nanti Mama nyusul kesana kalo kamu udah masuk kuliah." pesan Mama sebelum Sissy berangkat.
"Assalamualaikum." Sissy memeluk erat Mamanya. Ini juga kali pertama Sissy tinggal jauh dengan Mamanya.
"Jangan nakal disana ya De. Jagain temen kamu juga. Jangan main terlalu jauh." kata Arya sambil mengacak rambut Sissy.
"Waalaikumsalam." jawab Mama dan Arya kompak.
Sissy masuk dan duduk di sebelah Amira. Di depannya sudah duduk Zizi dan Yoan.
"Asyik kita liburan. Bandung, i'm coming." kata Zizi dengan ceria.
"Baru juga naik masa udah tidur." protes Yoan.
"Iya juga sih. Ngapain dong kita?" tanya Amira.
"Gak tau. Bingung juga. Eh, aku lapar nih, minta rotinya." kata Zizi sambil membuka roti**y yang tadi mereka beli di gerai depan stasiun.
Sissy memilih untuk tidur karena semalam dia tak bisa tidur karena membereskan barangnya sampai larut malam.
Kereta berhenti di Yogyakarta. Sissy dan ketiga temannya terbangun.
"Si, antar ke kamar mandi. Mumpung berenti nih." kata Amira.
"Sama aku aja Ra. Kebetulan aku juga pengen pipis." Yoan menawarkan diri.
"Oke. Kita ke toilet dulu ya." kata Amira pada Sissy.
"Jangan lama - lama. Nanti ketinggalan." ucap Sissy sambil sibuk mencari makanan di tas bekal.
"Aku laper Zi. Makan yuk." Sissy mengeluarkan nasi ayam yang sengaja dibeli untuk bekal di perjalanan.
"Iya. Aku juga udah lapar." Zizi menerima satu kotak makanan dan menikmatinya.
__ADS_1
"Wah kalian curang, udah makan duluan." protes Yoan yang baru datang bersama Amira.
"Udah lapar. Kelamaan kalo nunggu kalian." jawab Zizi.
"Udah cepetan makan." Kata Sissy sambil memberikan kotak makanan pada Yoan dan Amira.
"Nih aku beliin jus di bawah tadi." kata Amira sambil menyimpan kantong berisi minuman di meja.
"Makasih ya Ra." Zizi langsung mengambil satu gelas jus dan meminumnya.
"Ke aku gak bilang makasih?" kata Yoan.
"Makasih Yo." kata Zizi.
"Sama - sama. Padahal kan Amira yang beliin. Hehehe." Yoan nyengir.
"Dasar. Kamu mah emang pelit." gerutu Zizi.
"Bukan pelit tapi hemat. Gantian lah nanti aja pas di Bandung aku beliin jus lagi." kata Yoan.
"Bener ya. Awas nanti aku tagih." kata Zizi.
"Alhamdulilah kenyang." Sissy mengelap tangannya dengan tisu basah dan mengambil jus dari meja.
"Abis makan trus ngapain Si?" tanya Amira.
"Ya kita tidur lagi lah. Hehehe." jawab Sissy.
"Yang ada pulang liburan langsung naik timbangan." gerutu Amira yang memang badannya paling berisi diantara mereka berempat.
"Ya mau ngapain lagi. Kita puasin tidur di kereta. Nanti kan di Bandung kita bakal keliling terus." kata Sissy lagi.
"Bener juga tuh kata Sissy." ujar Yoan.
"Sekarang kita tidur, nanti bangun udah nyampe di Bandung lah." kata Sissy sambil mengambil posisi yang nyaman untuk tidur.
Akhirnya jam 8 pagi mereka sampai di stasiun Kiara condong Bandung.
"Alhamdulilah kita sudah sampai Bandung. Bangun. Bentar lagi kita sampai stasiun Bandung." kata Sissy membangunkan ketiga sahabatnya.
"Udah sampai ya Si?" tanya Zizi sambil mengucek matanya.
"Iya. Yuk kita siapin barang kita." Sissy mulai menurunkan koper dan tas baju dari rak di atas kepala mereka.
Sissy dan ketiga temannya memilih keluar setelah yang lainnya. Mereka malas harus berdesak - desakan.
"Wah, stasiunnya aja bagus ya Si." kata Yoan kagum dengan dekorasi di stasiun.
"Iya gitu deh. Yuk, kita cari taksi." kata Sissy sambil menarik tas koper nya. Barang bawaan Sissy memang paling banyak karena dia akan tinggal di Bandung untuk kuliah. Itupun sebagian barangnya ada yang masih ditinggal dan akan dibawa oleh Mama saat berkunjung ke Bandung.
Gimana ya Liburan mereka. Ada keseruan apa saja?
__ADS_1
Mohon Likeπ, komen dan Vote ya..
Makasih πππ