Geng Pelangi

Geng Pelangi
(Sissy) Cinta Lokasi (3)


__ADS_3

Semenjak hari itu Sissy sering jalan bersama dengan Hedi. Hingga secara tak langsung mereka resmi berpacaran. Hanya saja Hedi meminta Sissy untuk merahasiakannya dari rekan kerja di hotel.


"Si, nanti aku tunggu di belakang kayak biasanya ya." bisik Hedi saat mereka berpapasan. Sissy hanya mengangguk tanda setuju.


"Si, cepetan kumpul dulu, udah ditunggu pak Wawan." teriak Sita, teman sesama trainee.


Sissy pun masuk ke ruang tempat briefing. Pak Wawan memimpin briefing dan memberikan tugas pada anak trainee dan parttime untuk menyiapkan piring, gelas, curtlery untuk acara nanti malam.


Sissy dan Sita menuju tempat penyimpanan piring untuk membersihkannya.


"Si, katanya kamu mau nginep di kosan aku ?" tanya Sita.


"Nanti dulu deh. Aku mau pulang ke rumah nenek dulu. Mumpung libur." jawab Sissy.


"Nenek kamu di Ujungberung kan ?" tanya Sita lagi.


"Iya. Kamu mau ikut ?" Sissy balik bertanya.


"Gak ah. Kan liburnya gak sama." jawab Sita.


"Oh iya ya. Ntar pulang dari Ujungberung deh aku nginep di kosan kamu." kata Sissy.


"Oke. Sekalian lihat jadwal minggu depan ya. Moga - moga aja bareng lagi shift nya." kata Sita.


"Deuh.. Cewek - cewek ini ngrumpi mulu ya." Yana masuk ke ruangan penyimpanan.


"Apaan sih Yan. Kita kan ngobrol sambil kerja. Kamu ngapain ?" tanya Sita.


"Nih mau ambil kain buat meja." jawab Yana.


"Ya udah sok sana cepetan." Sita malah mengusir Yana.


"Berani ya sama senior." Yana mengacak rambut Sita.


"Yana iih.. Rambut aku kan jadi berantakan." Sita merajuk.


"Biarin.. Biar gak asal kalo ngomong sama senior." canda Yana.


"Ehem.." Sissy berdehem.


"Apa loe. Sirik ya gue deket sama temen loe." ledek Yana.


"Ngapain Sirik. Tadi kita ngobrol protes. Sekarang kalian malah bercanda. Kapan kelarnya." protes Sissy.


"Bawel ah.. Sissy gak asik." gerutu Yana sambil keluar dari ruang penyimpanan.


"Kamu ada apa sama Yana ?" tanya Sissy.


"Biasa aja." jawab Sita malu - malu.


"Kamu pernah jalan kan sama dia ?" tanya Sissy lagi.


"Eh loe tau darimana ?" Sita kaget dan balik bertanya.


"Ada gosip yang beredar." jawab Sissy santai.


"Parah ya disini. Jalan sekali aja langsung digosipin." gerutu Sita.


"Ya kamu jalannya di Mall Dago sih. Harusnya yang agak jauh." kata Sissy.


"Bener juga ya. Banyak banget mata - mata disini." kata Sita.

__ADS_1


"Bukan mata - mata. Tapi kan memang Mall Dago deket dari sini. Ya pastilah banyak yang jalan - jalan disana." kata Sissy.


"Iya." kata Sita singkat. Mereka pun menyelesaikan pekerjaannya sambil diam. Masing - masing tenggelam dengan pemikiran sendiri.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Aa, besok nonton yuk." ajak Sissy saat sore itu Hedi mengantarnya pulang.


"Boleh tapi jangan di Mall Dago ya." kata Hedi.


"Iya gak apa - apa. Aku pengen nonton film yang lagi rame nih." kata Sissy.


"Ya udah. Besok begitu selesai langsung pulang ya." kata Hedi.


"Iya. Biasanya juga kamu yang lama." kata Sissy.


"Ya kan aku mandi dulu." Hedi memberikan alasan.


"Aku tunggu di taman Dago aja ya. Males nunggu di belakang." kata Sissy.


"Emang kenapa ? Kan jadi harus jalan lebih jauh." tanya Hedi.


"Kemarin aku nungguin disana, malah digodain sama satpam kantor depan." jawab Sissy.


"Ooh.. Iya deh kalo gitu." kata Hedi.


"Udah nyampe. Gak mampir dulu ?" Sissy menawarkan.


"Gak. Aku kan harus nganter Ibu ke dokter." Hedi menolak secara halus.


"Iya deh. Salam buat Ibu ya." kata Sissy basa basi.


"Salam dari calon mantu. Hehehe." kata Sissy malu - malu.


"Beneran ya aku sampein." goda Hedi.


"Terserah Aa aja." kata Sissy.


Sissy pun masuk ke dalam kosan nya setelah dipastikan Hedi sudah menghilang dari pandangan.


"Si.." panggil Lina.


"Apaan Lin ?" Sissy menghentikan langkahnya.


"Aku pinjem setrikaan dong." kata Lina.


"Boleh. Emang setrikaan kamu kenapa ?" tanya Sissy.


"Rusak Si. Aku belum setrika baju buat nanti." jawab Lina.


"Kamu masuk jam berapa emangnya ?" tanya Sissy lagi.


"Aku kan split Si. Nanti balik jam 6. Ada wedding soalnya." Lina mengambil setrika milik Sissy.


"Oh iya deh. Bawa dulu sana. Aku mau istirahat." Sissy mengusir Lina keluar dari kamarnya.


"Gaya banget sih loe." Kata Lina sambil mengomel sendiri.


Setelah Lina keluar, Sissy menutup pintu dan merebahkan tubuhnya di kasur. Rasanyahari ini lelah banget. Tak butuh waktu lama Sissy pun tertidur.


*tok.. tok.. *

__ADS_1


"Si... " panggil sebuah suara.


Sissy mengerjapkan matanya dan berjalan menuju pintu.


"Ada apa Teh ?" tanya Sissy pada teman kos nya.


"Ada telpon tuh." Teh Rani menunjuk ke arah telepon.


"Makasih ya Teh." kata Sissy.


"Halo."


"Kamu tidur Si ?"


"Iya A. Capek banget. Tadi moles piring banyak banget."


"Jangan dibiasain tidur abis ashar. Tunggu abis magrib sekalian.


"Iya A. Ada apa nih telpon. Udah selesai nganter Ibu ke dokternya ?"


"Iya Tadi aku udah selesai nganter Ibu.


" Trus kondisinya gimana ?"


"Masih gitu aja. Belum ada perubahan."


"Sabar ya A. Semoga Ibu lekas sembuh. Aamiin. "


"Aamiin."


"Aku cuma mau bilang, nontonnya gak bisa besok. Diundur ya. "


"Emang kenapa ?"


"Besok aku mau nganter Teteh ke Garut. Mertuanya meninggal."


"Innalilahi rojiun. Iya gak apa - apa. Bisa lain waktu."


"Makasih ya. Kamu jangan lupa makan ya."


"Iya Aa."


"Ya udah aku tutup. Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Sissy kembali ke kamarnya sambil menunggu waktu magrib tiba.


...***...


Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopi☕ 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah perjuangan cinta Sissy dan Rio.


Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..


Like 👍 Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..


Makasih 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2