
Akhirnya setelah 2 bulan menunggu, Sissy pun memulai kehidupan kuliahnya. Sissy tidak berhasil lulus UMPTN dan akhirnya kuliah di NHI. Tahun pertama Sissy masih mempelajari semua bidang di perhotelan. Sissy pun sudah dekat dengan beberapa teman sekelasnya. Tak butuh waktu lama Sissy sudah akrab dengan Wulan, Ika dan Pipit. Ika dan Pipit asli Bandung sedangkan Wulan berasal dari Bogor.
"Si, pulang kuliah anter ke B** ya. Mau cari baju." kata Pipit sambil menyebutkan nama sebuah Mall di Bandung.
"Boleh. Tapi jangan ampe sore ya. Rumahku kan jauh." jawab Sissy.
"Pastilah. Kan rumahku juga jauh dari sini. Hehehe." kata Pipit.
"Ajak Wulan sama Ika gak ?" tanya Sissy.
"Boleh aja kalo mereka mau ikut." jawab Pipit.
"Bentar aku tanyain mereka ya." Sissy beranjak menghampiri Ika yang sedang duduk di dalam kelas.
"Ka, nanti mau ikut gak ke B**." tanya Sissy.
"Ngapain Si ?" Ika balik bertanya.
"Itu si Pipit minta ditemenin beli baju buat acara keluarga." jawab Sissy.
"Boleh juga sih sekalian refreshing." kata Ika.
"Sip kalo gitu. Tinggal ngajak Wulan. Belum datang ya dia." Sissy memandang ke sekeliling ruangan.
"Biasalah tuh anak suka nelat." kata Ika.
"Iya deh. Nanti aja aku ngomong ke dia." kata Sissy.
Wulan datang sesaat sebelum dosen masuk ke kelas. Wulan tersenyum sekilas pada ketiga sahabatnya yang duduk di belakang sedanvkan dia duduk di bangku depan. Mereka pun mengikuti mata kuliah dengan tertib.
"Lan.. " panggil Sissy ketika kelas sudah usai.
"Apaan Si ? Gue pindah ke belakang dong." kata Wulan dengan wajah memelas.
"Suruh siapa datang mepet. Kursi di belakang udah penuh nih." kata Pipit sambil meleletkan lidahnya.
"Besok booking in bangku deket kalian dong." kata Wulan.
"Booking. Emang restoran di booking." kata Ika.
"Ya gak papa lah. Biar gue fak suntuk di depan sendirian." keluh Wulan.
"Oke deh siap. Tapi nanti pulang kuliah lu ikut kita ya." ajak Sissy.
"Emang mau pada kemana ?" tanya Wulan.
"Nih nganter nona besar ke Mall. Mau cari baju katanya." kata Ika.
__ADS_1
"Gaya lu. Pake shoping segala." ledek Wulan.
"Mau ada acara keluarga. Disuruh c Mama beli baju." Pipit menjelaskan.
"Acara apaan Pit ?" tanya Ika.
"Urang ge teu apal (Saya juga gak tahu). pokoknya disuruh ikut aja." kata Pipit.
"Wah. Lu mau dijodohon kali Pit. Hehehe." goda Wulan.
"Enggak lah." jawab Pipit ragu.
"Ya gak papa atuh Pit kalo dijodohin juga. Lumayan bisa nikah muda." kata Ika.
"Hoream teuing (Malas banget)." Pipit memonyongkan bibirnya.
...****...
Mereka berempat sudah masuk ke Mall terbesar di Bandung (pada saat itu). Pipit langsung mengajak ketiga temannya ke Ma****ri, toko retail yang terkenal itu.
"Ini bagus gak ?" tanya Pipit.
"Lucu Pit tapi warnanya gak banget. Pucat buat kamu." kata Ika.
"Yang ini aja Pit." Sissy menyodorkan sebuah baju.
"Bagus. Tapi bahannya tebel gini. Hareudang atuh (kepanasan dong)." gerutu Pipit.
"Ini aja Pit. Cocok buat kamu." Ika menyodorkan sebuah mini dress warna coklat.
"Gue juga suka nih." Pipit memeriksa harganya.
Lalu baju dikembalikan lagi ke tempatnya.
"Gak jadi beli yang ini ?" tanya Wulan.
"Harganya mahal say." bisik Pipit.
"Hadeuh.. Lama kalo gini mah. Keburu lapar gue." omel Wulan.
"Bentar lagi atuh. Kalo yang ini gimana ?" tanya Pipit mengambil sebuah baju.
"Bagus. Cocok. Harga ?" tanya Sissy.
"Cocok juga." Pipit tersenyum lebar.
"Akhirnya. Setelah bolak - balik ratusan kali." sindir Wulan.
__ADS_1
"Lebay lu. Ya udah gue bayar dulu. Abis ini kita makan. Gue traktir." Pipit melangkah menuju kasir.
"Mantap bener." kata mereka kompak.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Di Malang Yoan dan Amira kuliah di Universitas Muhamadiyah, kampus swasta terbesar. Mereka satu fakultas tapi beda jurusan. Sedangkan Zizi diterima di jurusan Bisnis di Universitas Brawijaya.
Pada semester satu ini Yoan dan Amira sering bertemu di perkuliahan umum. Tetapi mereka juga memiliki kesibukan masing - masing.
Yoan sibuk membentuk Band demgan teman se kelasnya. Sedangkan Amira aktif di ekskul rohis dan BEM di fakultasnya.
"Ra, lama gak ketemu ya." sapa Yoan saat tak sengaja mereka bertemu di kantin.
"Yoan.. Kangen aku sama kamu." Amira memeluk Yoan.
"Iya aku juga kangen sama kalian." ucap Yoan.
"Kapan dong kita nongkrong bareng." kata Amira.
"Ntar ajalah nunggu Sissy pulang liburan semester." kata Yoan.
"Oke deh. Kabarin aja ya." Amira membayar pesanannya dan kembali ke kelas.
Entah kenapa Yoan semakin menjauh dari mereka. Amira dan Zizi masih sering bertemu di kegiatan karang taruna. Sedangkan Yoan sellau saja sibuk manggung dengan Band barunya.
Seperti sore itu saat Zizi main ke rumah Amira.
" Aku tadi ketemu Yoan di kampus. Tapi dia cuek banget." lapor Amira.
"Emang dia kayak gitu kan Ra." kata Zizi.
"Ya tapi dulu kan dia gak cuel banget lah." keluh Amira.
"Ya lagi sibuk aja kali." kata Zizi lagi.
"Tadi aku ajak ketemuan. Tapi dia maunya nunggu pas Sissy pulang liburan aja." Amira berkata dengan lesu.
"Ya biarin ajalah. Emang dia sibuk banget sama Band nya." Zizi malah membela Yoan.
"Kamu sering ketemu Yoan ?" tanya Amira.
"Gak juga. Cuma kadang aku suka telpon ke rumahnya." jawab Zizi.
"Hhmm.." kata Amira singkat.
Jangan lupa Like 👍 Komen dan Vote ✌✌
__ADS_1
ajak juga teman yang lain buat ikut membaca ya..
Makasih 🙏🙏🙏