
Pagi itu Sissy dijemput Edwin ke sekolah. Hari itu ada rapat persiapan upacara kelulusan. Sissy dan Edwin mewakili kelas Bahasa bersama dengan 2 teman lainnya. Ternyata Arif juga ikut rapat bersama dengan 3 teman sekelasnya. Sissy langsung menyikut lengan Edwin pelan saat melihat Arif tampak akrab dengan temen sekelasnya yang bernama Dini.
"Win, kamu lihat kan?" bisik Sissy.
"Sstt.. Jangan berisik. Kita amatin aja dulu mereka." Edwin pun berbisik di telinga Sissy.
Selama rapat Sissy terus mengamati sikap Arif yang selalu menggoda Dini, teman sekelasnya. Sissy sudah tak sabar ingin melabrak Arif tapi Edwin menahannya.
Selesai rapat Edwin menghampiri Arif.
"Aku denger kamu putus sama Zizi?" tanya Edwin.
"Iya. Jangan bahas dia lagi lah" kata arif berusaha mengalihkan perhatian.
"Emang kenapa? Udah punya pacar yang baru?" tanya Edein lagi.
Sissy ikut menghampiri Arif dan Edwin.
"Bisa bisanya ya kamu baru aja mutusin sahabat aku langsung jalan sama cewek lain." kata Sissy halus tapi nyelekit.
"Ya suka - suka aku dong. Sahabat kamu aja yang cinta mati sama aku." Arif hendak pergi menjauhi Sissy dan Edwin.
"Dasar cowok matre." teriak Sissy yang didengar oleh beberapa anak yang masih ada di ruangan rapat.
"Maksud kamu apa?" Arif menghentikan langkahnya dan berbalik menghampiri Sissy.
"Kamu sengaja pacaran sama Zizi biar bisa dibayarin les kan?" ucap Sissy membuat Arif menahan amarah.
"Kalo iya kenapa memangnya. Temen kamu juga mau kok bayarin les aku. Dia aja yang bodoh. Hahaha." Arif malah menertawakan kebodohan Zizi.
"Sialan kamu. Dasar brengsek." maki Sissy yang makin emosi. Sissy hendak menampar Arif tapi ditahan oleh Edwin.
"Jagain tuh cewek kamu biar gak main tampar orang lain." Arif langsung pergi meninggalkan Sissy dan Edwin.
"Udah Si. Kamu yang sabar." Edwin menarik Sissy untuk duduk dan memberikan air mineral.
"Emosi banget lihat kelakuan dia. Kasian Zizi Win." kata Sissy.
"Iya aku tahu tapi jangan sampai malah kamu yang berantem sama Arif." kata Edwin.
"Iya. Maafin aku ya tadi gak bisa kontrol emosi." Sissy menghabiskan air minumnya.
"Iya iya. Yuk kita jalan - jalan aja biar kamu gak stress." Edwin mengajak Sissy untuk pergi.
Mereka menikmati Suasana di alun - alun Batu. Edwin membelikan Sissy kentang goreng dan jus mangga.
"Si, aku lusa harus ngurus registrasi di Surabaya. Mungkin disana selama 3 hari." kata Edwin.
"Hhmm.. Nginep dimana?" tanya Sissy.
__ADS_1
"Di Asrama Polri. Maaf ya waktu kita semakin berkurang." Edwin merasa bersalah harus meninggalkan Sissy selama beberapa hari.
"Gak papa. Itu kan demi cita - cita kamu juga." Sissy coba tersenyum.
"Sebenarnya aku juga gak pengen jadi polisi, tapi karena gak ada biaya buat kuliah juga ya lebih baik aku ikut Akpol. Lumayan bisa ringanin beban orang tua." Edwin sudah meraih tangan Sissy dan memegangnya erat.
"Ita aku paham. Tapi kamu ikut wisuda kan?" tanya Sissy lagi.
"Insha Allah. Tapi mungkin setelah itu aku akan fokus dengan Akpol." jawab Edwin sambil menunduk.
Sissy dan Edwin menghabiskan makanan mereka dalam diam. Keduanya larut dalam pikiran masing - masing. Hingga tak terasa hari sudah mulai sore, Edwin pun mengajak Sissy untuk pulang.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Geng pelangi lagi berkumpul di rumah Zizi. Mereka sedang menikmati rujak manis dan es kelapa muda.
"Beneran Zi. Hampir aja aku tampar tuh orang." gerutu Sissy mengingat kejadian di sekolah beberapa hari yang lalu.
"Udah gak papa Si. Aku udah gak mau ingat dia lagi." Zizi menyembunyikan wajahnya yang sudah memerah.
"Sabar ya Zi. Allah pasti akan ganti dengan lelaki yang lebih baik." nasehar Amira.
"Kenapa ya aku selalu dapat cowok yang matre. Bisanya morotin uang aku aja." Zizi mulai menangis.
"Itu emang ujian Zi. Kamu harus lebih hati - hari lagi. Jangan terlalu royal sama cowok." kata Sissy.
"Iya Zi. Kenapa harus nangis. Aku malah dapat pacar yang mesum" kata Yoan
"Sialan. Masih disegel ya. Tapi bener juga, Aku masih bersyukur belum diapa - apain sama dia." Yoan malah ikut menertawakan nasibnya.
"Padahal udah pengen tuh." ledek Sissy.
"Ya gak lah. Gak salah. Hahaha." ucapan Yian berhasil membuat Zizi tertawa.
"Sesama jomblo gak boleh saling menertawakan." kata Amira.
"Aku aja lah yang tertawa." celetuk Sissy.
"Cie.. Mentang - mentang punya pacar." sindir Yoan.
"Iya dong. Eh.. tapi gak tau sampai kapan." kata Sissy berubah sedih.
"Emang kenapa Si?" tanya Amira.
"Kan Edwin mau masuk Akpol. Aku juga pindah ke Bandung." keluh Sissy.
"Kan banyak pasangan yang LDR. Biasa aja kali." kata Yoan.
"Masalahnya dia masuk Akpol Yo. Gak bisa bebas telponan atau pulang ke Malang." jawab Sissy lesu.
__ADS_1
"Ya dijalanin ajalah. Lagian kita kan masih muda. Emang yakin bakal sampai nikah sama dia." tanya Amira.
"Maunya sih gitu Ra. Tapi ya gak tau juga bakal jodoh atau gak." jawab Sissy.
"Semoga kalian bisa jalanin semuanya." kata Zizi yang langsung diaminkan oleh yang lainnya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hari ini gladi resik untuk wisuda yang akan dilaksanakan 2 hari lagi. Sissy berangkat bareng dengan Geng nya karena Edwin masih di Surabaya mengurus keberangkatan ke Magelang minggu depan.
"Zi, lihat tuh ada cowok matre." bisik Yoan.
"Udah cuekin aja. Pura - pura gak kenal." kata Sissy.
"Ya aku gak bisa menghindar. Kan kita akan kumpul perkelas." kata Zizi yang terlihat tegar.
"Yawda sana. Good luck ya." Sissy menepuk bahu sahabatnya.
"Hai semuanya. Kita duduk berurutan sesuai absensi." kata Yogi sang ketua kelas.
Karena absensi Zizi paling terakhir dia pun duduk di bangku paling ujung, jauh dari Arif dan Dini yang duduk di barisan lebih depan.
Dia menatap Arif yang sengaja pindah duduk agar dekat dengan Dini.
"Bener kata Sissy, ternyata cowok matre itu dekat dengan Dini." gumam Zizi dalam hati.
"Gak tau malu banget sih mesra - mesraan disini." protes Vika.
"Sst.. Jangan keras - keras ntar kedengeran. Lagian kan ada Zizi." Bisik Yunita yang duduk di sebelah Zizi.
"Biasa aja kali. Aku mah gak masalah." jawab Zizi cuek.
"Maaf ya Zi. Kamu gak papa Zi?" tanya Vika sambil menatap Zizi.
"Gak papa. Lagian gak banget aku harus emosi sama cowok matre kayak gitu." Kata Zizi.
"Emang iya Zi" Yunita mulai penasaran.
"Iya. Dia sengaja pacaran sama aku biar bisa dibayarin les gratis. Selesai ujian ya udah langsunglah aku diputusin." Zizi sengaja bicara sedikit keras agar didengar oleh Arif. Benar saja Arif, Dini dan beberapa anak lainnya menoleh pada Zizi. Zizi pura - pura sibuk dengan tasnya.
"Dia denger tuh Zi" Bisik Yunita.
"Biarin aja. Emang kenyataannya gitu." kata Zizi lagi.
Akhirnya Arif menjauh dari Dini setelah mendengar beberapa anak mulai bergosip tentang dirinya. Zizi yang melihatnya pun merasa puas.
"Rasain kamu cowok matre. Suruh siapa mengusik Zivana." kata Zizi dalam hati.
Tuh, makanya kalian jangan pernah sakitin hati cewek ya kalo gak mau dipermalukan kayak gitu.
__ADS_1
Mohon Likeπ, komen dan Vote ya..
Makasih πππ