Geng Pelangi

Geng Pelangi
(Zizi) Cinta Pada Pandangan Pertama


__ADS_3

#Hai reader kesayangan othor.. Insha Allah cerita ini akan segera Othor tamatkan. Doakan ya semoga othor bisa terus menulis dengan lancar.


Jangan lupa bagi bunga 🌹atau kopi β˜• nya biar semakin semangat buat nulis.. #


Selamat Membaca πŸ“–πŸ“–πŸ“–


...***...


Zizi mengikuti acara pelatihan itu dengan santai, hingga tak terasa sudah hari ke 4.


Di hari keempat Acara pelatihan sudah mulai longgar. Bahkan hari ini acara hamya sampai jam 1. Setelah itu acara bebas.


Zizi menghubungi teman kuliahnya yang sekarang bekerja di Surabaya. Mereka janjian untuk jalan - jalan ke Tunjungan Plaza.


Zizi menunggu di lobby hotel. Tak lama temannya datang membawa mobil.


"Hai Zi. Apa kabar ?" sapa Adisty, teman kuliahnya.


"Hai Dis. Kangeen..." Zizi langsung masuk mobil dan memeluk temannya itu.


"Akhirnya kita ketemu lagi. Kamu gak berubah sama sekali Zi." puji Adis.


"Kamu tuh abis lulus kuliah ngilang." protes Zizi.


"Ya gimana lagi Zi. Aku langsung nikah setelah lulus kuliah." cerita Adis.


"Mana anak kamu ?" tanya Zizi sambil celingukan.


"Tuh di depan sama Papanya." tunjuk Adis. Zizi langsung terdiam malu saat menyadari melihat ada orang lain di mobil ini.


"Halo.. Kenalin saya Angga, suami Adis. Ini anak kami Alea." kata Angga dari kursi depan.


"Halo Mas." sapa Zizi malu - malu.


"Itu yang nyupir sepupunya Mas Angga, Faisal." Adis mengenalkan lelaki di kursi kemudi.


Lelaki itu mengganggukkan kepala sambil melihat Zizi dari kaca spion.


"Sombong amat sih cowok ini." gumam Zizi dalam hati.


"Cantik banget temennya Adis." gumam Faisal sambil memandang kagum pada Zizi.


Dua hati yang merasakan hal berbeda pada pandangan pertama mereka.


"Jadi ke TP kan ?" tanya Faisal memastikan.


"Jadi dong." jawab Adis.


Adis hanya tersenyum menyadari Faisal yang tertarik pada Zizi karena terlihat bolak - balik menatap sahabatnya itu dari kaca spion tengah.


"Kenapa kamu senyum - senyum sendiri ?" tanya Zizi sambil memukul paha Adis.


"Gak. Cuma lucu aja lihatnya." jawab Adis tak jelas.


"Lihat apa ?" tanya Zizi lagi.


"Ada deh." Adis tertawa kecil.


Faisal langsung melirik tajam pada Adis.


Sampai di parkiran Mall yang dituju, mereka keluar dari mobil dan berjalan menuju pintu masuk Mall. Adis berjalan menggandeng Alea.


Para lelaki berjalan di belakang.


"Aku mau sama Papa juga." kata Alea lalu menarik tangan Angga agar berjalan di sampingnya. Zizi memilih mundur dan berjalan di belakang bersama Faisal.


"Sini aja sama aku." kata Faisal.


"Iya." jawab Zizi singkat. Dia masih kesal dengan sikap jutek Faisal di mobil tadi.


"Kamu asli Malang ?" tanya Fahmi.

__ADS_1


"Iya. Aku lahir sampe kuliah di Malang." jawab Zizi.


"Orangtuaku juga tinggal di Malang loh." kata Faisal.


"Oh ya ? Tinggal dimana ?" Zizi mulai akrab dengan Fahmi.


"Di perumahan Pelangi." kata Faisal membuat Zizi terkejut.


"Yang bener ? Blok berapa ?" tanya Zizi.


"Blok N. Kamu tahu daerah situ ?" Faisal balik bertanya.


"Aku juga kan tinggal disana. Di blok A." jawab Zizi.


"Ya ampun. Dunia begitu sempit ternyata." kata Faisal sambil terkekeh.


"Akrab bener Pak ? Bu ?" ledek Adis.


"Iya Dis. Ternyata Kami tinggal sekomplek." kata Zizi sambil tersenyum.


"Wah.. Jodoh gak akan kemana ya ?" Adis makin gencar menggoda temannya itu.


"Apaan sih kamu." Zizi mencubit lengan Adis.


"Tinggal sekomplek eh.. ketemunya di Surabaya." kata Adis.


"Udah balik lagi ke Malang aja Mi." kata Angga.


"Ntar dulu. Kan belum kelar kuliahnya." kata Faisal.


"Masih kuliah ?" tanya Zizi kaget.


"Iya. Kuliah S2, tinggal sidang tesis." jawab Faisal.


"Ooh.. Semangat ya." kata Zizi.


"Tuh.. Udah dikasih semangat sama yayang." ledek Angga.


"Hahaha. Lucu juga kalian." kata Angga yang tangannya sudah ditarik Alea menuju tempat mandi bola.


"Kita tinggal dulu bentar ya." kata Adis menyusul anak dan suaminya.


Meninggalkan Faisal berdua dengan Zizi.


Untuk berapa saat mereka hanya diam merasakan kecanggungan.


"Zi.."


"Sal.. "


Keduanya memanggil bersamaan.


"Kamu dulu aja deh." kata Zizi.


"Aku boleh minta nomor ponsel kamu ?" tanya Faisal.


"Boleh. Buat apa ?" Zizi balik bertanya.


"Aku pengen kenal lebih dekat sama kamu." jawab Faisal tanpa basa basi.


Zizi lalu menyebutkan nomor ponselnya. Faisal pun segera mencatat dalam ponselnya.


"Nanti aku chat ya." kata Faisal.


"Iya." jawab Zizi sambil menunduk malu.


"Kamu ada acara apa di Surabaya ?" tanya Faisal.


"Ada pelatihan dari kantor." jawab Zizi.


"Berapa lama ?" tanya Faisal lagi.

__ADS_1


"5 hari. Besok sudah pulang lagi ke Malang." jawab Zizi.


"Ooh.. Sayang baru ketemu sekarang ya. Nanti deh kita ketemuan lagi di Malang." kata Faisal


"Emang udah mau pulang ?" tanya Zizi.


"Ini mau aku kebut. Bulan depan udah bisa pulang ke Malang kayaknya." jawab Faisal.


"Kabar kabari aja ya." kata Zizi.


Angga dan Adis bergabung bersama mereka.


"Cari makan yuk." ajak Adis.


Zizi mengangguk dan mengikuti Adis ke foodcourt.


"Gimana tesis kamu Mi ?" tanya Angga.


"Masih bingung sih. Tapi semoga lancar." jawab Faisal.


"Emang lebih susah kan penelitiannya." kata Angga.


"Berguru sama Zizi tuh yang udah selesai S2." kata Adis.


"Zizi juga lulusan S2 ?" Faisal menatap tak percaya pada Zizi.


"Iya. Aku udah lulus S2 Manajemen Bisnis." kata Zizi sambil tersenyum.


"Wah.. keren. Kirain cuma S1 kayak Adis." kata Faisal.


"Aku bareng pas S1, trus dia langsung nerusin S2." kata Adis.


"Tuntutan dari orangtua. Sebenarnya agak males juga belajar terus. Hehehe." kata Zizi.


"Mumpung ada kesempatan, sayang kalo dilewatkan." kata Faisal.


"Akhirnya begitu lulus dapat posisi bagus di kerjaan kan ?" kata Adis.


"Iya juga sih. Untung udah lulus S2." Zizi tersenyum.


"Udah lama kerja di kantor sekarang ?" tanya Faisal.


"Baru 3 bulan. Langsung disuruh ikut pelatihan." jawab Zizi.


"Baguslah buat nambah wawasan dan pengalaman." kata Faisal.


"Kalian berdua tuh cocok loh." Adis menatap Fahmi dan Zizi bergantian.


"Apaan sih Dis. Jangan suka gitulah." Zizi terlihat malu - malu.


"Iya. Sama - sama pintar, cantik, ganteng." Angga menambahkan.


"Tumben kamu muji. Pasti ada maunya ?" Sindir Faisal.


"Iya. Mau kamu menikah sama Zizi. Kasihan Tante Indy, anak lakinya keburu jadi bujang lapuk." kata Angga lalu tertawa lebar.


"Sialan. Awas kamu ya." gerutu Faisal.


Zizi hanya menunduk malu mendengar ucapan suami temannya itu.


...***...


Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopiβ˜• 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.


Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. Ada juga cerita baru "Tiga Dara". Kalian juga bisa buka di bio saya ya..


Like πŸ‘ Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..

__ADS_1


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2