Geng Pelangi

Geng Pelangi
(Amira) Parent Soon To Be


__ADS_3

#Hai reader kesayangan othor.. Insha Allah cerita ini akan segera Othor tamatkan. Doakan ya semoga othor bisa terus menulis dengan lancar.


Jangan lupa bagi bunga 🌹atau kopi β˜• nya biar semakin semangat buat nulis.. #


Selamat Membaca πŸ“–πŸ“–πŸ“–


...***...


"Yang, kamu hamil..." Alif berseru bahagia.


"Yakin Mas ? Kamu udah baca petunjuk dengan benar ?" tanya Amira.


"Iya sayang. Disini tertulis kalo muncul dua garis merah artinya positif hamil." Alif memperlihatkan pada Amira.


"Alhamdulilah. Akhirnya aku hamil juga Mas." Amira memeluk Alif dengan erat.


"Iya sayang. Akhirnya kita diberi amanah juga." bisik Alif sambil menciumi kepala Amira.


Mereka berdua masih berpelukan meluapkan kebahagiaan dan rasa syukurnya.


"Alif.. Ara... Kalian baik - baik saja ?" terdengar suara Alin dari balik pintu.


"Iya Ma." jawab Alif sambil berjalan menuju pintu.


"Istrimu gak apa - apa kan ?" tanya Alin khawatir.


"Gak apa Ma. Malah kami punya kabar baik." jawab Alif.


"Apa itu ? Jangan bilang istrimu hamil ?" tebak Alin.


"Ah Mama gak asik ah.." Alif kesal dengan tebakan benar Ibunya.


"Beneran Mama mau nambah cucu lagi ?" Alin tak memperdulikan Alif yang merajuk.


"Iya Ma. Alhmadulilah." Amura memberikan hasil tespek nya.


"Pantesan kamu pucat sekali. Apalagi mual dan pusing juga." Alin memeluk menantunya.


"Iya Ma. Setelah setahun lebih, akhirnya kami diberi amanah juga." Amira membalas pelukan Alin.


"Besok Mama temenin periksa ke dokter ya." kata Alin.


"Iya Ma. Makasih ya Ma." Amira kembali memeluk mama mertuanya.


"Ya ampun. Aku dicuekin dong. Padahal saya yang nanam sahamnya." protes Alif.


"Hahaha. Kamu tuh kayak anak kecil aja. Sini Mama peluk." Alin merentangkan tangannya.


"Gak ah Mending peluk istriku aja." Alif memeluk Amira.


"Awas ya kamu. Anak kurang ajar." Alin memukul lengan Alif sambil tertawa.


Keesokan harinya, Alif dan Alin mengantar Amira periksa ke dokter kandungan.

__ADS_1


"Ibu Amira Kurniawati. ." panggil perawat.


Amira masuk ke ruangan dokter ditemani Alif dan Alin. Alin sudah tak sabar mendapat kepastian mengenai kehamilan Amira.


"Ada yang bisa kami bantu Bu, Pak?" tanya Dokter.


"Kami ingin periksa kehamilan dok." jawab Alif.


"Boleh saya tahu kapan ibu terakhir haid ?" tanya dokter.


Amura pun menjawab setiap pertanyaan dokter itu.


"Silahkan Bu berbaring." perawat membantu Amira untuk naik ke tempat tidur.


Dokter segera memeriksa perut Amira.


"Bisa di USG sekalian Dok ?" pinta Alin.


"Bisa Bu. Kami siapkan dulu alatnya. Sus, tolong ya." kata Dokter.


Dokter mengeluarkan alat untuk melihat kondisi di dalam rahim Amira.


"Bisa dilihat, bulatan kecil ini adalah janinnya. Saya perkirakan usianya sekitar 9 minggu." dokter menjelaskan.


"Alhamdulilah. Jadi benar anak saya hamil ya dok ?" Alin ingin memastikan.


"Benar Bu. Selamat ya Bu, Pak." kata Dokter.


"Alhamdulilah sayang." Alif membelai kepala Amira.


Alif dengan telaten membantu Amira untuk bangun dan kembali duduk di kursi depan dokter.


"Ini saya berikan resep untuk menebus obat pencegah mual dan vitamin penguat kandungan." Dokter memberikan selembar kertas.


"Makanan apa yang baik untuk istri saya dok ?" tanya Alif.


"Produk susu, Gandum, Telur dan daging unggas, Ikan, Daging merah, Sayuran hijau, Buah-buahan, Kacang-kacangan." dokter menjelaskan.


"Kalo buahnya dok ?" tanya Amira.


"Alpukat, pepaya yang matang, dan jeruk. Selain kaya akan asam folat juga bagus untuk melancarkan pencernaan. Untuk mangga juga bagus katena mengandung Vitamin A dan C." dokter kembali menjelaskan.


"Makasih banyak dok penjelasannya." kata Amira.


"Sama - sama Ibu." balas dokter sambil tersenyum.


Ketiganya lalu keluar dari ruangan dokter.


"Kita langsung pulang Sayang ?" tanya Alif.


"Iya. Mampir ke rumah Ibu dulu ya Mas." jawab Amira.


"Kamu ada yang kepengen dimakan gak ?" tanya Alin.

__ADS_1


"Gak ada Ma. Belum ada." jawab Amira.


Mereka lalu meluncur ke rumah orangtua Amira yang masih berada satu komplek dengan rumah mertuanya.


"Assalamualaikum Bu." Amira memberi salam.


"Waalaikumsalam." Rahayu membukakan pintu.


"Bu, Lagi ngapain ?" tanya Amira sambil mencium tangan Ibunya.


"Lagi nyelesaiin jahitan. Tumben ini kok rame - rame ? Abis dari mana ?" Rahayu menyalami dan mencium pipi kiri dan kanan besannya itu.


"Duduk dulu lah Bu." Amira mendesak masuk.


"Eh iya, Ibu sampai lupa. Monggo masuk Jeng." Rahayu mempersilahkan.


"Kita abis dari dokter Bu." Alif menjawab pertanyaan Ibu mertuanya tadi.


"Siapa yang sakit ? Pak Azis ?" tanya Rahayu.


"Bukan. Sebenarnya gak ada yang sakit. Yang ada malah berita bahagia." jawab Alin.


"Maksudnya ?" Rahayu belum mengerti ucapan besannya.


"Alhmadulilah Amira hamil Bu." kata Alif.


"Yang bener ?" tanya Rahayu tak percaya.


Amira hanya mengangguk menjawabnya.


"Alhamdulilah. Akhirnya kamu hamil juga Nak." Rahayu langsung memeluk anak perempuan satu - satunya itu.


"Alhamdulilah ya Bu. Akhirnya aku hamil. Semua berkat doa Ibu sama Mama." kata Amira.


"Ini semua udah waktunya. Sudah berapa minggu ?" Rahayu mengusap peeut Amira yang masih rata.


"9 minggu Bu. Doain ya semoga sehat terus." kata Amira.


"Pasti. Insha Allah Ibu akan selalu berdoa untuk kalian semua." kata Rahayu.


Sekali lagi keduanya berpelukan bahagia.


...***...


pBagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopiβ˜• 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.


Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. Ada juga cerita baru "Tiga Dara". Kalian juga bisa buka di bio saya ya..


Like πŸ‘ Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..

__ADS_1


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2