Geng Pelangi

Geng Pelangi
(Yoan) Dosa Terindah


__ADS_3

Tak terasa hubungan Yoan dan Topan semakin dekat. Bahkan sekarang Topan sudah resmi memiliki bisnis di Malang.


Kesibukan Yoan sekarang, selain mengejar ketertinggalan kuliahnya juga manggung di acara pernikahan.


Hari ini Yoan ada acara menyanyi di pernikahan. Pulangnya pun malam hari.


"Yang, udah selesai ?" tanya Topan yang setia menjemputnya.


"Udah Yang. Kamu udah lama ?" Yoan balik bertanya.


"Enggak kok." jawab Topan sambil tersenyum.


"Kamu bohong ya Yang. Itu bekas puntung rokoknya banyak banget." kata Yoan sambil menunduk menatap ke arah puntung rokok yang berserakan di sekitar Topan


"Hehehe. Gak apa - apa kok. Demi cinta abang rela menunggu." gombal Topan.


"Ayo Mas. Kita pulang sekarang." kata Yoan sambil memakai helm dan naik ke boncengan


"Pulang ke kontrakan gue kan ?" tanya Topan.


"Iya dong. Kan udah malem." jawab Yoan sambil memeluk sang kekasih.


Karena sudah malam, Yoan menginap di kontrakkan Topan. Yoan juga sudah beberapa kali menginap di kontrakan Topan saat pulang malam setelah mengisi di acara pernikahan.


Sampai di kontakan, Topan langsung memarkirkan motornya dan membuka pintu kontrakannya. Yoan langsung masuk dan bergegas ke kamar mandi.


"Kebelet Yang ?" tanya Topan dari luar kamar mandi.


"Iya. Tadi gak sempet pipis, soalnya penuh toiletnya." teriak Yoan dari dalam kamar mandi.


Keluar dari kamar mandi, Yoan sudah mengganti celana panjangnya dengan celana pendek santai. Yoan lalu duduk di karpet sebelah Topan. Topan langsung merangkul dan memeluk erat sang kekasih.


"Kangen Yang. Udah lama gak peluk dan cium kamu." kata Topan sambil mengusapi wajah Yoan.


"Hhmm.." kata Yoan yang bibirnya langsung dibungkam oleh bibir Topan.


Berpelukan dan berciuman udah biasa dilakukan oleh mereka. Tapi ada yang berbeda malam itu. Entah kenapa terbawa suasana malam yang syahdu dan dingin membuat keduanya diselimuti hawa *****.


Dan malam itu untuk pertama kalinya mereka melakukan hal yang seharusnya belum boleh dilakukan.


Keduanya saling me******, Membelit dan menikmati proses pertukaran ludah itu. Hingga terus berlanjut saling meraba dan menyesap bagian tubuh lainnya. Hingga terjadilah hubungan ***** yang membuat Yoan kehilangan mahkotanya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Pagi harinya Yoan terbangun dengan rasa pedih di bagian intinya.


"Auw.." teriak Yoan saat berusaha bangkit.


"Kamu kenapa Yang ?" Topan reflek langsung bangun dan menatap pada kekasihnya.


"Aahh...." teriak Yoan saat menyadari tubuhnya tidak memakai apapun.


Topan yang kebingungan pun langsung menutup tubuh polos Yoan dengan selimut yang tergeletak di lantai. Topan segera memakai celana pendeknya dan mengambilkan minum untuk Yoan yang masih shock.

__ADS_1


"Apa yang udah kita lakuin Mas ?" tanya Yoan pada Topan.


"Maafin aku Yang. Aku udah merusak kamu. Aku gak sengaja." kata Topan sambil menciumi tangan Yoan.


"Kalo aku hamil gimana Mas ?" tanya Yoan yang masih ketakutan.


"Aku akan bertanggungjawab. Aku akan nikahin kamu." jawab Topan tanpa ragu.


"Tapi aku masih mau nyelesaiin kuliahku." kata Yoan yang sudah menangis tersedu - sedu.


"Kita akan menikah dan kamu tetap melanjutkan kuliah kamu." Topan menarik Yoan ke dalam pelukannya. Akhirnya Yoan pun mulai tenang dan menghentikan tangisannya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Setelah kejadian malam itu, hubungan keduanya makin lengket dan mesra. Topan sudah mendatangi kedua orangtua Yoan dan menyampaikan niatnya untuk menikahi Yoan.


"Nak Topan, kami menerima niat baik Nak Topan untuk menikahi Yoan. Tapi sebaiknya kalian tunda dulu hingga Mas Yogie menikah." kata Ayah Bambang.


"Iya. Pernikahan Yogie kan tinggal 3 bulan lagi. Kalian bisa menikah tahun depan." Mama Sundari ikut menambahkan.


"Iya Om, Tante. Saya ngikut aja." kata Topan.


"Nanti setelah pernikahan Yogie, kamu bisa bawa orangtua kamu untuk melamar Yoan secara resmi." lanjut Bambang.


"Iya Om. Terima kasih." kata Topan.


Setelah bertemu dengan orangtua Yoan, Topan pun pamit untuk pulang.


Yoan lebih banyak berdiam diri di kamarnya. Diamenyesali perbuatan yang sudah dia dan Topan lakukan.


"Sedikit pusing aja Ma. Masuk angin kayaknya." jawab Yoan sambil terus menunduk.


"Kamu jangan sering ngambil job nyanyi malam - malam dong. Jadinya masuk angin kan ?" Sundari mengusap lembut rambut pendek Yoan.


"Sayang Ma. Sekarang lagi banyak acara pernikahan." kata Yoan.


"Kamu tuh harusnya kuliah yang bener, soal nyanyi kan cuma hobi aja." Sundari coba menasehati.


"Iya Ma. Nanti aku bilang sama Mas Galih buat cari penyanyi buat gantiin aku." kata Yoan.


"Iya. Kamu istirahat dulu aja. Mama bikinin sop ayam ya." kata Sundari.


"Iya Ma." jawab Yoan singkat.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Tak terasa sudah seminggu berlalu sejak kejadian malam 'panas' itu. Yoan masih menghindar dari Topan. Dia butuh waktu untuk bertemu dengan kekasihnya itu. Yoan pun tidak menerima job menyanyi dan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Untungnya saat ini sedang libur semester. Jadi kuliahnya pun sedang libur.


"Assalamualaikum Yo." terdengar suara si mungil Zizi di depan pintu.


"Waalaikumsalam. Zizi.. Kangen.." Yoan langsung memeluk sahabatnya itu.


"Iya. Aku juga kangen. Rumah kok sepi ?" tanya Zizi.

__ADS_1


"Mama lagi ke rumah Bude. Sepupu aku mau nikah." jawab Yoan.


"Lah.. Mas Ogie juga mau nikah bentar lagi kan ?" tanya Zizi.


"Iya. Tapi kan abis Amira. Nih, minum ini aja ya Cil." Yoan meletakkan teh kemasan di depan Zizi.


"Makasih. Tau aja aku lagi haus." Zizi lamgsung meneguk minumannya.


"Tumben kesini Cil ?" tanya Yoan.


"Nih.. Aku mau nganter seragam buat kamu dari Amira. Bikin kebaya aja." Zizi menyerahkan kain brokat buat Yoan.


"Iya deh. Bawahnya bebas ya." tanya Yoan.


"Bebas." jawab Zizi.


"Oke deh." kata Yoan.


"Kamu kok kurusan sih Yo. Lagi ada masalah ?" tanya Zizi.


"Gak ada. Biasa aja kok." jawab Yoan.


"Ooh.. Kirain kenapa. Abis matamu bengkak, kayak abis nangis." kata Zizi yang langsung membuat Yoan terdiam.


"Gak. Aku gak boleh cerita kejadian itu sama Zizi. Biar aku simpan sendiri aja." gumam Yoan dalam hati.


"Gak kok. Kemarin sempet masuk angin katena sering pulang malam." kata Yoan.


Mereka pun ngobrol dan melepas kangen selama beberapa saat. Hingga sore hari, Zizi pun pamit pulang.


"Aku pamit pulang dulu ya Yo." pamit Zizi.


"Makasih ya Cil. Kamu mampir ke rumah Sissy ?" tanya Yoan sebelum Zizi masuk ke mobilnya.


"Gak. Kebaya Sissy sekalian aku jahitin. Ukurannya udah dikirim sama dia." kata Zizi.


"Oke deh. Hati - hati ya." Yoan menatap mobil Zizi yang melaju meninggalkan rumahnya.


...***...



Baca juga cerita terbaru Othor...


...*** ...


Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopi☕ 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.


Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. Ada juga cerita baru "Tiga Dara". Kalian juga bisa buka di bio saya ya..


Like 👍 Komen dan Vote ✌✌

__ADS_1


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..


Makasih 🙏🙏🙏


__ADS_2