
Semakin hari hubungan Yoan dan Topan semakin dekat. Bahkan mereka pun sering bermesraan saat hanya berduaan di rumah Topan.
Bahkan Yoan mengajukan cuti kuliah tanpa seijin orangtuanya.
Seperti hari ini pun Yoan pamit kuliah tapi sebenarnya dia berniat pergi ke rumah Topan.
"De, kamu gak bisa ijin kuliahnya ?" tanya Mama Sundari.
"Emang kenapa Ma ?" Yoan balik bertanya.
"Anterin Mama ke rumah Bude Sri. Mau ngasih undangan buat nikahan Mas Ogie." jawab Sundari.
"Yoan gak bisa Ma. Sore aja deh Yoan anter." kata Yoan.
"Ya sudah. Mama tunggu nanti sore." kata Sundari.
"Iya Ma. Yoan berangkat dulu." pamit Yoan sambil mencium tangan Mamanya.
"Hati - hati di jalan." kata Sundari.
Yoan segera melajukan motornya menuju ke rumah Topan.
"Kok lama sih Yang." Topan sudha menunggu di teras rumah.
"Iya Yang. Tadi Mama minta anter ke rumah Bude Sri." jawab Yoan yang langsung masuk ke dalam rumah.
"Trus gak kamu antar ?" tanya Topan lagi.
"Nanti sore aku antarnya." Yoan duduk dan menyomot gorengan di meja.
"Udah dingin ya gorengannya. Kamu sih lama." kata Topan.
"Gak apa. Masih enak kok." kata Yoan.
"Aku kangen sayang. Udah lama kan ?" Topan memeluk Yoan dari belakang.
"Hhmm.. Aku juga kangen." Yoan berbalik dna mencium pipi sang kekasih.
"Masa cuma cium di pipi aja ?" protes Topan.
"Emang mau cium dimana lagi ?" pancing Yoan dengan genit.
"Disini dan disini." Topan menunjuk bibir dan 'junior' nya.
__ADS_1
"Iih.. Itu mah enak di kamu." protes Yoan tapi tetap mengecup sekilas bibir Topan.
"Emang kamu gak suka ?" rayu Topan sambil mencium leher Yoan. Tangannya pun mulai aktif meremas pa****ra Yoan.
"Suka sih." jawab Yoan sambil terbata - bata karena gerakan tangan Topan di pa****ranya.
"Baru dipegang aja udah lemes. Apalagi kalo disedot." goda Topan sambil menyusupkan tangannya di balik baju Yoan.
"Aahh... Mas.." Yoan men***** saat tangan Topan memainkan puncak pa****ranya.
Bibir Yoan langsung dibungkam oleh bibir Topan dan meng*****nya dnegan ganas.
Topan mulai membuka kancing kemeja Yoan satu persatu. Bibirnya juga sudah mulai turun menuju ke leher Yoan.
De***** dan er***** semakin terdengar dari mulut Yoan. Topan mulai merebahkan Yoan di kasurnya dan menciumi bukit indah milik Yoan.
Topan mulai melucuti pakaian Yoan dan pakaiannya sendiri hingga keduanya polos tanpa busana.
Suasana sangat panas di rumah itu. Yoan dan Topan lagi - lagi melakukan hubungan terlarang untuk kesekian kalinya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Beberapa hari kemudian Yoan dan Topan kembali melakukan hubungan ***.
"Iya Yang. Aku juga lagi mau pulang ke Jakarta dulu." kata Topan.
"Lama di Jakarta nya ?" tanya Yoan.
"Gak. Yang pasti aku akan datang pas nikahan Mas Ogie." jawab Topan sambil membelai kepala Yoan dengan lembut.
"Iya. Kan udah disiapin batik buat kamu." kata Yoan sambil memainkan jarinya di dada Topan.
"Yang, jangan mancing - mancing dong." keluh Topan.
"Apa sih Yang ? Aku kan cuma ngelus dada kamu aja." kata Yoan sedikit menggoda.
"Awas ya aku balas. Suruh siapa bikin 'junior' bangun lagi." Topan langsung menyingkirkan selimut dan menindih Yoan. Mereka pun kembali melakukan hal 'itu' lagi.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Hoek.. hoek.." Yoan sedang muntah - muntah si kamar mandi.
"Kamu kenapa Dek ?" tanya Yulia.
__ADS_1
"Perutku eneg Mbak." jawab Yoan.
"Kamu kecapekan kayaknya. Dari kemarin kan sibuk bantuin Mama." kata Yulia yang bantu memijit tengkuk Yoan.
"Ita kayaknya. Aku mau bikin teh panas dulu deh." jata Yoan menuju ke dapur.
"Abis ini kamu tidur aja dek. Biar besok bisa fresh." kata Yulia.
"Iya Mbak." jawab Yoan singkat.
Keesokan harinya Yoan sudah berdandan sejak pagi. Hari ini adalah hari pernikahan Mas Yogie, kakak lelaki Yoan.
"Dek, kamu kok pucat sih ?" tanya Yenny.
"Masa sih ? Aku kan udah dandan." kata Yoan.
"Iya. Aku tambahin blush on ya, biar lebih segar." Yenny mengulaskan blush on di pipi, dagu dan kening Yoan.
Yoan dan Yenny lalu menuju ke mobil yanga akna membawa mereka ke rumah calon istri Mas Yogie.
"Kok mobilnya bau sih ?" protes Yoan smabil menutup hidungnya.
"Ini kan parfum kopi kesukaan kamu Dek." kata Yulia.
"Masa sih ? Kok aku pusing ya cium baunya." kata Yoan.
"Tumben deh. Kamu lagi capek kali ." kata Yenny.
"Iya mungkin." Yoan bergumam lalu memalingkan wajahnya keluar jendela mobil.
...***...
Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopi☕ 😁😁
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.
Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. Ada juga cerita baru "Tiga Dara". Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Like 👍 Komen dan Vote ✌✌
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
Makasih 🙏🙏🙏
__ADS_1