
Hari ini adalah hari pelaksanaan UMPTN.
Sejak pagi Sissy sudha bangun dan bersiap untul berangkat ke tempat ujian.
"Sarapan dulu Neng." kata Aki yang sudah duudk di meja makan bersama Om Odie dan yang lainnya.
"Iya Ki." Sissy langsung duduk di bangku yang kosong di sebelah Fea.
"Sampai jam berapa ujiannya." tanya Odie.
"Paling juga 3 jam Om." jawab Sissy sambil menikmati nasi goreng buatan Bi Kokom.
"Nanti pulangnya sama siapa ?" tanya Aki.
"Dijemput lagi sama Didi." jawab Sissy.
"Semoga lancar ya ujiannya. Om berangkat kerja dulu." Odie membelai lembut rambut Sissy.
"Aamiin. Iya Om. Makasih." jawab Sissy sambil mencium tangan Om nya.
Sissy melanjutlan sarapannya, tak lama kemudian Didi datang untuk menjemputnya.
"Belum selesai sarapannya Teh ?" tanya Didi yang ikut duduk di sebelah Sissy.
"Nanggung nih dikit lagi." jawab Sissy dengan mulut yang penuh.
"Kamu ikut sarapan aja dulu Di." kata Aki.
"Siap Ki." Didi pun mengambil piring dan menyendokkan nasi goreng.
"Buset. Banyak amat ngambil nasi nya." ledek Sissy melihat piring Didi.
"Kebetulan laper. Di rumah gak ada apa - apa." jawab Didi sambil terus menyuapkan nasi gorengnya.
"Pelan - pelan makannya." kata Aku sambil tersenyum melihat tingkah cucu nya itu.
Aki selalu merasa kasihan melihat Didi dan 2 saudaranya yang tumbuh besar tanpa kasih sayang seorang Ibu kandung. Didi adalah cucu Aki dari anak perempuan tertuanya, adik ketiga papa Arya. Didi memiliki kakak perempuan, Mia dan adik laki - laki Wawan. Ibu Didi sudah meninggal saat dia masih SD. Ayahnya pun sudah menikah lagi. Istri baru Ayah Didi juga seorang janda dan memiliki 2 anak dari pernikahan terdahulu, dan memiliki lagi 2 anak dengan Ayah Didi. Jadi memang suasana di rumahnya sangat penuh dengan adanya 7 anak. Sehingga mau tak mau kasih sayang Ayah dan Ibu sambungnya pun harus dibagi dengan saudara tang lain terutama yang lebih muda.
Mia, kakak Didi, sudah menikah dan memiliki seorang putri dan kini tinggal bersama suaminya di Jakarta.
Didi hanya mengantar Sissy sampai depat gedung C tempat ujian dilaksanakan. Sissy langsung melangkah masuk ke ruangan tempat ujian UMPTN. Sebenarnya Sissy mengikuti UMPTN hanya untuk mengikuti kemauan Papa. Dia tak terlalu yakin bisa lolos ke universitas negeri. Karena sudah mantap untuk kuliah jurusan perhotelan.
Sissy mengerjakan soal ujian dengan teliti. Sayangnya karena dia tidak ikut bimbingan belajar seperti teman - teman yang lain. Sissy manatap lembaran soal di hadapannya. Dibacanya satu persatu dengan teliti.
"Ya Ampun. Aku gak ngerti sama sekali sama soal ini. Gimana aku mau ngerjainnya ?" gumam Sissy dalam hati. Banyak sekali soal yang tidak dia kuasai.
__ADS_1
"Pasrah aja deh. Lagian aku kan maunya masuk perhotelan." gumam Sissy sambil menyelesaikan ujiannya. Saru persatu peserta mulai mengumpulkan lembar jawaban dan keluar dari ruangan.
"Waktu yang tersisa tinggal 30 menit lagi." teriak pengawas ujian.
Sissy mulai panik dan membaca kembali soal yang belum dia jawab. Setelah 20 menit akhirnya Sissy selesai mengisi semua jawaban. Entah jawabannya benar atau salah, yang penting dia sudah berusaha.
Sissy segera melangkah meninggalkan ruangan dan menunggu Didi di depan taman.
"Maaf mbak. Ini dompet kamu kan ?" tanya seorang pria padanya.
"Eh iya. Kok bisa sama kamu ?" Sissy memeriksa isi tas nya yang ternyata memang dompetnya tak ada disana.
"Tadi jatuh di ruangan. Petugas yang nemuin terus minta tolong saya buat ngasih ke kamu." kata Pria itu.
"Makasih ya. Unting saya belum pulang." Sissy bernafas lega.
"Kenalin nama saya Derry. Maaf tadi saya buka dompetnya buat nyari foto pemiliknya." kata Derry.
"Iya gak papa. Saya Rissya." Sissy memperkenalkan dirinya dengan nama depannya.
"Kamu ambil jurusan apa ?" Derry mengajak Sissy ngobrol.
"Sastra Jerman Unpad sama Sastra Jerman Unibraw." jawab Sissy singkat.
"Jauh amat Unibraw. Di Malang kan itu ?" Derry mulai mencari posisi duduk yang nyaman.
"Disini ada saudara ?" Derry terus bertanya.
"Iya. Ada sepupu saya." jawab Sissy singkat mulai merasa tak nyaman.
"Tinggalnya dimana ? Mau saya antar pulang ?" Derry menawarkan bantuan.
"Gila nih orang. Baru kenal udah mau ngantar pulang aja. Kalo aku diculik gimana ?" gumam Sissy dalam hati.
"Kok diam aja Sya ?" tanya Derry.
"Eh gak usah. Saya lagi nunggu jemputan." Sissy tak sabar menunggu Didi datang.
"Saya temenin sampai yang jemput kamu datang ya." Derry tersenyum pada Sissy.
Sissy tak menjawabnya dan memilih memalingkan muka menghadap ke arah lain. Sissy sangat tidak suka dengan sikap Derry yang sok akrab itu. Bahlan dari tadi Derry masih aja bercerita tentang apalah yang tak terlalu didengar oleh Sissy.
"Maaf ya. Saya mau ke toilet dulu. Permisi." pamit Sissy sambil bangkit meninggalkan Derry.
Sissy masih bisa merasakan Derry mengikutinya. Sissy pun segera masuk ke dalam toilet wanita. Sesekali mengintip keluar melihat keberadaan Derry yang masih berdiri di dekat toilet wanita. Diintipnya sekali lagi, ternyata Derry sudah tak ada disana. Sissy pun keluar dan menuju taman tempat menunggunya tadi.
__ADS_1
"Rissya.." panggil Derry sambil melambaikan tangannya dari arah bangku di taman.
"Sial. Kenapa dia masih ada disana sih ?" gerutu Sissy dalam hati.
Sissy oun hendak berjalan menuju ke arah Derry hingga akhirnya didengarnya suara klakson motor.
"tin.. tin..*
Alhamdulilah Didi datang di waktu yang tepat.
"Aku sudah dijemput. Pulang duluan ya." pamit Sissy tanpa menunggu jawaban dari Derry.
"Sya, boleh minta nomer hp kamu ?" tanya Derry.
"Maaf saya gak punya hp." jawab Sissy sambil bergegas menghampiri Didi.
"Semoga kita ketemu lagi ya Sya." teriak Derry pada Sissy yang mulai menjauh.
"Semoga tidak." jawab Sissy dalam hati.
"Udah nunggu lama Teh ?" tanya Didi sambil memberikan helm.
"Lumayan. Sampai ditemenin cowok rese itu. Cepetan pergi deh." kata Sissy.
"Cie.. Baru juga ujian udah dapat gebetan aja." ledek Didi.
"Gebetan apaan ? Males yang ada. Muka mesum gitu." gerutu Sissy.
"Hahahaha. Bisa aja Teh. Siapa tau jodoh." Didi masih meledek sepupunya itu.
"Amit - amit deh." Sissy memukul helm Didi.
"Hahaha. Langsung pulang nih kita ?" tanya Didi sambil melirik Sissy di belakangnya.
"Cari makan dulu lah. Laper aku." kata Sissy.
"Oke siap bos. Kita makan ke NHI ya." kata Didi.
"Asik." seru Sissy sambil menepuk bahu Didi agar lebih cepat menjalankan motornya.
Apakah Sissy akan bertemu lagi dengan Derry ?
Jangan lupa Like 👍 Komen dan Vote ✌✌
ajak juga teman yang lain buat ikut membaca ya..
__ADS_1
Makasih 🙏🙏🙏