
#Hai reader kesayangan othor.. Insha Allah cerita ini akan segera Othor tamatkan. Doakan ya semoga othor bisa terus menulis dengan lancar.
Jangan lupa bagi bunga πΉatau kopi β nya biar semakin semangat buat nulis.. #
Selamat Membaca πππ
...***...
Hari pelantikan OSIS pun tiba. Pagi itu Sissy sengaja pergi lebih pagi sebelum Pak Tata datang menjemputnya. Sissy sudah gak mau berurusan lagi dengan Pak Tata.
"Si, kenapa kamu menghindariku terus?" Tata menarik Sissy ditempat yang agak jauh dari lapangan tempat acara berlangsung.
"Udah gak ada lagi yang perlu diomongin Pak. Maaf." jawab Sissy singkat sambil meninggalkan Tata
Hari ini menjadi hari terakhir mereka ngobrol berdua. Sejak itu Sissy selalu menjaga jarak dengan Tata. 4 bulan kemudian setelah kelulusan kelas XII Sissy pun berhenti mengajar dan pindah dari kota itu.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Sissy sengaja singgah dulu ke kota Malang untuk bertemu sahabat - sahabatnya sebelum pergi ke sebuah kota di pulau sebelah.
"Hai girls... Kangen sama kalian." Sissy masuk ke dalam rumah Yoan tempat janjian mereka.
"Kamu tuh kemana aja. Sibuk banget." sindir Zizi.
"Sibuk menata hati." jawab Sissy sambil duduk di samping Amira.
"Kenapa lagi Non ?" tanya Amira.
"Biasalah. Oh iya, selamat ya Say buat kehamilannya." Sissy mengusap perut Amira yang mulai membuncit.
"Makasih Say." Amira memeluk sahabatnya itu.
"Ponakan aku mana ?" tanya Sissy pada Yoan.
"Twinos lagi tidur di dalam." Yoan menunjuk ke arah kamarnya.
"Boleh lihat ya." Sissy langsung masuk ke kamar tanpa menunggu jawaban Yoan.
"Mau gendong juga boleh kok." kata Yoan.
"Enggak ah. Masih kecil banget. Ngeri aku." tolak Sissy.
"Lucu banget ya Si. Aku jadi pengen punya sendiri." Kata Zizi yang ikut melihat twinos.
"Nikah dong. Biar punya sendiri." ledek Sissy.
"Kamu dulu aja." tantang Zizi.
"Aku sih belum pengen punya. Jadi kamu duluan yang nikah." kata Sissy.
"Ntar deh aku cari calonnya dulu." canda Zizi.
"Iya. Cari di supermarket atau pasar. Siapa tahu ada yang cocok." ledek Sissy.
"Emang ikan asin. Cari di pasar ?" protes Zizi.
"Ya carilah. Kamu dulu baru nanti aku yang terakhir." kata Sissy.
"Kalian ngapain sih ? Udah barengan aja nikahnya." lerai Yoan.
"Iya. Nanti kita nikahnya di nikahan masal. Hahaha." canda Sissy membuat Zizi menekuk bibirnya.
"Becanda kali Cil. Sabar aja. Semua akan indah pada waktunya." Yoan menepuk bahu sahabatnya untuk menenangkan.
__ADS_1
"Jadi kamu bakal pindah kemana lagi ?" tanya Amira.
"Insha Allah ke Bali." jawab Sissy.
"Sendirian disana ?" tanya Zizi.
"Gak lah. Teh Ochy kan disana. Semenjak cerai, dia pindah ke Bali." jawab Sissy.
"Kenapa gak disini aja sih ?" tanya Yoan.
"Aku udah terlanjur dapat kerjaan disana. Minggu udah mulai kerja." jawab Sissy.
"Kerja dimana ?" tanya Amira.
"Kerja di restoran lah. Aku ngelamarnya di Bandung, buat cabang mereka di Bali." Sissy menjelaskan.
"Jangan lama - lama disananya ya. Segera balik ke Malang." kata Amira.
"Iya. Kita kan punya cita - cita buka toko kue bareng." Zizi mengingatkan.
"Iya. Aku kumpulin modal dulu ya. Pasti aku akan balik ke Malang." kata Sissy sambil memeluk ketiga sahabatnya.
"Kapan kamu berangkat ke Balinya ?" tanya Zizi.
"Lusa aku berangkat. Naik Travel." jawab Sissy.
"Semoga kamu menemukan apa yang kamu cari ya." kata Yoan bijak.
"Tumben nih anak ngomongnya bener." ledek Sissy.
"Lagi kesambet kayaknya." Zizi ikut meledek.
"Maklum kan sekarang udah Ibu beranak dua. Harus lebih bijak." jawab Yoan sambil menyombongkan diri.
"Hahaha. Bisa aja kamu." Sissy mencubit pipi Yoan.
Sissy baru aja turun dari mobil travel yang membawanya ke Pulau Dewata. Kakaknya tak bisa menjemput, jadi dia harus mencari sendiri kosan sang Kakak yang belum pernah didatanginya.
Travel menurunkan Sissy di pinggir jalan dekat gang masuk ke kosan Ochy.
"Bener gak ya ini jalannya ?" gumam Sissy.
Sissy mencari tulisan nama jalan.
*kring.. kring.. *
"De, kamu udah sampai ?"
"Udah depan gang nih Teh."
"Ya udah kamu masuk aja ke dalam gang. Kosannya paling ujung pagar hitam. Kamu tunggu depan kamar no 5."
"Teteh masih lama ?"
"Ini lagi di jalan. Bentar lagi kesana."
"Ya udah deh. Aku tunggu di kosan."
Sissy emnyimpan kembali ponselnya dan melanjutkan jalan menuju kosan Ochy sambil menyeret kopernya. Sissy berjalan dengan cepat agar bisa cepat sampai di depan kosan Ochy.
"Jauh amat sih ini kosannya." keluh Sissy.
Tiba - tiba dari arah sebelah kirinya ada seekor anjing menggonggonginya.
__ADS_1
"Guk.. Guk.." anjing itu menatapnya tajam.
"Ya ampun ada anjing lagi. Aku harus gimana ini. Dia bakal kejar gak ya ?" gumam Sissy sambil komat kamit berdoa dalam hati. Sissy memeliki pengalaman buruk dikejar anjing saat kecil dulu. Dia hampir digigit oleh anjing milik tetangganya.
Sissy terus berjalan tanpa menoleh pada anjing itu. Akhirnya sampai juga di kosan yang disebutkan sang kakak.
Sissy langsung menyimpan koper dan duduk di teras depan kamar nomer 5.
Sambil menunggu Sissy menelepon Mamanya.
*trrt... trtt... *
"Assalamualaikum Ma. Aku udah sampai di Bali."
"Alhamdulilah. Udah ketemu Teteh ?"
"Belum. Ini masih nunggu di depan kamarnya."
"Ooh.. Ya udah kamu tunggu dulu. Bentar lagi juga Teteh datang."
"Iya Ma. Mama sehat - sehat ya."
"Iya Nak."
Sissy menutup panggilan teleponnya dan mulai mencari botol minumnya. Ada sisa roti juga yang langsung dilahapnya. Setelah setengah jam akhirnya Ochy datang juga.
"Lama banget. Aku udah kelaparan." gerutu Sissy.
"Maaf ya Dek. Agak lama. Ngurusin klien dulu." kata Ochy.
"Wah.. Udah bawa makanan nih." Sissy memeluk Ochy.
"Bau ih dek. Hehehe." Ledek Ochy.
"Makan dulu lah baru mandi." kata Sissy sambil menunjuk bungkusan yang dibawa Ochy.
"Mandi dulu baru makan. Biar ini Teteh siapin." kata Ochy.
"Iya deh." Sissy langsung membongkar kopernya dan mengambil peralatan mandi.
Sissy mandi dengan kilat. Setelah keluar dari kamar mandi, Keduanya langsung menikmati nasi padang yang sudah dibeli Ochy.
"Nyasar gak tadi ?" tanya Ochy.
"Nyasar sih enggak. Cuma jalannya jauh, mana ada anjing lihatin aku lagi." jawab Sissy.
"Ooh.. Itu karena anjingnya gak pernah lihat kamu, jadi dia waspada. Pokokbya kalo ada anjing, jangan permah lari, jalan aja biasa dan gak usah dilihat." kata Ochy.
"Kalo tiba - tiba ngejar terus gigit gimana ?" tanya Sissy.
"Gaklah. Biasanya gak gitu. Mereka baik kok asal kita baik juga." kata Ochy.
Sissy hanya manggut - manggut mendengarnya.
...***...
Bagi vote atau Bunga πΉ atau secangkir kopiβ ππ
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kisah cinta Sissy dan Rio.
Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. Ada juga cerita baru "Tiga Dara". Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Like π Komen dan Vote ββ
__ADS_1
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
Makasih πππ