
Keluarga besar Yoan yang tinggal di luar kota mulai berdatangan. Hari pernikahan Yulia, kakak sulungnya akan dilaksanakan 2 hari lagi.
Yoan memilih menyibukkan diri di kampus. Dia sangat malas diam di rumah yang mulai dipenuhi oleh om dan tante dna sepupunya.
"Yo, kamu masih disini ? gak pulang ?" tanya Amira yang berpapasan dengan Yoan di kampus. Kebetulan tadi habis ada kuliah besar, yang menyatukan beberapa jurusan.
"Males Ra. Di rumah lagi rame." jawab Yoan.
"Ya pasti rame lah. Kan lusa Mbak Yuli mau merit." kata Amira.
"Iya sih. Ntar aja deh agak sorean aku pulang. Besok kan udah libur. Ada siraman sama pengajian." kata Yoan.
"Aku datang pas siraman aja ya." kata Amira.
"Oke. Sekarang temenin aku ke kantin yuk. Kita makan dulu." ajak Yoan.
"Boleh. Aku juga lapar." Amira mengikuti langkah Yoan menuju kantin.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Kamu kenapa pulangnya sore banget sih dek ?" semprot Yenny saat Yoan baru masuk ke kamarnya.
"Ngerjain tugas dulu. Lagian di rumah kan rame banget. Males Mbak." kata Yoan.
"Ya tapi kan banyak yang harus dikerjain. Apalagi tadi Mbah Uti nanyain kamu terus." kata Yenny.
"Nanti aja deh Mbak aku ke kamar Mbah Uti. Sekarang mau istirahat dulu, capek." Yoan langsung merebahkan tubuhnya di ranjang.
"Mbah Uti kan nginep nya di rumah Bude Lastri." kata Yenny.
"Kok gak disini aja ?" tanya Yoan.
"Terlalu rame. Kasian gak bisa istirahat." jawab Yenny.
"Yawda. Nunggu nanti pas Mbah Uti kesini aja." kata Yoan sambil memejamkan matanya.
__ADS_1
Yenny ikut merebahkan tubuhnya di sebelah adiknya itu sambil meneruskan membaca novelnya.
Sekitar setengah jam kemudian terdengar suara Sundari memanggil Yenny dan Yoan.
"Yenny, Yoan... Kesini Nak !" panggil Sundari sambil mengetuk pintu kamar anak - anak gadisnya.
Yenny melangkah menuju pintu.
"Ada apa Ma ?" tanya Yenny.
"Ada Bude sama Pakde tuh. Ayo kalian temuin." jawab Sundari.
"Tuh Yoan nya juga lagi tidur." Yenny menunjuk ke arah ranjang.
"Bangunin adik kamu, Trus cepetan keluar." kata Sundari sebelum kembali ke ruang tamu.
"Yo, bangun.." Yenny mengguncang bahu Yoan.
"Apa sih Mbak. Aku masih ngantuk." Yoan semakin erat memeluk gulingnya.
"Mbak aja." kata Yoan cuek.
"Ya gak bisa. Nanti Mama marah loh." kata Yenny.
"Iya.. iya.. Aku bangun." Yoan langsung duduk dan merapikan rambutnya.
Yenny dan Yoan pun keluar kamar untuk menemui Kakak dari Ibunya itu.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Siang itu Yoan terlihat sangat cantik dengan kebaya dan kain yang membalut tubuhnya.
Dia yang terbiasa berpenampilan cuek dan tomboy, hari ini terpaksa harus memakai kebaya, kain dan sepatu hak tinggi yang cukup menyiksanya.
Tadi pagi akad nikah Yulia dan Dion sudah lancar dilaksanakan. Sekarang tinggal menunggu kedua pengantin sampai di tempat resepsi.
__ADS_1
Yoan memilih duduk di kursi penerima tamu sambil memijat betisnya yang sakit.
"Wow.. Siapa ini ? Cantik banget." Yoan langsung menoleh ke arah suara itu.
"Iya nih pangling banget lihatnya. Kayak cewek beneran." sambung Amira.
"Cil, Pegel nih kaki aku." kata Yoan sambil tersenyum.
"Lagian emang kamu gak bawa sendal ?" tanya Zizi.
"Gak kepikiran." jawab Yoan.
"Kita foto aja yuk. Mengabadikan penampilan kamu yang tidak biasa ini." ajak Amira.
"Boleh. Nanti mau aku tunjukin ke pacar kamu itu." goda Zizi.
"Biar aku sendiri aja yang nunjukin ke Ryan. Siapa tau dia makin klepek - klepek." kata Yoan.
"Gila kamu. Emang yakin mau nikah muda ? Kuliah aja belum selesai." kata Amira.
"Gampanglah soal itu mah." kata Yoan.
"Iya udah Yuk kita foto. Trus kita kirim ke Sissy." kata Zizi.
...***...
Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopi☕ 😁😁
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kishah cinta Sissy dan Rio.
Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..
Like 👍 Komen dan Vote ✌✌
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
__ADS_1
Makasih 🙏🙏🙏