Geng Pelangi

Geng Pelangi
(Sissy) Reuni SMP


__ADS_3

Hari ini diadakan reuni SMP angkatan mereka. Edwin menjemput Sissy di rumahnya dengan meminjam sepeda motor milik Bapaknya.


"Win, aku takut gak ada yang kenal." ucap Sissy terlihat risau.


"Kan ada aku Si. Kalo gak ada temen kamu ya kamu sama aku aja." Edwin berusaha menenangkan Sissy.


"Masak berduaan terus sama kamu?" tanya Sissy ragu.


"Ya gak papa. Anggap aja lagi ngedate. Hehehe." Edwin terlihat santai.


"Oke deh. Yuk kita berangkat." Ajak Sissy.


Setelah berpamitan dengan Mama, mereka pu berangkat menuju resto tempat acara reuni.


Dresscode nya adalah Putih Biru. Sissy menggunakan kaos putih, cardigan biru dan celana putih sedangkan Edwin pakai kemeja putih dan celana jeans. Mereka masuk sambil bergandengan tangan. Tak lama kemudian Sissy melihat Ika, teman sebangkunya di kelas 1.


"Win, ada temanku. Aku kesana ya." Sissy berbisik pada Rio sambil menunjuk ke arah Ika.


"Oke. Nanti pulangnya ketemu disini lagi ya." Edwin melepaskan tangan Sissy.


"Oke." Sissy pun melangkah menuju Ika.


"Hai Ka." Sissy menepuk lembut bahu Ika.


"Hai Sissy. Lama gak ketemu." Ika memeluk Sissy.


"Kamu pa kabar Ka? Masuk SMA mana?" tanya Sissy. Wajar Sissy gak tau Ika sekolah dimana karena mereka hanya bareng di kelas 1. Setelah pisah kelas mereka jarang kontak lagi. Apalagi jaman itu belum ada handphone dan Ika tak punya telepon rumah karena kondisi ekonomi keluarganya yang pas - pasan.


"Aku dapat masuk SMA Mentari. Dapat beasiswa Si." kata Ika.


"Wah.. Hebat kamu Ka." Sissy bangga dengan temannya yang memang pintar itu.


"Ya kalo gak dapat beasiswa mungkin aku gak bisa ngelanjutin sekolah. Kamu tau sendiri kondisi keluargaku." Kata Ika sedikit sedih.


"Iya Ka. Aku paham. Trus ini kok bisa ikutan acara reuni?" tanya Sissy.


"Diajakin sama temen aku. Dia yang bayarin." jawab Ika.


"Wah baiknya temen kamu itu." kata Sissy.


"Kamu sekolah di SMA Pratama ya Si?" tanya Ika.


"Iya Ka. Banyak anak sini yang masuk kesana." kata Sissy.


"Oh gitu? Trus kesini sama siapa?" tanya Ika lagi.


"Sama temen aku. Dia juga yang ngajakin. Padahal aku gak pede mau datang. Takutnya gak ada yang kenal. Untung aja ketemu kamu." Sissy memegang tangan Ika dan mengajaknya mengambil makanan di meja.


"Hehehe. Iya juga Si. Aku juga belum lihat yang aku kenal." Ika mengambil makanan yang sama dengan Sissy.


"Makan yang banyak Ka. Mumpung gratis." bisik Sissy disambut oleh tawa renyah Ika.


Mereka pun memilih duduk agak di belakang. Sissy melihat beberapa teman yang dikenalnya tapi Sissy memilih untuk menemani Ika.


"Sissy.." Seseorang menepuk bahunya.

__ADS_1


"Dewi? Apa kabar ?" Sissy mencium pipi Dewi, temannya di ekskul basket.


"Alhamdulilah baik. Tambah cantik aja nih?" puji Dewi.


"Makasih. Oh iya, Ini Ika." Sissy mengenalkan Ika pada Dewi.


"Hai Ika. Kalian masuk SMA mana?" tanya Dewi.


"Aku di Pratama, Ika di Mentari. Kamu sendiri di mana?" Sissy balik bertanya.


"Aku di SMA Nusa Indah." Jawab Dewi.


"Ooh.. Deket sini ya." kata Sissy.


"Iya. Kamu rencana kuliah dimana Si?" Dewi duduk di tengah Sissy dan Ika.


"Rencana mau ke Bandung. Ambil sastra jerman atau pariwisata." kata Sissy.


"Jauh amat." komentar Dewi.


"Kan ada kakek aku disana. Jadi gak jauh. Hehehe." Sissy mulai merasa gak suka dengan Dewi yang mendominasinya.


"Ka, kamu mau kuliah dimana?" Sissy menatap Ika yang terhalang oleh badan Dewi.


"Belum tahu Si. Kalo dapat beasiswa ya ngelanjutin. Kalo gak ya cari kerja aja." jawab Ika.


"Si, Ka, aku kesana dulu ya." Dewi bangkit dan meninggalkan mereka.


Tak terasa acara sudah selesai. Ika dan Sissy menuju ke pintu keluar.


"Naik angkot Si. Kamu?" Ika balik bertanya.


"Sama temen aku. Tuh udah nungguin." Sissy menunjuk Edwin yang menunggunya di parkiran.


"Yaudah aku duluan ya." Ika hendak melangkah.


"Aku temenin nunggu angkot ya?" kata Sissy menarik tangan Ika.


"Temen kamu gak papa?" Ika memastikan.


"Ntar aku bilang duku ke dia." ujar Sissy.


Mereka pun menghampiri Edwin yang menunggu di depan gerbang.


"Win, aku nemenin Ika nunggu angkot dulu ya. Kamu nyusul kesana ya." Sissy berkata pada Edwin.


"Oke." Edwin berjalan ke parkiran mengambil. sepeda motornya.


"Pacar kamu ya?" goda Ika. yang membuat pipi Sissy seketika memerah.


"Hehehe. Tau aja kamu." Bisik Sissy takut kedengaran sama Edwin.


"Cocok kok kalian." puji Ika kemudian naik ke angkot yang menuju ke rumahnya.


"Sampai ketemu kapan - kapan ya Si." Ika melambaikan tangannya pada Sissy.

__ADS_1


"Yuk Si, kita pulang." Edwin menyerahkan helm pada Sissy.


"Hayuk." Sissy pun naik ke boncengan Edwin.


Mereka pun langsung pulang ke rumah Sissy.


"Si, aku gak mampir ya. Salam aja buat Mama Papa kamu." Edwin membukakan helm Sissy.


"Kok buru - buru?" tanya Sissy berusaha menahan Edwin.


"Sepeda motornya mau dipake kerja sama Bapak. Bentar lagi waktunya Bapak kerja." Kata Edwin.


"Ooh.. Oke." Sissy tersenyum pada Edwin.


"Lain kali aja ya kita jalan - jalan lagi." Edwin menggenggam erat tangan Sissy.


"Oke. Sampai ketemu besok di sekolah ya. Dah." Sissy melepaskan tangannya dan melambai pada Edwin.


Sissy menunggu sampai Edwin hilang dari pandangan.


"Assalamualaikum." Sissy masuk ke rumah. "Waalaikumsalam. Temen kamu mana De?" sambut Mama.


"Langsung pulang Ma. Sepeda motornya mau dipake Bapaknya kerja." Sissy langsung naik ke kamarnya di lantai atas.


"Cie.. yang abis pacaran." ledek A arya yang lagi duduk di depan kamar nya.


"Tumben ada di rumah? Pasti mau minta uang lagi ya?" Sissy tidak menghiraukan ledekan kakaknya.


"Enak aja. Aku udah selesai ngumpulin skripsi De. Tinggal nunggu jadwal sidang." Arya menjawab dengan santai.


"Ooh.. Semoga cepet lulus lah." kata Sissy.


"Makasih ya De. Tumben kamu mau doain Aa." Arya heran melihat Sissy yang lebih bijaksana.


"Didoain salah. Diledekin malah makin salah. Ribet amat sih." protes Sissy sambil masuk ke kamarnya.


"Ya timben aja kamu kalem gitu. Pasti gara - gara punya pacar ya?" ledek Arya.


"Apaan sih A. Udah keluar sana. Aku mau ganti baju." Sissy mendorong tubuh kakaknya keluar dari kamar.


"Kamu tuh udah kelas 3, mau ujian, jangan pacaran mulu." Arya masih meledek Sissy.


"Bawel. Kayak situ gak pacaran aja dulu." bantah Sissy.


"Makanya itu. Justru karena aku dulu pacaran terus pas mau ujian jadi nilaiku jelek. Makanya kamu jangan ikutan kayak aku." Arya masih menahan pintu kamar Sissy agar tak tertutup.


"Iya Aa ku yang bawel." Sissy langsung menutup pintu kamar dan menguncinya.


"Ingat ya ucapan Aa mu yang ganteng ini." teriak Arya dari depan pintu.


Sissy tak menjawab lagi dan memilih berbaring di ranjangnya.


Mohon LikeπŸ‘, komen dan Vote ya..


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2