Geng Pelangi

Geng Pelangi
(Sissy) Pernikahan Teh Ochy


__ADS_3

Keluarga besar dari Papa Ardhi dan Mama Yani sudah mulai berdatangan untuk mengikuti serangkaian acara pernikahan Ochy dan Genta.


Mama Yani sengaja memadukan adat jawa dan sunda.


Hari ini H-2 akad nikah, di rumah Yani diadakan pengajian. Pengajian mengundang ibu - ibu majelis taklim di komplek mereka.


Sissy yang udah datang sejak sebulan yang lalu terlihat sibuk menata makanan di karpet tempat pengajian. Jam 4 acara pengajian dimulai. Ochy duduk diapit oleh Mama Yani dan Papa Ardhi. Sissy duduk di samping Mama Yani, sedangkan Arya duduk di sebelah Papa Ardhi.


Menjelang magrib, acara pengajian pun selesai. Para tamu tampak tersenyum menerima Kantong berisi nasi kotak dan kue tang dibagiak sang empunya hajat.


"Akhirnya satu step selesai." kata Mama Yani.


"Ma, aku ke kamar dulu ya." pamit Ochy.


"Iya Teh. Jangan tidur ya. Pamali, udah mau magrib." Mama Yani mengingatkan.


"Cuma mau ganti baju aja kok Ma." kata Ochy.


Sissy mengikuti kakaknya ke kamar.


"Ngapain kamu De ?" tanya Ochy sambil menatap Sissy yang mengikutinya ke kamar.


"Ikut sama Teteh aja. Lusa kan kita gak bisa manja - manjaan lagi." kata Sissy sambil membaringkan tubuhnya di ranjang Ochy.


"Ganti baju dulu lah De." gerutu Ochy.


"Bentar ah. Aku pengen berduaan sama Teteh." kata Sissy.


"Lebay. Dasar manja." kata Ochy.


"Teh, Kak Arya dikasih apa ?" tanya Sissy.


"Aku beliin laptop, baju sama uang." kata Ochy.


"Terus kalo aku dikasih apa ?" tanya Sissy lagi sambil tersenyum.


"Emang kamu siapa harus aku kasih juga ?" sindir Ochy.


"Ya aku kan adik tercinta Teteh." jawab Sissy sambil tertawa.


"Enak aja. Beli aja sendiri." gerutu Ochy.


"Tega deh sama adiknya." Sissy pura - pura sedih.


"Udah sana keluar. Bikin kesel aja." Ochy menarik tangan Sissy dan mengusirnya keluar kamar.


Sissy akhirnya masuk ke dalam kamarnya sendiri yang letaknya persis di sebelah kamar sang kakak.


"Rasanya sedih dan bahagia campur aduk saat ini. Sedih karena setelah nikah Teteh pasti sibuk dengan suaminya, tapi aku juga bahagia akhirnya Teteh menemukan kebahagiaannya." gumam Sissy seorang diri.


Tak terasa Sissy tertidur dengan bekas airmata yang menering di wajahnya.


Keesokan harinya teras depan rumah sudah dihias untuk Siraman. Acara akan berlangsung sebelum dhuhur. Ochy terlihat cantik dan anggun dengan kemben warna hijaunya. Genong kuningan yang sudah diisi air dan kembang pun sudah siap. Satu persatu tamu undangan berdatangan.

__ADS_1


Sissy ikut menyambut kedatangan para tamu.


"Sissy...." panggil sebuah suara yang sanagt dirindukannya.


"Amira, Zizi, Yoan.." Sissy memeluk sahabatnya satu persatu.


"Kangen deh sama kamu." kata Zizi sambil mencubit pipi chubby Sissy.


"Makasih ya kalian mau datang. Yuk masuk." ajak Sissy.


"Kita duduk diluar aja Si." kata Yoan sambil menunjuk Tenda yang dipasang di halaman depan.


"Oke. Aku temenin." Sissy ikut duduk bersama sahabatnya.


Mereka pun terlibat obrolan seru hingga tak memperdulikan para tamu yang mulai memenuhi rumah mereka.


"De..." panggil Mama Yani.


"Kamu dipanggil tuh Si." kata Amira.


"Iya Ma.." Sissy berjalan menghampiri Mamanya.


"Kamu bantuin disini dong. Ini mau acara langkahan dulu. Kamu pegangin hadiah buat Aa." kata Mama Yani.


Sissy pun menurut pada perintah Mamanya.


Acara langkahan berlangsung denagnpenuh haru. Dilanjutkan oleh siraman. Semua berjalan dengan lancar. Sissy pun tetap bertugas memberikan souvenir buat sesepuh yang menyirami Ochy. Terakhir Mama Yani didampingi Papa Ardhi 'dodol dawet'. Ini sebagai simbolisasi sebuah harapan atau doa agar pernikahan yang akan digelar keesokan hari, dikunjungi banyak tamu, seperti juga larisnya manisnya 'dawet' yang terjual.


Setiap tamu yang datang diberikan koin dari tanah liat untuk ditukar dengan segelas dawet.


"Udah habis malahan ini." Amira menunjukkan gelasnya yang kosong.


"Kalian jangan pulang dulu ya. Kita makan dulu." kata Sissy.


"Siap lah." jawab Yoan sambil mengacungkan kedua jempolnya.


Malam harinya diadakan acara midodareni. Keluarga besar Genta datang dengan membawa seserahan untuk Ochy. Lalu dilanjutkan dengan perkenalan keluarga. Masing - masing keluarga mengenalkan satu persatu anggota keluarga yang hadir. Ochy sendiri tetap berdiam diri di dalam kamarnya. Konon dari cerita tersebut, para bidadari datang ke bumi menyambangi calon mempelai wanita yang sedang berdiam diri di kamar menjelang malam pernikahan. Midodareni berasal dari kata widodari atau bidadari yang turun dari langit. Prosesi ini dilakukan setelah mempelai melakukan upacara siraman, yang merupakan tahap pembersihan bagi kedua calon pengantin sebelum hari sakral pernikahan. 


Acara Midodareni dimulai dengan jonggolan. 


Jonggolan disebut sebagai nyantari, yang dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai menampakkan diri. Calon pengantin pria memperlihatkan diri pada orangtua calon pengantin wanita.


Tahap pertama ini bertujuan untuk membuktikan bahwa calon pengantin pria layak menikahi putri mereka. Kemudian ada tantingan  yang merupakan lanjutan dari jonggolan. 


Calon mempelai pria memperlihatkan kemantapan diri. Ia akan ditanya oleh kedua orangtua perihal niat untuk mempersunting calon mempelai wanita. Pada saat ini, calon mempelai wanita berada di kamar pengantin. Lalu, orangtua yang mencari tahu jawaban dari calon pengantin wanita. 


Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan catur wedha.


Pembacaan catur wedha dilakukan oleh calon bapak mertua atau bapak calon pengantin wanita kepada calon pengantin pria. Diharapkan dengan pembacaan catur wedha, akan menjadi bekal calon pengantin dalam membina rumah tangga.


Petuah yang ada, dijadikan pegangan dalam mengarungi kehidupan suami istri. Setelah itu ada wilujengan majemukan, yang merupakan penutup di mana orangtua kedua calon mempelai saling mengikhlaskan anaknya membentuk keluarga baru.


Acara midodaremi ditutup dengan pemberian angsul - angsul yaitu berupa makanan dan 'kancing gelung' untuk sang calon pengantin pria.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Pagi - pagi sekali Sissy sudah bangun untuk berdandan. Ketiga sahabatnya ditugasi untuk jadi penerima tamu pun sudah datang untuk berdandan. Acara akad nikah pun berlangsung. Genta mengucapkan ijabnya dengan lantang.


"Saya terima nikah dan kawinnya Rosita Maharani binti Ardhi Suryadi dengan mas kawin tersebut tunai." ucap Genta dalam sekali tarikan nafas.


Akhirnya Genta dan Ochy sah sebagai suami istri.



...(foto diambil dari google ; sengaja wajahnya disamarkan)...


"Selamat ya Teh, Mas." Sissy memeluk kakak perempuan satu - satunya dengan erat.


"Makasih Ade." Ochy balas memeluk adik manjanya itu.


Acara berlanjut dengan resepsi yang tergolong mewah. Mengundang 1000 tamu dengan dekorasi gedung dan makanan yang mewah.


Adat sunda diusung dalam resepsi ini.


Upacara adat Mapag Panganten merupakan salah satu ritual yang menjadi bagian dari seluruh rangkaian upacara adat pernikahan dalam masyarakat Sunda.


Prosesi yang satu ini merupakan prosesi yang dilakukan sebelum pengantin naik ke pelaminan. Dalam prosesi ini hadir juga sosok bernama Ki Lengser yang biasanya memiliki penampilan seperti orang tua dengan pakaian khas Sunda. Ki Lengser ini nantinya akan berperan sebagai penyambut utama plus menjadi sosok yang mengantarkan pengantin ke pelaminan.


Dalam praktiknya, Ki Lengser biasanya ditemani dengan satu orang lagi yang memiliki fungsi untuk mendampingi pengantin. Umumnya, pendamping ini akan memayungi pengantin yang menikah.


Selain Ki Lengser dan asistennya, prosesi Mapag Penganten biasanya juga melibatkan para penari. Nah, penari ini biasanya akan menari sesuai dengan irama musik yang ada. Bicara soal musik, prosesi Mapag Penganten dari awal hingga akhir akan diiringi oleh pemain musik degung Sunda.


Sissy ikut berbaris berdampingan dengan Arya dibelakang para Ayah. Di belakang mereka berdua berbaris saudara Mama, Papa, Ibu dan juga Ayah Genta.


Setelah selsai upacara mapag panganten, Sissy menghampiri sahabatnya yang sudah duduk santai.


"Kalian cantik banget deh." puji Sissy.


"Kamu juga cantik Si." Amira balas memuji.


"Kita foto - foto yuk. Mumpung lagi cantik semua." ajak Zizi sambil mengeluarkan kameranya. Mereka meminta tolong pada salah satu saudara Sissy yang ada disana.



...(ki-ka : Yoan, Amira, Zizi, Sissy)...


...***...


(mohon maaf kalo ada kesalahan dalam penjelasan rangkaian upacara adat jawa dan adat sunda di atas)


Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopi☕ 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" yang menceritakan kishah cinta Sissy dan Rio.


Baca juga "Mengejar Cinta Shavira" yang menceritakan kisah cinta Ical, anak dari Sissy dan Rio. Kalian juga bisa buka di bio saya ya..


Like 👍 Komen dan Vote ✌✌

__ADS_1


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..


Makasih 🙏🙏🙏


__ADS_2