Ghost Of Death

Ghost Of Death
Jalan Tol


__ADS_3

"Semua sudah terlanjur anakku.


"Dimana bajingan tengik itu?!" tanya Arwah Mbah Sodik.


Gadis tomboy itu tak bisa menjawab pertanyaan ayahnya, dia tak sanggup bilang apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya setelah ayahnya meinggal.


"Jika kau tak bisa hidup tanpa dia, kau harus selalu bersamanya!" ujar Arwah Mbah Sodik.


Arwah transparan itu sangat tau putrinya itu sangat mencintai Raga. Meski pria itu adalah Monster yang membunuhnya, Mbah Sodik juga tak akan tega jika Aura hidup dalam kesengsaraan sepanjang sisa hidup anaknya itu.


"Aku pasti bisa melupakannya kok. Bapak nggak perlu khawatir!


"Gue hanya akan sedih untuk beberapa hari, setelah itu gue akan jadi Aura yang ceria kembali!" ujar gadis tomboy itu.


"Bapak percaya sama kamu Aura, sangat percaya kau tak akan mengecewakan ibumu!


"Jangan tinggalkan istriku tercinta itu sendirian. Kau harus sealalu hidup bersama ibumu! Apa pun yang terjadi!" pinta Arwah Mbah Sodik.


"Baik Pak, gue akan jagain ibu baik-baik.


"Bapak nggak mau ketemu ibu dulu?" tanya Aura.


"Tidak usah Nak, jika aku ketemu ibumu aku pasti akan malas pergi.


"Bapak ingin cepat pergi!


"Pupung malaikat maut ada di sekitar sini, bapak bisa nebeng mereka!" ujar Arwah Mbah Sodik.


Meski Aura tak faham dengan maksut Mbah Sodik, Aura tetap mengangguk pelan. Tujuannya datang ke gudang ini adalah mengantar ayahnya itu untuk meninggalkan dunia ini secepatnya.


Meski pun begitu, Aura tetap merasa tak bisa merelakan kepergian ayahnya itu. Dia belum bisa kehilangan sosok ayah,  apa lagi kondisinya saat ini sangat tak baik. Hampir semua ornag yang dicintai oleh Aura satu-persatu pergi meninggalkannya dan itu sangat berat baginya.


Bedan yang tak terlihat itu membuat Aura menangis lagi. Dia hanya bisa menangis, dia tak bisa apa-apa. Dia tak bisa melawan pada musuknya, seperti suaminya saat ini


.


.


.


.


Tuan Harsono semakin sulit didekati, Jendral berbintang empat itu selalu menempatkan banyak pasukan di sekitarnya. Tak hanya di sekitar dirinya sendiri dia juga mengurung semua keluarnya dirumah dengan pasukan yang mengitari setiap senti rumah mewah itu.

__ADS_1


Berkali-kali Raga mencoba mencari titik lemah penjagaan itu dia tak menemukannya. Satu-satunya cara untuk membunuh semua angota keluarga itu adalah saat mereka keluar. Tapi  bagaimana memancing mereka keluar sama-sama. Raga harus memutar otaknya


Tuan Harsono adalah orang yang serakah, dan secra tak langsung dia orang yang paling berkuasa di Negara ini.


Lalu cara apakah yang efisien untuk membuat lelaki itu bergerak cepat, paling tidak pasukan yang menjaga rumah itu harus berkurang hingga Raga dapat masuk.


Apakah Raga harus membunuh semua angota leluarga itu, jika harus Raga tak keberatan untuk melakukannya. Tapi fokus pria iblis itu adalah Tuan Harsono.


Buka Raga jika pria itu tak punya rencana cadangan, Raga terus mengamati rekaman CCTV di depan rumah Tuan Harsono. Pria itu mulai keluar dari rumahnya, dengan banyak pasukan yang ikut dengannya.


Sementara Raga mulai tersenyum menyeringai dan meremaskan tangannya pada setir bundarnya. Raga sudah siap dengan mobilnya, dia akan menyerang Tuan Harsono di jalan tol. Pria itu sudah menunggu di rest area, karena tak mudah bagi Raga berkeliaran di kota.


Dia sedang dicari dan dilacak oleh semua elemen penegak hukum dan aparatur keamanan Negri yang amat luas dan subur ini.


Raga terus melihat dari dalam Labtopnya, Tuan Harsono tampaknya keluar dengan tiga mobil saja.


Satu mini bus yang pasti penuh dengan pasukan bersenjata. Sedan hitam yang mewah itu pasti yang mengangkut Tuan Harsono dan anteknya dan mobil boks yang entah apa isinya. Yang pasti didak kosong.


Raga pun dengan sigap mengarahkan pandangannya ke arah jalan tol itu, di harus menunggu sampai rombongan Tuan Harsono sampai ke area yang dia maksut.


Parsiapan Raga juga tak kalah komplit jika di bandingkan dengan Tuan Harsono.


Raga yang kini duduk di belakang kemudi sebuah mobil sedang hitam yang dirancangbkhusus oleh Tim Alpa terdahulu. Mobil ini dirancang untuk menjalankan misi di tempat-tempat extrim.


Semua jenis senjata ada di dalam mobil yang telah dimodifikasi dengan cangih itu.


Dua jam sudah Raga memasang matanya, akhirnya rombongan itu sampai juga.


Mobil-mobil itu berjalan beriringan dan Raga segera menekan pedal gas di kakinya. Mobil Raga melaju dengan sangat setabil, menyusul rombongan Tuan Harsono.


Dengan kecepatan yang tak main-main Raga berhasil mengejar sedan yang dicurigai Raga telah mengangkut Tuan Harsono.


Saat melewati mobil sedan hitam itu Raga menoleh dan benar saja, Tuan Harsono ada di sana. Dia ternyata membawa Morgan bersamanya.


Tapi Raga sama sekali tak gentar, Raga langsung membanting setirnya ke arah mobil sedan Tuan Harsono.


Buarkkkkkkkkk


Suara yang dihasilkan oleh tabrakan kedua mobil mewah itu pasti amat sangat keras. Badan kuat mobil-mobil produksi Eropa itu sama-sama penyok, sedan yang dikendarai Tuan Harsono oleng. Dan orang yang berada di dalamnya pasti mengalami guncangan yang hebat.


"Keparat, siapa itu!" teriak Tuan Harsono.


Meski dia bisa menebak pelaku yang sengaja menabrak mobimnya, tapi Tuan Harsono masih berusaha memastikan.

__ADS_1


Mentri pertahanan yang sudah di tutunkan itu melihat wajah Raga di mobil yang menabraknya itu. Tuan Hatsono tersenyum puas, tampaknya dia punya rencana cadangan untuk Raga.


Raga mengarahkan setirnya ke mobil sedan Tuan Harsono sekali lagi, dan membuat mobil sedan itu oleng sampai berpindah jalur lintasan.


Tapi mobil boks putih di belakang mobil Raga maju dengan cepat dan mendorong laju mobil Raga. Raga melihat mini bus di depannya sama sekali tak merubah kecepatan.


Raga membelokkan setirnya ke kiri di saat-saat terakhir, hingga mobil boks itu menabrak mini bus.


Mobil Raga melambat dan kembali mengincar mobil sedan Tuan Harsono. Raga menempatkan mobilnya di belakang mobil Tuan Harsono.


Berkali-kali Raga menabrakkan moncong mobilnya ke arah bokong mobil Tuan Harsono.


Kedua mobil sedan itu saling berbenturan dan membuat mobil lain meredam kecepatan mereka agar tak kena imbasnya.


Tapi naas nasib Raga, mobil mini bus dan mobil boks rombongan Tuan Harsono sudah dapat menyisul mereka.


Kini ketiga mobil itu berhimpitan dari depan, belakang dan samping untuk mengunci pergerakan Mobil Raga.


Raga sama sekali tak buntu akal, dia mencabut pistol di pinggangnya. Dan mengarahkan moncongnya ke arah pintu bawah mobilnya.


Dia berharap bisa melukai salah satu pengendara di mobol Boks itu.


Tiga kali tembakan di muntahkan oleh Raga.


Duarrrrrrr


Duarrrrrrr


Duarrrrrrr


Peluru itu berhasil menembus kaki si sopir dan mobil boks itu tampak oleng.


Tapi mobil itu masih berusaha mendesak mobil Raga agar melewati besi pembatas jalan dan nugsep ke jurang.


Sebuah tembakan kembali Raga luncurkan.


DUARRRRRRR


Raga membidik kaca mobilnya dan tembus ke kaca mobil boks melukai bahu sang sopir. Alhasil mobil besar itu kehilangan kekuatannya dan dengan mudah Raga memepet terus.


Raga mendorong mobil boks itu sampai ke jalur satu dan mobil Boks itu menabrak sebuah mobil boks lain yang tengah beristirahat.


Mobil boks itu terguling di udara dan menumpahkan muatannya. Yang berupa pasukan bersenjata.

__ADS_1


__________BERSAMBUNG____________


JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, DAN LIKE ❤❤❤


__ADS_2