Ghost Of Death

Ghost Of Death
Jumpa Pengemar


__ADS_3

Acara jumpa pengemar Karis Paseha yang di selengarakan di hotel berbintang lima yang sangat megah itu terlihat baik-baik saja. Tak ada yang tampak aneh di mata Utari yang kini sudah berbaur dengan beberapa pengemar Karis Paseha yang lain.


Semua pengemar Karis yang datang mempunyai undangan dengan nomor tempat duduk yang sudah tercantum di dalam undangan itu. Karena acara jumpa pengemar ini hanya di peruntukkan untuk pengemar fanatik Karis Paseha saja.


Tentu saja tamu wanita lebih banyak dari pada tamu lelaki. Pengemar Karis Paseha yang datang dari segala penjuru dunia kini tengah berkumpul di sini.


Utari datang dengan gaun putih yang cantik. Kenapa Utari memilih gaun putih pendek yang penuh renda seperti pakaian anak kecil, semua itu Utari lakukan agar dia terlihat manis dan lebih muda dari usianya.


Karis Paseha suka dengan wanita muda di bawah umur, yang terlihat manis dan mengemaskan serta lucu.


Utari segera duduk dan berbincang dengan pengemar lain, untung di kursi yang disediakan untuk Utari terdapat banyak pengemar perempuan yang seusia dengannya.


Tak membutuhkan waktu lama untuk Utari berbaur. Kini mereka sudah membahas beberapa penampilan Karis di film dan sinertron, tak ada celaan untuk Karis sepanjang perbincangan itu yang ada hanya pujuan untuk aktor berusia 27 tahun itu.


Utari yang pandai berkamuflase pun tak menghiraukan fakta yang dia tau tentang targetnya kali ini. Dia juga memuji-muji Karis seperti pengemar sejati.


Acara jumpa pengemar itu segera di laksanakan saat Karis sudah sampai di tempat. Kemunculan lelaki tampan itu di sambut dengan terikan histeris di seluruh penjuru ruangan besar itu.


Lelaki yang sudah di cap sebagai penjahat s.e.x oleh aliansi yang menaungi Utari dan Raga itu mempunyai sifat yang ramah dan supel. Sifatnya benar-benar sangat manis selama acara yang berlangsung selama 3 jam itu.


Semua pengemar Karis mendapat bingkisan di bawah kursi tempat duduk mereka.


"Tolong diperiksa isi bingkisan masing-masing." Setelah acara selesai, MC mengumandangkan pengumuman itu.


"Jika ada yang mendapat amplop merah, kalian bisa tinggal dan mendapat tanda tangan dari Karis Paseha!" kata MC itu.


Utari pun memeriksa bingkisan di tangannya yang berupa paper bag hitam putih yang elegan.

__ADS_1


Mata Utari berbinar, ternyata dia mendapatkan amplop merah itu. Penyamaranya sudah membuahkan hasil ternyata.


Semua pemilik bingkisan beramplop berkumpul di ruangan lain di hotel yang sama. Utari merasa senang karena dia sudah berhasil masuk ke dalam jurus buaya Karis.


Semua pengemar yang mendapat amplop merah sudah berkumpul. Semua orang di sini seperti di pilih secara jeli oleh Karis, karena semua yang berada di dalam ruangan bar private ini adalah gadis cantik dan masih terlihat belia.


Utari tak menyangka jika dia memalsukan usianya di profil maka dia bisa masuk ke dalam kelompok yang disukai oleh Karis secepat ini.


Karis tak kunjung masuk ke dalam ruangan yang bercahaya remang-remang itu. Banyak gadis yang sudah mulai gelisah dan bertanya pada para staf yang berada di sana.


Banyak juga yang memutuskan untuk keluar dari ruangan aneh itu dan pulang, tapi ada banyak yang bertahan karena karisma yang Karis punya.


Minuman dan camilan dihidangkan di setiap meja di sana. Utari dari tadi hanya mengobrol tanpa menyentuh makanan yang berada di tempat itu. Dia hanya pura-pura makan dan minum saja, Utari tau bahwa minuman yang disediakan mengandung alkohol dan makanannya mungkin mengandung obat tidur.


Karena Karis akan memilih beberapa gadis dari kelompok ini untuk di ajaknya ke suatu tempat untuk memuaskan gairah mudanya.


Karis Paseha akhirnya masuk ke dalam ruangan yang sudah berantakan itu. Dia melihat setiap gadis yang sudah dalam kondisi sangat lemah di ruangan itu.


Dia memilih tiga gadis termasuk Utari, benar saja tak lama ada beberapa orang yang memindahkan tubuh-tubuh gadis yang diinginkan oleh Karis Paseha.


Utari masih sadar saat tubuh mungilnya diangkat oleh seorang pria bertubuh kekar. Dia tau kemana orang itu membawa tubuhnya.


.


.


Setelah menaiki mobil cukup lama mereka menurunkan tubuh gadis-gadis yang sudah mulai sadar dari mabuknya.

__ADS_1


Ada tiga gadis yang di bawa ke vila terpencil itu dan salah satunya Utari. Gadis sunda yang lemah lembut itu ingin sekali tertawa terbahak-bahak karena rencananya yang dia yakini gagal ternyata malah berjalan dengan mulus sekali.


Utari tak menyangka Karis malah membawa mereka ke tempat terpencil semacam ini. Karena hal ini akan mempermudah Utari dan Raga untuk menyelesaikan misi mereka.


Ketiga gadis belia sudah duduk berjajar di sofa merah yang sangat berkelas yang berada di ruang tamu rumah tersebut. Rumah bergaya Amerika klasik ini begitu indah di mata Utari, tapi pasti terasa menakutkan di mata dua gadis belia yang kini duduk di samping Utari.


"Dimana ini?" tanya salah satu gadis di sana.


Wajah cantiknya sudah tampak sangat ketakutan sekali.


"Kalian adalah gadis yang sangat beruntung, karena kalian akan menghabiskan malam ini dengan Karis Paseha!" kata salah satu staf Karis yang lebih mirip di katai bodyguart karena perawakannya yang kekar dan wajahnya yang sangar.


Di sekitar mereka banyak pria yang berbadan tegap seperti staf tadi, dan hal itu pasti menbuat kedua gadis di samping Utari memikirkan banyak hal buruk yang bisa menimpa mereka.


"Apa???" gadis itu tampak sudah mengeluarkan air bening kesedihan dari pelupuk mata bulatnya.


"Kalian jangan macam-macam dengan kami!" bentak gadis yang satunya.


Utari sih hanya diam saja, ini adalah keinginannya. Meski semua barang-barang miliknya ditahan para staf dia masih bisa menghubungi Raga dengan cara lain.


Utari yang berdarah psychopath yang sudah terlatih, apa yang bisa membuatnya takut. Puluhan bodygruad kekar itu, sama sekali tak membuat gadis sunda itu bergeming. Tak perlu waktu lama bagi Utari untuk membunuh semua manusia yang kini berada di rumah megah ini.


Tapi sebagai angota Pasukan Tim 4 dia diikat oleh peraturan. Utari tak boleh sembarangan membunuh manusia. Jika dia masih ingin hidup di dunia ini dia hanya boleh membunuh orang-orang yang disetujui oleh aliansi militer negara bernama Tim Alfa.


"Kalian tak perlu takut, malam ini mari kita bersenang-senang!" pucuk dicinta ulam pun tiba, akhirnya target Utari malam ini muncul juga.


Pria berwajah dingin yang tampan dan perayu yang hebat itu menuruni tangga mewah yang melingkar sempurna di tepian dinding ruang tamu rumah bergaya Amerika klasik itu.

__ADS_1


Semua mata para gadis belia pasti berbinar melihat pria setampan Karis Paseha. Apa lagi pria tampan itu kini hanya mengenakan kimono mandi, tubuh atletisnya terlihat juga masih basah. Hal itu sukses membuat ketiga gadis belia yang melihatnya menelan saliva mereka.


__ADS_2