Ghost Of Death

Ghost Of Death
Cara Tim Alpa


__ADS_3

Nadia Selia dan Detektif Senki sudah siap di sebuah meja. Mereka duduk saling berhadapan, di samping mereka sudah ada papan yang berisi semua bahan dan foto-foto bukti yang telah dikumpulkan oleh pihak kepolisian.


"Siap Pak?" tanya Nadia pada Detektif Senki.


"Siap!" kata Detektif Senki dengan nada yang mantap tanpa keraguan.


Tapi Nadia berdiri dan menghampiri tempat duduk Detektif Senki, presenter kondang yang masih lajang itu membenarkan kerah baju Detektif Senki yang kurang rapi.


"Sudah!" kata Nadia.


Detektif Senki tampak salah tingkah saat menerima perlakuan lembut dari wanita di depannya itu. Maklum lelaki 35 tahun ini tak pernah merasakan apa yang disebut dengan pacaran selama hidupnya.


(Kenapa ada romansa di saat tegang begini???)


Salah satu staf yang bertanggung jawab di bagian kamera mengangguk pada kedua orang itu. Gestur yang menanyakan 'apa bisa di mulai sekarang'.


"Ok On Air!" kata orang itu, setelah mendapat persetujuan dari kedua bintang acara siaran langsung malam ini.


"Selamat malam pemirsa, Nadia Selia kembali menyapa anda bukan di acara yang biasa saya bawakan. Tapi di acara yang amat sangat dinantikan oleh seluruh masyarakat di Negara kita ini.


"Menebak teka-teki pembunuhan Bulan Biru.


"Di samping kita sudah ada Detektif Senki Kimoka, orang yang disebut oleh pembunuh berantai Bulan Biru di vidionya.


"Seperti yang kita tau, saat ini Aktor terkenal Karis Paseha disandra oleh pembunuh Bulan Biru.


"Selain itu sudah ada sembilan korban lain yang dibunuh dengan kalung bersimbol Bulan Biru.


"Teka-teki ini mari kita jawab bersama.


"Silahkan Detektif, kita tak punya banyak waktu lagi!" Nadia membuka acara itu dengan lugas dan tegas.


Detektif Senki berjalan menuju kamera yang menyala, wajah tampannya tampak gugup dan berkeringat dingin.


"Bulan Biru pastikan kau menonton ini!


"Cepat hubungi aku jika tebakanku benar, atau salah!" ujar Detektif Senki.


Bidikan lensa kamera masih mengikuti langkah Detektif Senki yang kini berdiri di depan papan yang penuh dengan foto-foto korban.


Sementara Nadia berpindah ke sebuah set di sampingnya, set yang berisi satu pondium dan layar besar di sana.


"Korban pertamamu adalah Hendri Setiawan, mantan petinju yang menjadi penipu dan berelingkuh dari istrinya.


"Kejahatan yang dia lakukan adalah menipu banyak orang dengan kecerdikannya.


"Hal itu merujuk pada sebuah dongeng anak!


"Si Kancil Anak Nakal!" Detektif Senki menghela nafasnya panjang.

__ADS_1


Saat Detektif Senki bicara maka layar yang berada di sebelah Nadia akan memutar gambar-gambar korban dan bukti-bukti perkataan Detektif Senki.


Semua bukti harus ditampilkan karena Detektif Senki sedang membongkar kejahatan orang yang sudah mati saat ini. Jadi hal itu sama sekali tak melangar hukum.


.


Detektif Senki terdiam sejenak dan ponsel di kantung celananya berbunyi. Detektif itu mendapat panggilan dari sebuah nomor tak di kenal. Tapi pria paruh baya itu segera menerima panggilan misterius itu.


"Selamat, tebakanmu yang pertama benar!" kata suara yang di samarkan itu.


"Kau akan melepas Karis Paseha jika semua tebakanku benar?" tanya Detektif Senki dengan wajah yang tegang ke arah Kamera.


"Aku tak pernah mengingkari janji yang kubuat!" kata Raga yang menelfon Detektif Senki dari sebuah parkiran bangunan.


Lelaki muda itu sedang menyaksikan vidio siaran langsung itu dari ponsel legalnya, dan memanggil Detektif Senki dari ponsel ilegal yang dia punya.


"Yang Kedua apa?" tanya Raga.


"Yang kedua adalah dongeng Bawang Merah Bawang Putih.


"Sadewa dari Pandawa Grup, dia terlihat baik tapi dia mendapatkan warisannya setelah membunuh adik tirinya!


"Sadewa bukanlah anak kandung dari Asaman Pandawa, itu adalah fakta yang kutemukan saat penyelidikan!" Jelas Detektif Senki.


"Kau pandai juga Detektif Senki, tak salah jika aku memilihmu!" kata Raga, dia memang berharap Detektif Senki bisa menebak teka-tekinya sampai akhir.


Dengan santai Raga keluar dari parkiran itu dan menuju jalan raya yang tampak lengang, itu artinya saat ini Raga tak berada di pusat kota. Ternyata dia baru saja pulang dari menjemput seseorang yaitu Hendra yang sudah masuk ke dalam gedung.


"Keong Emas-kan!" Detektif itu terus menjelaskan apa yang dia dapat dari rapat daruratnya dua jam yang lalu.


"Ya, benar!" kata Raga.


"Darel SanSan membunuh ayahnya dan menikahi ibu tirinya serta menguasai kekayaan keluarganya!


"Sangkuriang!" Karena semua benar, Detektif Senki semakin mengebu untuk menjawab.


"Lutung Kasarung!


"Korbanmu yang ke lima adalah pengusaha muda Tara Sumriwa.


"Dia adalah seorang Pangeran Kerajaan yang melepas gelarnya untuk berbisnis.


"Tapi dia membunuh banyak kariawannya untuk kesenangannya!


"Ke enam Dea Alesia, wanita simpanan pejabat.


"Dia tak menjadi simpanan satu orang pejabat, gadis itu juga memaksa semua pacarnya itu untuk memberi apa yang dia mau.


"Roro Jonggrang, menghancurkan lelaki dengan pesonanya.

__ADS_1


"Orang yang pura-pura gila setelah membunuh semua keluarganya Mario Santana.


"Korban ketujuhmu adalah mengambarkan dongeng Danau Toba. Seorang ayah yang menghianati semua keluarganya.


"Mbah Sodik, seberapa keras aku mencari tapi tak ada dongeng yang cocok!" ujar Detektif Senki.


"Lelaki tua itu hanya kesalahan, kau pikir aku bajingan kecil membunuh orang lemah seperti itu.


"Lalu bagaimana dengan Karis Paseha?" tanya Raga.


Sebuah suara mendengung di earpiece yang dikenakan oleh Detektif Senki. Alat itu sengaja Detektif Senki kenakan untuk berkomunikasi dengan timnya yang berada di kantor Kepolisian.


"Ulurlah waktu, kita hampir menemukannya!" kata Detektif Morgan yang berada di ruang tim kepolisian.


Semua Hecker Kepolisian di kerahkan untuk melacak panggilan telepon Bulan Biru.


"Karis Paseha yaaaaa!" kini Detektif Senki berubah santai.


"Dia seorang Aktor terkenal, dia di kenal oleh masyarakat luas. Dia juga menjadi panutan sebelum kejahatannya kau ungkap.


"Apa aku harus hormat padamu, dan menyebutmu pahlawan?" tanya Detektif Senki.


"Kau mau mengulur waktu, tangkap aku jika kau bisa!" kata Raga dengan senyum yang mengemaskan.


Raga memutus panggilan yang dia lakukan pada Detektif Senki.


"Luar biasa, kupikir dia tak akan bisa menebak." kata Raga, lelaki itu meletakkan ponsel yang baru saja dia gunakan di bahu jalan begitu saja.


.


Sementara di studio semua orang bingung, karena waktu tengat sudah hampir habis.


Detektif Senki yang sudah merasa semua terkendali pun angkat bicara tentang teka-teki dongeng Karis Paseha.


"Karis Paseha adalah seorang bintang besar yang amat sangat disegani, dia membunuh banyak gadis dan menyiksa mereka.


"Itu pasti legenda dongeng Timun Emas!" kata Detektif Senki.


Raga yang mendengar perkataan Detektif Senki di ponselnya pun langsung tersenyum nanar.


"Tinggal satu kenapa malah salah!


"Padahal aku berharap banyak padamu Detektif Senki, tapi sayang aku tak butuh dirimu lagi.


"Kau akan menyelesaikan semua ini dengan caraku, cara Tim Alpa!" gumam Raga.


________BERSAMBUNG_________


❀❀❀

__ADS_1


*Jangan lupa Vote, Komen dan Like, temen-temen juga bisa ngasih Hadiah 😁😁😁


Trimakasih sudah membaca karyaku😍😍😍*


__ADS_2