
Pintu kamar 145 sudah terbuka secara paksa, pintu kayu itu kini sudah terlentang di atas lantai. Kekuatan para angota pasukan khusus milik Kepolisian memang tak perlu diragukan lagi, latihan yang mereka dapat selama bertahun-tahun bukanlah latihan yang ringan. Jadi untuk mendobrak sehelai pintu kayu macam pintu kamar Motel itu, hanya di butuh satu hentakan badan dari salah satu angota tim saja.
Beberapa angota pasukan khusus sudah masuk kedalam kamar 145 dan menyisir setiap sudut ruangan itu.
Detektif Senki hanya terdiam terpaku, saat melihat sebuah ponsel yang tergeletak tak berdaya di atas kasur salah satu kamar di ruangan 145.
Ruangan Motel dengan dua kamar tidur itu kini penuh dengan hilir mudik para petugas forensik, mereka mencoba menemukan jejak si pelaku penculikan Karis Paseha.
Jika ponsel Karis Paseha bisa berada di dalam sana, bisa di pastikan bahwa pelaku pasti sempat masuk ke dalam ruangan kamar 145 itu.
Sementara Morgan dan sebagian lain pasukan khusus sibuk dengan memeriksa semua ruangan di Motel tersebut.
Pemilik Motel tak bisa protes, setatus rakyat jelatanya membuatnya tak bisa berkutik meski ingin. Tempat usahanya pasti akan sepi beberapa bulan kedepan sampai semua orang melupakan tentang penculikan Karis Paseha.
Selain nama besar Karis Paseha yang bisa membuat Motelnya jadi berimetz buruk, si pemilik juga pasti harus merenovasi beberapa kamar yang dirusak paksa oleh petugas-petugas itu. Meski biyaya akan ditangung Negara, tapi tetap saja proses renovasi pasti memakan waktu yang tak sedikit.
"Mobilnya tak ada di sini!" kata Detektif Morgan pada Detektif Senki yang saat ini ikut memeriksa salah satu kamar pengunjung.
"Bajingan, keparat!" umpat Detektif Senki tanpa sensor.
Hatinya kini terasa terbakar, seakan dia baru saja mendapat serangan jurus kamehameha milik Gohan. Penculik itu sedang ingin bermain dengannya ternyata.
"Periksa semua CCTV di tempat ini, jangan sampai ada yang tertinggal!" perintah Detektif Senki.
.
.
.
.
Aura yang merasa bosan di dalam kelas pun keluar untuk mencari udara segar. Gadis itu berjalan menyusuri tangga untuk menuju atap banguna kelasnya. Biasanya para mahasiswa yang perokok akan di sana untuk merokok.
Aura bukan perokok tapi dia harus mencari Sandi teman sekelasnya untuk meminta sedikit bantuan. Karena kata Utari Sandi di atap sedang merokok, mau tak mau Aura ke sana sambil mencari udara segar.
Saat Aura berjalan di tangga yang berada di luar ruangan dia menyempatkan diri melihat bengkel seni yang biasa digunakan adik kelas mereka, termasuk Raga.
Bengkel itu terletak tak jauh dari bangunan kelas Seni Pahat yang kini dipijak oleh Aura.
Aura terlihat mencari sesuatu di kerumunan bengkel seni yang luas itu, entah karena dia sudah sangat mengenal Raga atau kenapa. Manik matanya langsung bisa menemukan pria yang dia cintai di tengah kerumunan adik kelasnya itu.
Aura mengambil ponselnya dari sakunya, dia mengetik pesan untuk Raga.
Apa malam ini kau ada acara??? isi pesan teks Aura pada Raga.
Aura bisa melihat pria itu melihat ponselnya tepat setelah gadis manis itu mengirim pesan untuknya.
__ADS_1
Tidak. Jawab Raga.
Aku ingin makan opor ayam buatanmu! Aura kembali mengirim pesan teks untuk Raga.
Ok akan ku buatkan. Jawab Raga.
Aura tampak tersenyum bahagia saat melihat Raga juga tersenyum saat membaca pesan darinya.
Serasa kupu-kupu terbang di dadanya, rasa geli yang mengelitik itu adalah rasa cinta. Rasa cinta Aura pada Raga yang sudah mulai berkembang.
Aura begitu ingin hari ini cepat malam. Dia tak sabar segera makan berdua dengan kekasih hatinya itu.
.
.
.
.
Mobil itu memang masuk ke dalam parkiran, tapi kamera CCTV di parkiran sedang rusak jadi mereka tak bisa melihat mobil itu parkir di mana.
"Kapan kamera itu rusak?" tanya Detektif Senki pada pemilik Motel.
"Sekitar tiga hari yang lalu Pak Polisi!" jawab pemilik Motel.
"Ketemu!!! pasti orang ini meletakkan ponsel Karis Paseha di kamar 145!" kata Detektif Morgan.
Pria itu tengan berdiri di dekat pria botak yang duduk di depan komputer. Jemari pria botak itu sedang mengotak-atik rekaman kamera CCTV Motel untuk kepentingan pihak berwajib tentunya.
"Stop!" kata Detektif Senki.
"Kenapa aku merasa pria itu tak asing!" ujar Detektif Senki.
"Benarkah, tapi aku tak merasa begitu!" sahut Detektif Morgan.
Kedua Detektif tampan itu terus meminta agar rekamam saat pria berbaju serba hitam dengan topi dan masker yang menutupi wajahnya itu diputar berulang-ulang.
Terlihat pria itu masuk ke dalam kamar tanpa membawa apa pun di tangannya, tapi dia menenteng sebuah tas saat keluar. Pria di vidio itu juga mengacungkan jari tengahnya ke kamera saat keluar dari kamar 145.
"Keparat!" desah Detektif Senki.
"Siapa pria itu?" tanya Detektif Senki pada pemilik Motel.
"Mana saya tau Pak!" kata pemilik Motel itu.
"Cepat periksa siapa dia. Sekarang!!!" Detektif Senki sudah tak punya kesabaran lagi.
__ADS_1
Karena di hati Detektif Senki dia melihat sosok Dokter Abraham di diri orang yang menculik Karis Paseha.
Bagaimana jika masa lalu terulang kembali???
Akankah aku bisa mengatasinya???
Aku sangat takut. Senki Kimoka.
"Pengunjung yang menghuni kamar 145 kemari dua hari yang lalu. dia mendaftar dengan KTP dan membayar dengan kartu kredit atas nama Karis Paseha!" kata resepsionis Motel itu.
"Ini gila!" desah Detektif Senki.
Pria gagah itu sangat dibuat frustasi oleh penculik Karis Paseha. Kedua tangan Detektif Senki kini sudah mengacak-acak rambutnya, pertanda dia benar-benar sedang bingung.
"Lihat ini!" kata Detektif Morgan.
Dia menyodorkan ponselnya ke depan wajah frustasi Detektif Senki. Ponsel pintar itu sedang memutar sebuah vidio di salah satu channel youtube dengan nama akun Bulan Biru.
Detektif Senki segera memicingkan pandangannya ke arah wajah Morgan yang sedang antusias.
"Lihat, ini Karis Paseha!" kata Detektif Morgan.
Detektif Senki segera melihat ke arah layar ponsel Morgan yang sedang memutar vidio itu dari awal lagi. Netra nan tajam itu fokus melihat wajah pria yang telanjang yang sedang diikat di atas kursi kayu dengan mulut dilakban.
Judul vidio itu adalah Ronde pertama untuk Karis Paseha.
Pria yang dicari oleh Detektif Senki pun muncul dalam vidio itu. Dengan pakaian hitam yang sama serta topi dan masker yang sama juga. Setiap gerak-gerik pria itu selalu diperhatikan oleh manik mata Detektif Senki.
Vidio dengan suara yang disamarkan itu masih berputar menampilkan setiap adegan pemotongan telor burung milik Karis Paseha.
Tanpa rasa jijik atau ngeri Detektif Senki berusaha keras untuk mencari sesuatu dalam vidio berdurasi 3 menit itu.
"Apa kita bisa mencari di mana dia mengunggah vidio ini?" tanya Detektif Senki.
"Bisa tapi akan memakan waktu yang sedkit lama, kata hecker tim khusus yang ternyata belum disuruh pulang oleh Detektif Senki.
"Cari dimana keparat itu sekarang!" kata Detektif Senki.
Dia merasa dirinya tuhan.
Dia merasa pantas untuk menghukum penjahat
Bulan Biru. Kauuuuuu!
Siapa kamu???
Kau bahkan lebih kejam dan brutal dari Dokter Abraham. Senki Kimoka.
__ADS_1