Ghost Of Death

Ghost Of Death
Keputusan Untuk Perang


__ADS_3

Leo meremas gagang setirnya dengan kuat. Pria tampan itu sedang duduk di belakang kursi kemudinya. Dia merasa gundah dengan apa yang akan dia lakukan.


Dia tak bisa diam saja dan hanya menyaksikan. Dia ingin membantu tapi dia juga bingung siapa yang ingin dia bantu.


Raga atau pihak berwajib.


Semua itu membuat Leo kembali terbayang dengan kejadian malam itu. Malam dimana Raga ditahan oleh Detektif Senki dan Detektif Morgan.


Leo mendekati ranjang Aura karena gadis itu melenguh pelan dalam tidurnya, seperti orang yang sedang kesakitan. Mungkin sakit perut Aura kambuh lagi, tapi gadis itu masih teryidur nyenyak di atas kasurnya.


Leo ingin membangunkan gadis manis yang sudah masuk dan menguasai renung hatinya itu. Tapi ingatan Leo malah menginggat momen-momen ketika dia menjadi hantu.


Tanpa kesadaran yang penuh di otaknya. Leo yang dari tadi berjongkok di pinggir ranjang Aura itu mulai agresif. Siapa yang dapat menahan perasaan tertarik yang sebesar itu.


Leo mendekatkan wajah tampannya ke arah wajah Aura yang tampak sangat imut itu.


Dan beberapa detik bibir Leo berhasil menyentuh bibir Aura yang lembut dan hangat.


"Raga!" guman bibir Aura di bawah bibir Leo.


Leo segera menjauhkan wajahnya dari wajah Aura. Kenapa dia sampai melakukan hal yang memalukan itu. Mencium gadis yang sedang tertidur tanpa ijin begitu.


Karena hal itu Leo sadar jika Aura sangat mencintai Raga, tapi gadis itu mencintai lelaki yang salah. Karena lelaki yang dicintai oleh Aura adalah Monster.


Tapi kenapa Aura sangat mencintai Raga, gadis tomboy itu sangat kasar dan tak mudah di taklukan oleh sembarang orang. Kenapa Raga dapat menahlukkan gadis keras kepala seperti Aura.


Jawaban itu Leo dapat di pagi harinya.


Sebelum sarapan bubur mereka disediakan oleh Kang Maman.


"Raga adalah pria yang tegas tapi lembut, dia baik hati. Dia terlihat kasar kan...Tapi dia itu cepat rapuh!" kata Aura dengan nada penuh rasa cinta.


Apa iya Raga berkamuflase selama itu, mereka bilang mereka kenal saat SMU dan berpisah selama dua tahun. Tapi kenapa Raga mendekati Aura lagi, padahal Raga sudah berada di Tim Alpa.


Tim Alpa di isi oleh berbagai Psychopath dari seluruh penjuru dunia. Dan biasanya para Psychopath akan lebih cocok jika pasangannya juga seorang Psychopath. Tapi kenapa Raga mendekati Aura kembali.


Apa tujuan Raga, apa cinta???


Tapi seorang Monster tingkat satu tak bisa jatuh cinta.


Lalu jika mereka jatuh cinta, apa mereka bukan monster.


Jika mereka jatuh cinta, mereka bukan monster. Tapi manusia dengan Gen Jenius.

__ADS_1


Gen Jenius dan Gen Psychopath. Kedua Gen itu tak bisa dibedakan. Jika kau lahir dengan Gen itu, kau hanya punya dua pilihan.


Menjadi Psychopath atau menjadi manusia yang Jenius.


Dan Leo adalah bayi yang lahir dengan Gen yang sama dengan Gen yang dimiliki Raga saat lelaki iblis itu lahir.


.


.


Leo segera keluar dari dalam mobilnya, dia sudah menentukan siapa yang ingin dia bantu. Dia akan mengambil resiko.


Dia akan berkorban demi kedamaian, dia tau apa yang dia lakukan kini. Dia akan mencoba semuanya dengan baik. Dia tak akan gagal, dia harus berhasil.


Kini tubuh tinggi bak model tapi kekar Leo sudah berdiri tegak di depan kampus Raga.


Leo memutuskan membantu Raga, putra dari Dokter Abramam yang sudah membunuh kedua orang tuanya.


"Semoga pilihanku tak salah!" ucap Leo.


Langkah kakinya segera melaju, menyongsong sekutu barunya. Yang pasti akan susah untuk dia prediksi atau pun dia atur. Tapi Leo harus berusaha sebaik mungkin. Karena dia ingin menghentikan pertarungan tanpa henti ini.


.


.


.


.


Rangkaian mesih yang rumit di ruangan yang amat luas itu sudah di kerubuti oleh manusia-manusia berpakaian ADP yang lengkap.


Tabung-tabung besar yang berisi manusia yang direndam dengan cairan kimia itu kelihatannya akan segera di buka satu persatu.


Setiap tabung dijaga oleh tiga manusia berpakaian ADP lengkap, karena ruangan itu akan penuh dengan radiasi yang akan sangat bahaya untuk umat manusia biasa.


Tabung pertama terbuka penutupnya, seorang pria dengan tubuh kekar dan berotot di keluarkan dari tabung besar berisi cairan kimia itu.


Tubuh kekar yang terlihat amat sangat kuat itu sama sekali tak bergerak apa lagi meronta. Karena tubuh manusia kuat itu sedang dalam kondisi mati.


Dengan bantuan alat khusus pria itu diangkat dan di tidurkan di atas ranjang besi. Beberapa para medis yang mengenakan seragam khusus memindahkan tubuh lelaki itu ke sebuah ruangan yang sangat luas yang lain.


Di ruangan itu sudah tersedia beberapa ruangan kaca yang tebal. Tubuh itu di masukkan ke sana dan para medis segera keluar dari ruangan kaca tersebut.

__ADS_1


Pintu kaca itu segera tertutup rapat dan terkunci secara otomatis.


Dada bidang yang tadinya tak berdenyut itu kini mulai kembang kempis mencari oksigen di sekitarnya. Otot-otot kekar itu mulai menegang dan tubuh yang tadinya mati itu pun bergetar hebat sampai terjatuh ke lantai.


Tak ada para medis yang berusaha menolong pria yang saat ini sudah mulai mengeluarkan suara geraman panjang itu. Tubuh kekar itu bergetar cukup lama.


Lalu tubuh itu mengejang kasar dan menegang tanpa arah. Sampai-sampai dinding kaca ruangan itu di tabrak tubuh kekar itu. Untuk beberapa saat tubuh itu bereaksi acak seperti orang yang kesetanan. Lalu berhenti dan tubuh kekar itu melemah.


Posisnya saat ini tengkurap di lantai tanpa alas apa pun. Tapi beberapa saat kemudian Tuan Harsono mendekat ke arah ruangan pria kekar itu.


"Zack!" panggil Tuan Harsono pada pria itu melalui microfon kuhsus.


Masih tak ada respon apa pun yang lelaki tua itu dapatkan dari pria muda kekar yang ia panggil Zack itu.


"Zack ini ayah!" kata Tuan Harsono sekali lagi.


Tapi tubuh di dalam ruangan kaca itu hanya sedikit bergerak.


"Zack, bangun Nak!" sekali lagi Tuan Harsono memaggil pria di dalam ruangan kaca.


"Sial gagal lagi!!!" teriak Tuan Harsono yang kini berdiri tegak itu.


Wajahnya yang kebapakan dan mengayomi itu, segera berubah menjadi bengis dan penuh amarah. Karena kesal, dia tak dapat merampungkan penelitian Jendral Husein ini.


Pria tua itu berbalik dan hendak pergi dari dalam ruangan penuh dengan dinding kaca bening itu. Tapi sebuah suara serak yang maskulin segera membuatnya menghentikan langkanya.


"Ayah!" kata pria muda yang amat kekar di dalam ruangan kaca.


Pria yang hanya memakai celana ketat pendek itu, sudah berdiri tegak di dalam ruangan kaca itu. Wajahnya yang tegas dan kokoh itu berekspresi bloon seperti seorang anak kecil.


Rambut panjang sebahunya menjuntai basah menyamarkan kilatan biru di kornea mata Zack.


Tuan Harsono yang sudah kembali sumringah pun mendekati ruang kaca tempat Zack dikurung.


"Anakku, kau sudah bangun?" tanya Tuan Harsono dengan penuh semangat dan hati yang riang gembira.


"Ayah, dimana aku?" tanya Zack lirih.


"Kita sedang dirumah Nak, ini rumahmu!" kata Tuan Harsono dengan keyakinan yang tak main-main.


Bangunan Mangkok Telungkup ini padahal dimiliki oleh Negara. Kenapa Tuan Harsono berbicara seperti itu pada Zack yang diklaimnya sebagai anaknya.


Apa rencana Tuan Harsono untuk Raga dan Utari serta Negara ini.

__ADS_1


_________BERSAMBUNG________


JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, DAN LIKE ❤❤❤


__ADS_2