
Ragata Alessio
TTL : 27 Maret 1998
Zodiak : Aries
Tinggi Badan : 178 cm
Berat Badan : 60 kg
Sifat : Terlalu teliti, selalu memperhatikan segala hal.
Hobi : Membunuh dengan menyiksa korbanya.
Jenis Kelamin : Lelaki
Darah monster pembunuh yang mengalir di nadinya tak dapat dia bendung selamanya. Membunuh adalah naluri untuk manusia yang lahir sebagai perdator. Mereka tak bisa berhenti membunuh meski pun tak ingin membunuh.
Raga dibesarkan oleh kakak Imanuel di Roma, Imanuel mengakui Raga sebagai putranya pada keluarganya di Roma saat itu.
Di Roma Raga seperti tak bisa berbaur dengan apa pun yang ada di sana, akhirnya anak lelaki itu dibawa Imanuel ke Indonesia lagi setelah 13 tahun.
Dan di waktu itu-lah Ragata bertemu dengan Utari kembarannya.
Setelah itu dia dan kembarannya dikirim oleh Imanuel ke sebuah lembaga Negara. Saat itu Negara membuat Tim Khusus yang berangotakan monster predator seperti Raga dan Utari.
Tapi saat itu hanya Utari yang lolos ujian itu, akhirnya gadis manis itu menjalani pelatihan di Tim Khusus itu sampai usianya 20 tahun.
__ADS_1
Naluri predator Ragata mulai muncul saat dia melihat Aura.
Awalnya Ragata menjauhi Aura agar dia tak melukai gadis manis itu.
Tapi seperti dalam cerita bahwa SMU Aura dan Raga saling bermusuhan. Ragata adalah ketua genk SMUnya sementara Aura juga menyandang pangkat tersebut di SMUnya.
Hal itu membuat Ragata sering berduel dengan gadis manis itu. Tapi setiap duel Ragata tak bisa menyerang Aura, Raga hanya menerima serangan-serangan dari Aura tanpa mau membalas.
Akhirnya mereka memutuskan berteman saja, tentu saja tanpa memberi tahu para angota genk masing-masing.
Disinilah mereka dekat dan memulai hubungan manis.
Ragata sudah memutuskan pada saat itu, mulai saat itu dia bertekat untuk hidup sebagai orang normal. Dia tak ingin menjadi Moster seperti ayahnya atau pun adiknya Utari.
Semua kejadian di kala itu berakhir dengan Raga dan Utari yang membunuh Nawang Ratih. Tertangkapnya Dokter Abraham ayah mereka berdua.
Demi agar tak di penjara karena telah membunuh Nawang Ratih, Ragata memutuskan mengikuti tes Tim Khusus lagi. Dan dia diterima saat itu.
Dia menjalani 2 tahun pelatihan, dan sudah langsung masuk di Tim 4 yang juga ditempati oleh Utari adiknya.
Tak lama Raga naik pangkat menjadi Ketua Tim 4. Dia dipilih karena pandai menyusun strategi dan Raga adalah monster yang sangat pandai mengendalikan diri.
__ADS_1
Misinya kini adalah membunuh para penjahat yang kebal terhadap hukum di Negara ini.
Satu hal yang dicari oleh Ragata saat dia berhasil mendapatkan misi Pembantaian Tikus Negara, adalah Aura.
Ternyata jantungnya masih berdetak untuk gadis itu. Saat Raga berpikir dia bisa melupakan gadis manis bernama Aura Magisna itu, kenyataanya perasaannya untuk gadis tomboy itu malah bertambah besar dan semakin mengelora.
Awalnya Raga tak mau menyentuh hidup Aura tapi saat Imanuel menunjukkan gelagat aneh pada Aura, Raga tak bisa diam saja.
Imanuel berusaha menyakiti Aura, Imanuel berusaha menyingkirkan kelemahan Raga.
Kejadian di apartemen Mutia.
"Ambillah!" kata Raga, dia berdiri dibelakang Imanuel yang sudah masuk kedalam apartemen.
Kedua lelaki itu masuk kedalam kamar Mutia, diikuti oleh Hantu Tampan yang tak bisa mereka lihat.
"Tapi jangan pernah menyentuh Aura." Raga memgatakan perkataan itu dengan penuh penekanan.
"Kau akan susah nantinya!" Imanuel mendekat ke arah Raga.
"Ragata, pikirkan hidupmu!" ujar Imanuel.
"Hidup gue? gue sama sekali tak peduli!
"Jika elu sampai menyentuh Aura, elu pasti akan mati duluan!" kata Raga.
"Jangan sampai yang lain tau!" kata Imanuel.
Imanuel segera membuka kotak brankas yang ada di dalam almari pakaian Mutia.
"Buat gue pingsan, sebelum elu pergi!" kata Ragata.
Imanuel pun memukul tengkuk Raga dengan sebilah pemukul baseball.
__ADS_1
Saat akan keluar, Hantu Tampan atau Leo ingin menyerang Imanuel. Tapi sebuah bayangan hitam muncul dan menghadang serangan Leo yang waktu itu masih berwujut hantu.