
Scorpio bangkit kembali setelah mendapat hantaman keras dari Leo diwajahnya. Terlihat bekas merah yang berbentuk mirip alas kaki Leo terukir diwajahnya.
Scorpio masih mencoba mencerna kejadian sebelumnya saat melanjutkan serangannya. Dalam keheningan Leo menyerang tanpa memberi jeda sedikitpun, Taurus sudah menduga hal ini dan membiarkan Scorpio mendapatkan apa yang ia sebut sebagai pelajaran.
'Terkadang kau harus belajar bahwa yang kuat tidak selalu harus diperlihatkan pada semua orang, dan ia harus tahu kapan untuk menggunakan kekuatannya tersebut.'
Taurus kembali memperhatikan pertarungan yang sangat jelas nampak berat sebelah tersebut.
"Hentikan, hei! Ah! Kau—Ah!"
Scorpio mencoba mengucapkan sesuatu, tapi Leo tak memberinya celah sehingga ia tak bisa menyelesaikan kalimatnya sampai selesai.
"Kau yang memulai, kau yang menuai!"
Leo menjaga jaraknya saat Scorpio mengeluarkan Aura yang cukup dahsyat secara tiba-tiba.
Scorpio menatap Leo dengan geram, tentu saja ia tak terima diperlakukan seperti itu oleh Juniornya. Disisi lain Taurus hanya diam memperhatikan pertarungan yang dia rasa akan selesai tak lama lagi.
"Heh! Kau sangat sombong sebelumnya, mari kita lihat apa kau masih bisa sombong sekarang!"
Scorpio melepaskan anak panah yang diselimuti Aura miliknya, kecepatan anak panah itu sendiri sangat luar biasa dan jika orang biasa yang terkena panah tersebut nyawa mereka bisa dipastikan melayang seketika. Tetapi dihadapan Leo menepis anak panah itu tidak berbeda jauh dengan memukul nyamuk
"Pada akhirnya kau tidak mau mengakui kesalahanmu, padahal aku hanya ingin mendengar kata 'maaf' darimu. Tapi karena kau yang memulai terlebih dahulu akan ku turuti kemauanmu."
Leo teringat kembali kalimat Gurunya sebelum ia kembali ke Aula Tetua. Gurunya mengatakan bahwa untuk menekan kekuatan Aura Raja, Leo hanya perlu membagi sebanyak mungkin kekuatan tersebut hingga menyerupai Aura pada Umumnya.
"Guardians Aura! Arrow Of The Life!"
Panah Scorpio melesat cepat ke atas langit dan terlihat menyerap kekuatan petir yang ada dilangit sebelum kembali melesat jatuh dalam kecepatan tinggi.
"Guardians Aura..."
Aura kehijauan menyelimuti tubuh Leo, berbeda dengan Aura Raja Singa yang memiliki efek menekan sekitar tanpa perlu melakukan apapun, Guardians Aura milik Leo yang sekarang tidak memiliki efek tersebut dan hanya bisa menekan saat Leo mengarahkan tekanan ke target yang diinginkannya.
'Sejak kapan anak ini bisa menguasai Guardians Aura?!'
Taurus jelas tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya, pasalnya beberapa hari yang lalu pemuda tersebut sama sekali belum menguasai Guardians Aura dan sekarang ia mengeluarkan jurus tersebut dengan lancar.
__ADS_1
'Tapi ada yang berbeda dengan Auranya... I—Ia membaginya?! Bagaimana ia bisa membagi kekuatan Aura?!"
Sekali lagi Leo berhasil mengejutkan Taurus dengan kemampuannya, Taurus akui baru kali ini melihat seorang jenius seperti Leo.
Api hijau menyelimuti pedang Leo sesaat sebelum pedang tersebut menghantam panah milik Scorpio.
Gelombang kejut tercipta saat pedang Leo dan Panah Scorpio saling bertemu.
Taurus yang melihat hal ini tidak bisa berhenti terkejut melihat perkembangan Leo yang bahkan ia sendiri tidak tahu kapan pemuda tersebut sempat berlatih.
Sementara itu, disisi lain Aula Tetua lebih tepatnya di depan Pintu Gerbang Aula Tetua, Seorang gadis muda berjalan bersama pemuda berambut pirang dan masuk ke dalam Aula Tetua.
Keduanya memiliki paras yang rupawan dan bergandengan tangan dari awal di pintu gerbang sampai mereka masuk ke dalam Aula Tetua, hal ini tentu saja menarik perhatian banyak orang disekitarnya.
"Sudah lama aku tidak kesini..."
Pemuda berambut pirang itu mengukir senyum dibibirnya.
"Permisi, apa kau tahu dimana Guardians Taurus berada?"
Pemuda itu bertanya pada seorang pelayan yang kebetulan sedang lewat dihadapannya.
Pelayan itu merasa tidak mengenali Pemuda yang ada dihadapannya, sehingga memutuskan menanyakan identitasnya.
"Ah, itu salahku jarang berada disini dan memilih tinggal di kota Sura. Namaku Aries, seorang Guardians"
Aries juga memperkenalkan adiknya, Ariel yang saat itu sedang bersamanya. Banyak orang terkejut mendengar jawaban dari Aries dan beberapa bahkan langsung pergi untuk menghindari masalah, bagaimanapun mereka semua mengira bahwa Aries dan Ariel merupakan pasangan kekasih daripada Adik dan Kakak.
"Ah, Maafkan kelancangan saya Tuan Aries! Tuan Taurus sedang berlatih di Aula Langit sekarang."
Pelayan itu menundukan kepalanya menghormati Aries, setelah mengetahui identitas Aries ia merasa telah melakukan suatu perbuatan yang menurutnya lancang.
Aries mencegah pelayan tersebut lebih merendahkan lagi kepalanya dan memberi salam sebelum pergi ke Aula Langit bersama dengan Ariel.
Tepat didepan Aula Langit Aries dan Ariel melihat sebuah petir turun langsung menuju ke tengah Aula Langit.
Aula Langit sendiri merupakan tempat berlatih yang dikhususkan untuk para guardians. Bangunannya dibuat khusus agar bisa bertahan dari serangan para Guardians.
__ADS_1
"Scorpio? Tidak kusangka dia juga berada disini"
Senyuman kembali menghiasi wajah Aries, dia tidak menyangka akan bertemu Guardians lainnya saat berkunjung ke Aula Tetua, karena pada dasarnya Guardians sering berkelana ke tempat yang jauh dan menjaga tempat tersebut dari serangan Ashura.
Aries dan Ariel melangkah masuk kedalam Aula Langit sesaat kemudian.
Pertarungan Leo dan Scorpio sudah selesai setelah pedang Leo berada hanya beberapa centi dari leher Scorpio. Ia tidak menyadari kapan Leo berada disebelahnya setelah gelombang kejut terjadi.
Kesal karena kalah dari seorang Junior, ia melampiaskan emosinya pada Taurus yang terus tertawa setelah pertandingan selesai.
Ditengah keributan keduanya suara seorang gadis memecah suasana dan membuat semua mata yang ada disana melihat ke arah sumber suara tersebut.
"Ariel? Hey, lama tidak berjumpa"
"Lama tidak berjumpa, Kak Taurus"
Taurus memeluk gadis tersebut layaknya seorang adik, dan terus mengedarkan pandangan mencari sesuatu.
"Dimana Aries? apakah kalian tidak pergi bersama?"
Taurus melepaskan pelukannya dan mencari Aries yang seharusnya bersama dengan Ariel.
"Ia disana. Katanya ia agak malu bertemu setelah sekian lama tidak berjumpa denganmu."
Gadis itu tertawa ringan seraya menunjuk Aries yang akhirnya berjalan mendekat kepada mereka.
Scorpio tertegun, tidak ada kekesalan lagi dihatinya perasaan itu digantikan oleh perasaan kagum dan tertarik pada Ariel.
Penampilan Ariel tidak berbeda jauh dengan Kakaknya, dengan rambut pirang dan mata biru yang anggun menghiasi paras cantiknya, siapapun pasti akan pangling dalam sesaat, semua kecuali Leo.
Aries akhirnya sampai dihadapan Taurus dan langsung menyampaikan maafnya karena tidak bisa membantu Taurus saat ia membutuhkan, tidak lupa ia juga memberi dukungan pada Taurus agar tidak terus murung meratapi kepergian Tetua Agung.
Taurus hanya tertawa menanggapi kalimat Aries.
"Bagaimana bisa aku murung jika si bodoh itu masih ada disini bersama kita"
Taurus tertawa seraya menunjuk ke arah Scorpio yang tertegun dan terus menatap langsung ke arah Ariel.
__ADS_1
Dengan sekejab Ledakan sihir tercipta didepan wajah Scorpio yang membuatnya tersadar dari renungannya.
Jangan lupa vote supaya cepet up!