
Leo melangkahkan kakinya secara perlahan. Api emas di belakangnya meninggalkan jejak setiap kali ia melangkah.
Myrthe yang melihat perubahan pemuda itu segera menelan ludah, ini dikarenakan semua tekanan dan panas yang berasal dari pemuda itu menekan pernapasan dan membakar habis udara yang ada disekitar mereka.
Selain itu penampilan mengintimidasi dari pemuda itu juga tak kalah mendukung.
Api emas yang menyelimuti tubuhnya, pupil mata yang sepenuhnya bersinar dengan cahaya keemasan juga rambut hitamnya yang memantulkan sedikit cahaya keemasan.
Pemuda itu tampak lebih mengancam daripada orang-orang yang bergerumul di hadapannya.
"Aku tidak mengenalmu, tapi aku tahu kita bukan musuh. Kau menunjukkannya dari seranganmu yang dengan jelas ditujukan untuk membantuku, aku berterima kasih." Leo memandang penuh percaya diri ke arah Myrthe yang sedikit terpukau dengan penampilan pemuda itu.
Myrthe menundukkan sedikit kepalanya dan mengucapkan sebuah pernyataan yang mengejutkan Leo, "Sebuah kehormatan bisa menolong saudara seperguruanku. Aku harap kita bisa bekerja sama mulai dari sekarang."
Leo kembali menatap sejenak pemuda tua itu sebelum mengarahkan pandangannya ke arah sepuluh iblis di hadapannya.
"Aku menghargai saudara seperguruanku, kalau begitu mari kita mulai putaran kedua!"
Api emas itu membesar tepat saat Leo menyelesaikan kalimatnya dan pemuda itu maju menghadapi kesepuluh orang yang hanya menatap dengan diam saat Leo tengah berbincang sebelumnya.
__ADS_1
Dengan kecepatan yang luar biasa Leo mengayunkan pedang putihnya yang bersinar lebih terang dari sebelumnya.
Cahaya emas bercampur keputihan mengalir melalui pedang tersebut dan Leo terus mengaitkan serangannya tanpa memberi jeda sedikitpun untuk kesepuluh orang itu menyerang.
Api emas yang membara terlihat seakan-akan meledak saat pedang putih yang indah itu diayunkan sementara Myrthe yang sedari awal diam mulai menyusul Leo untuk menyatukan serangan.
Aura Naga miliknya merembes keluar dan menyaingi Api emas Leo, Pemandangan energi perak dan Api emas yang berdampingan itu cukup spektakuler dengan latar hutan yang sudah menjadi gelap dibawah langit malam.
Dengan cahaya yang begitu terang dari kedua pemuda itu, Sembilan orang misterius dari Aliansi Besar Phoenix itupun mulai khawatir.
"Apa yang kalian khawatirkan dari bocah itu? Kalian sudah melihat kekuatan Orang itu bukan? Mereka bukan apa-apanya, cepat selesaikan dan kita semua akan bebas dari genggaman tangan Orang yang tidak masuk akal itu!" Seorang pria tua memberi intruksi, Ia adalah pria tua yang sama dengan yang memberi perintah di awal kemunculan mereka.
Mulai dari bola elemen raksasa yang sebelumnya menyusahkan Leo hingga hembusan Angin dan Api yang memiliki kekuatan tidak masuk akal juga di arahkan ke Leo.
Hanya saja, semua itu tidak masalah untuk Leo sekarang. Setelah melakukan pertukaran dengan Pedang putih di tangannya ia mendapatkan bantuan luar biasa dari pedang tersebut.
Saat semua serangan musuhnya itu mendekat, Leo memutar tubuhnya dan melakukan gerak kaki yang sangat indah.
Ia sedang menari di tengah pertempuran.
__ADS_1
"Apa yang pemuda itu lakukan? Cepat hentikan dia! Sebelumnya juga dia melakukan sesuatu yang aneh dan ia mendapatkan kekuatan tidak masuk akal ini secara tiba-tiba hentikan gerakannya sekarang juga!" Lucifer menyadari ada yang salah dengan pemuda itu segera memerintahkan rekan-rekannya untuk menyerang.
Leo tersenyum dengan mata tertutupnya, Semua serangan yang di arahkan padanya dan sembilan orang yang mendekat ke arahnya tidak menganggu ketenangan pemuda itu.
Saat semua itu sudah berada di depannya ia mengayunkan pedangnya dengan kuat.
Cahaya putih yang terang menghiasi jejak ayunan pedangnya.
Tarian pedang pemuda itu kembali dilanjutkan.
————
Saya sebagai Author mengucapkan Terima kasih telah menemani cerita ini sampai sekarang.
Jangan lupa memberi dukungan berupa Vote, Like, atau Komen jika menyukai cerita ini.
————
Thanks For Reading!
__ADS_1