
Leo dan Gemini terlihat berjalan keluar dari penginapan
Di dalam kepalanya, ia terus memikirkan satu hal yang dianggapnya tidak masuk akal.
'Siapa itu Gemini? Darimana dia bisa tahu tentang Euthorea, apakah kebetulan saja dia melakukan etiket berkenalan seperti itu?' Pikiran-pikiran semacam ini terus bermunculan di kepala Leo dan membuatnya terus berdiam selama perjalanan.
Gemini yang awalnya mengajak Leo untuk pergi ke tempat tinggal yang ia tempati bersama Gurunya mulai merasa tidak nyaman.
"Apa yang membuatmu berdiam diri sedari tadi? Apakah ada yang kau pikirkan?" ucap Gemini sambil mendekatkan wajahnya sangat dekat dengan wajah Leo. Hal ini tentu saja mengejutkan Leo yang tengah berpikir tentang asal usul gadis tersebut dan berakhir dengan kesalahan fatal yang Leo ucapkan.
"Ah, tidak ada. Aku hanya memikirkan tentangmu-" Leo yang menyadari ucapannya sedikit melenceng segera menghentikan ucapannya, sementara Gemini segera menjauh dengan wajah putih susunya yang kini memerah.
Leo mengingat kembali saat Gemini mengajaknya untuk pergi ke tempat tinggal gadis itu dan gurunya.
Ia sebenarnya ingin menolak, hanya saja keadaannya sekarang tidak memungkinkan.
Bagaimana ia bisa menolak sedangkan ia tidak memiliki tempat tinggal untuk sekarang, selain itu uang yang ia punya sekalipun hanya tinggal setengah kantong dan seperti kata Gemini, uang tidak terlalu berguna di sini.
"Andaikan ada pilihan lain ...." gumam Leo sambil terus berjalan, dia terus mencoba berpikir untuk kembali ke dunianya, tapi setelah ia pikir-pikir, kata-kata Jade Emperor sebelumnya sangat benar dan ia hanya menyia-nyiakan nyawanya apabila ia kembali sekarang, bahkan mungkin ia akan membahayakan orang terdekatnya apabila seperti itu.
Leo yang tidak menemukan pilihan lain, selain berlatih di sini, menunduk penuh penyesalan.
Andaikan ia lebih kuat, andaikan ia sudah berhasil mencapai kekuatan tertinggi yang bisa ia miliki dan andaikan tidak ada peperangan dalam dunia ini, mungkin ia tidak perlu menghadapi situasi saat ini.
"Dan mungkin, Rose masih bisa hidup saat ini ...." gumam Leo sekali lagi.
__ADS_1
Gemini yang mendengar gumaman pemuda itu 2 kali berturut-turut jelas merasa ada yang sedang dipikirkan oleh pemuda tersebut.
"Apa yang kau pikirkan?" tanya Gemini saat Leo sudah mulai kembali fokus padanya.
Leo yang tidak ingin menjawab hanya menggelengkan kepalanya dan tidak merespon lebih jauh pertanyaan gadis tersebut.
Sementara Gemini juga tidak berniat melanjutkan pertanyaannya lebih jauh.
Perjalanan itu kembali menjadi hening sampai akhirnya mereka tiba di sebuah rumah dengan halaman yang cukup luas di tengah hutan.
Rumah itu mengingatkan Leo dengan rumah gurunya, Zheira yang telah lama tidak ia lihat.
"Guru, aku telah kembali!" ucap Gemini sambil melangkah masuk ke dalam halaman depan rumah tersebut.
Leo berekspektasi guru Gemini adalah orang tua atau setidaknya pria paruh baya seperti gurunya, karena berdasarkan apa yang diberitahukan oleh Gemini, gurunya itu telah hidup dalam waktu yang sangat lama, inilah faktor yang membuat Leo berpikir demikian.
Paras tampan perkasa dan mata tenang bagaikan sebuah danau yang dalam membuat Leo terdiam cukup lama.
Memang benar rambutnya sudah memutih, tapi apa yang ada di hadapannya saat ini?
Apakah cerita yang disampaikan Gemini sebelumnya adalah lelucon?
Orang di hadapannya ini setua yang Gemini ceritakan?
Saat Leo hendak mengucapkan sesuatu, pria di hadapannya itu justru menunjukkan senyum penuh makna padanya.
__ADS_1
Hal ini membuat Leo mengurungkan niatnya dan memilih melihat lebih jauh, sementara pria itu terus tersenyum sambil berdiam cukup lama.
"Gemini, bawa temanmu masuk, layani dia dan suguhkan minuman untuknya." Pria itu memberi perintah ke Gemini, sementara Gemini segera menuruti perintah gurunya tersebut.
Setelah memberi perintah itu, Pria yang merupakan guru Gemini itu segera melangkah masuk kembali meninggalkan Leo sendiri dengan keadaan bingung.
"Kau tidak ingin masuk?" tanyanya saat melihat Leo yang masih kebingungan terhadap situasi yang di hadapinya.
Leo tidak banyak berkata dan hanya melangkah masuk dengan canggung, ini adalah pertama kalinya ia memasuki rumah dan kediaman orang lain yang baru saja ia kenal, terlebih ini adalah dunia lain di mana ia tidak mengenal siapapun di sini, atau setidaknya itulah yang ia rasakan.
Setelah Leo melangkah masuk ke rumah tersebut, Guru Gemini berhenti melangkah dan berdiri sejenak mengingat masa lalunya, dengan senyuman di wajahnya, sebuah kenangan berputar kembali di kepalanya.
"Apabila kau nanti memiliki seorang anak, aku berjanji akan merawatnya dan melatihnya sampai melewatimu nantinya!" ucap seorang pemuda yang tidak lain adalah Guru Gemini saat ia muda dulu.
Sementara itu dua orang di sekitarnya hanya tertawa dan salah satunya mengangguk sambil tersenyum puas.
Saat Guru Gemini kembali tersadar dari lamunannya, ia telah melihat Gemini dan Leo tengah berbincang sambil meminum teh yang dibawa Gemini sebelumnya.
'Kali ini aku akan menepati janjiku yang kusebutkan padamu, Kakak.' gumam Pria itu di dalam hatinya.
————
Thanks For Reading!
Note : Maaf Kalau Gambarnya kurang memuaskan, all by author sendiri dan bisa dibilang sedikit terburu-buru buatnya.
__ADS_1
————