Guardians : Legend Of Leo

Guardians : Legend Of Leo
Ch. 92 Pengembaraan 1


__ADS_3

Leo tersenyum saat melihat singa besar berwarna putih itu, singa itu masih nampak garang dan perkasa, tidak terlihat luka dan goresan sedikitpun di tubuhnya.


Leo yang senang melihat rekan yang ia kenal itu, mendekati dan menanyakan keadaannya.


"Singa kecil, apakah lukamu sudah sembuh?" tanya Leo dengan sedikit lega setelah memperhatikan sekeliling tubuh singa besar tersebut.


Singa itu hanya diam dan mengerang geram ke arah Leo secara tiba-tiba.


"Siapa yang kau panggil 'singa kecil'? Beraninya kau merendahkanku salah satu dari 10 Spirit Beast Suci yang ada dengan sebutan rendahan seperti itu."


Ucapan singa tersebut membuat Leo mengerutkan keningnya, ada apa dengannya hari ini? Biasanya ia memang tidak menyukai panggilan itu, tetapi, tidak pernah menunjukkan ancaman seperti ini.


Leo hanya diam dan menatap fokus ke arah singa itu, sementara singa itu terus mengerang keras dan siap untuk menerjangnya.


Leo dengan wajah datarnya segera memanggil Singa itu dengan ikatan kontrak mereka, "Hei, ini adalah kau bukan?" ucap Leo dengan ekspresi khasnya.


Singa itu mengerang semakin keras dan menjadi waspada. "Siapa kau? Mengapa kau terikat kontrak denganku, aku tidak pernah mengingat membuat kontrak itu denganmu!"


Leo yang semakin heran dan bingung akhirnya menghela napasnya.


Ia kemudian mengangkat kontrak mereka dan membuat singa besar itu mengerang lebih keras, hanya saja, itu bukanlah ancaman, melainkan kesakitan.


"Bocah manusia, hentikan! Aku mengerti! Itu adalah kontrak yang kubuat! Hentikan itu!" Singa itu mengerang sebelum akhirnya meraung dengan keras.


Leo menatap heran singa itu sekali lagi, ia bertanya-tanya, apakah singa itu benar-benar makhluk yang sama dengan yang ia kenal, rasanya aneh juga melihat Singa itu sembuh secepat ini, setelah terluka parah terakhir kali.


Sementara Leo dan singa besar itu berbicara, baik Gemini maupun gurunya hanya bisa takjub melihat Leo dan Beast putih besar itu berbincang bersama.

__ADS_1


Gemini yang tertegun hanya bisa semakin kagum dengan Leo yang ternyata menyimpan banyak rahasia. Berapa banyak lagi yang ia srmbunyikan saat ini?


Singa putih yang telah pulih itu kemudian memperhatikan pemuda di hadapannya. Ia menebak, ini ada hubungannya dengan dirinya yang lain yang ia sebar di setiap 'Dimensi'.


"Aku mengerti, kau pasti punya sesuatu yang spesial sampai-sampai diriku di dimensi lainnya membuat kontrak denganmu. Mulai sekarang aku juga akan menghormatimu seperti diriku yang lain, hanya saja, jangan sebut aku dengan panggilan menjijikan itu lagi."


Leo hanya mengangguk dan mengiyakan permintaan rekannya tersebut, lagipula apa salahnya dengan permintaan itu?


Leo kemudian memintanya untuk mengubah bentuknya menjadi lebih kecil agar bisa mengikutinya mulai dari sekarang.


Singa itu menurutinya dan mengecilkan ukurannya sampai seukuran singa normal.


Sementara itu, Leo sudah melangkah kembali ke hadapan Gurunya dan juga Gemini.


"Maafkan atas perbuatanku sebelumnya Guru, mulai sekarang aku mengakui Guru sebagai pembimbingku." Leo membungkuk dan menghormati Gurunya dengan sepenuh hati.


***


Sementara itu, di Euthorea.


Kilat biru terlihat melintas dengan sangat cepat di antara pepohonan di sebuah hutan.


Berbagai makhluk buas yang tak lazim juga nampak mengejar kilat biru tersebut.


Erangan dan raungan terdengar memenuhi hutan, sementara kilatan biru beberapa kali terlihat melewati pohon-pohon tersebut.


Hewan-hewan itu adalah Ashura, makhluk buas mengerikan yang telah memberi teror selama berabad-abad pada manusia dan yang dikejar oleh mereka adalah seorang manusia.

__ADS_1


Dengan panah di punggungnya dan busur panjang di tangannya, manusia itu bergerak cepat melalui pepohonan untuk menyerang dan menghindar dari kelompok besar Ashura tersebut.


Senyum terukir di wajah manusia itu, saat Ashura sudah terkumpul di satu tempat, ia segera meluncurkan panahnya ke atas dan berlari mengelilingi Ashura-Ashura tersebut.


"Sampai jumpa, sampaikan salamku pada seniorku di sana." ucapnya sambil tersenyum dari atas pohon yang jaraknya agak berjauhan dengan Ashura-Ashura tersebut.


Seketika, petir biru yang besar beberapa kali menyambar tanah tempat para Ashura itu berkumpul, tidak apa satupun yang tersisa, hanya ada bekas tanah terbakar yang terlihat di sana.


————


Author Note


————


Hi Gaes, balik lagi dengan saya, hehehe.


Maaf nih sebelumnya saya jarang bat update, udah kayak gajihan aja updatenya, sebulan belum tentu sekali.


Jadi di sini saya mau mengingatkan kembali, bahwa saya sedang fokus ke dunia nyata terlebih dahulu. Ngertilah ya.


Saya punya tujuan yang agak besar dan sebab itu juga, saya harus fokus ke kehidupan saya, untuk pembaca setia saya, terimakasih kalian makhluk paling sabar di dunia ini, percaya deh, saya update udah lama, giliran ada waktu juga kadang ga mood jadi saya berterima kasih kepada kalian.


Ok karena udah kepanjangan mungkin itu aja pesan saya untuk kalian dan ini hadiah buat kalian, ya saya sebenarnya ada rencana untuk membuat komik dari novel ini dan novel karya saya yang lain, hanya saja keseharian saya sudah tidak sesenggang dulu, jadi ini aja yang bisa saya berikan untuk kalian.


Ini dia illustrasi Leo spesial dari Author


__ADS_1


Thank you


__ADS_2