
Leo mencoba membangunkan Ariel dan Lily sebelum melangkah masuk ke kota burgeyns yang tak jauh dari hadapannya. Ia memutuskan tidak menunggangi Beast singanya itu agar tidak menarik perhatian orang-orang yang ada di sana.
Leo menepuk lembut pipi gadis cantik tersebut,
"Hei, Ariel. Bangun, kita sudah sampai." ucap Leo sambil terus menepuk-nepuk wajahnya.
Gadis itu pun akhirnya membuka matanya, setelah membersihkan diri di danau besar sebelumnya, tubuhnya terasa sangat lelah dengan apa yang terjadi. Terlalu banyak hal yang di alami keduanya beberapa waktu ini.
Usai membangunkan Ariel, Leo mencoba membangunkan Lily. Gadis kecil itu sudah beberapa lama ini tertidur membuat Leo sedikit khawatir tentangnya.
"Lily, bangun. Hei, Lily."
Berbeda dengan Ariel, Leo tidak menepuk-nepuk wajah gadis kecil itu, melainkan menggoyangkan tubuhnya dengan perlahan, beberapa saat setelahnya gadis itu akhirnya membuka matanya.
"Ah, syukurlah kau bangun. Ayo bersihkan dirimu sebentar, setelah itu kita masuk ke kota dan makan di sana."
Lily yang mendengar ucapan Leo pun mengangguk setuju, setelahnya ia bergegas turun tanpa menyadari apa yang telah ia tunggangi sebelumnya.
"Kita juga turun, mau ku bantu?" tanya Leo pada Ariel.
Gadis itu pun dengan senang hati menerima tawaran pemuda berambut hitam tersebut, setelah semua orang turun dari tubuhnya, Beast singa perkasa itu mengubah ukurannya menjadi seukuran anak domba dan membuatnya kembali terlihat menggemaskan.
Tanpa pikir panjang Ariel langsung mendekap singa kecil yang sedang dalam wujud imutnya tersebut. Setelah gadis kecil itu kembali, ketiganya segera masuk melalui gerbang kota tersebut.
__ADS_1
Di depan gerbang kota, terlihat dua pria berjirah lengkap sedang berjaga menertibkan setiap orang yang akan memasuki kota tersebut.
Sesekali terlihat keduanya mencoba mengantarkan beberapa orang yang berpakaian mewah layaknya bangsawan.
"Bangsawan ..." gumam Leo.
Entah sudah berapa lama dirinya melepas gelar mewah tersebut, sebelum berpisah dengan sang Ayah, Leo selalu hidup dalam kemewahan dan kecukupan, membuat dirinya selalu merasa bisa menggapai sesuatu apapun itu.
Tidak berapa lama, tiba giliran ketiganya untuk diperiksa. Kedua pria itu menatap mereka dengan tatapan curiga.
"Dari mana asal kalian?" tanya salah satu pria tersebut.
"Kota Tresch." Leo menjawab dengan acuh.
"Biayanya 4 koin perak." ucap pria yang memeriksa pemuda itu.
Leo memberikan sebuah koin emas sebagai ganti koin perak, di kantong yang di berikan Taurus tidak ada satu pun koin perunggu maupun perak, hanya ada koin emas yang cukup banyak untuk biaya keduanya pulang dan pergi menjelajah ke seluruh kota di Kerajaan Euthorea.
"Kenapa kau tidak beranjak masuk?" Salah satu pria itu kembali menatap Leo dengan heran.
"Aku menunggu kedua gadis itu, mereka bersamaku." ucap Leo seraya menunjuk Ariel dan Lily.
Kedua pria itu menatap Leo dengan tidak senang, sebenarnya terbesit di pikiran keduanya untuk bermain sebentar dengan Ariel, melihat Leo yang protektif sepertinya ada sesuatu di antara mereka.
__ADS_1
"Hei nak, kau mungkin belum tahu ini. Tapi di sini, wanita dan pria dilarang untuk bepergian bersama, sebagai hukuman para wanita akan ditahan dan harus ditebus dengan harga 5 koin emas." ucap Pria yang saat ini berdiri paling dekat dengan Ariel, sesekali tangannya terlihat mencoba bermain-main dengan rambut gadis tersebut.
Tanpa pikir panjang Leo melempar 5 koin emas tanpa mempermasalahkan sikap prajurit tersebut.
Prajurit itu tersenyum puas sambil melepaskan Lily yang tengah bergetar ketakutan di belakang Ariel.
"Pergilah Nak, kau sudah mendapatkan yang kau mau, hihihi" ucap salah satu prajurit itu sambil mulai mendekat ke arah Ariel.
Saat tangannya mulai mendekat untuk menyentuh gadis itu beban berat serasa dijatuhkan ke tubuhnya. Sambil terus mencoba bertahan dari tekanan tersebut, sesekali ia melirik ke sekitarnya dan mencari sumber tekanan yang menimpanya tersebut.
Sementara itu prajurit yang lain merasa aneh saat rekannya tiba-tiba berlutut di hadapan gadis itu, tanpa mereka sadari seorang pemuda kini perlahan mendekat sambil menatap keduanya dengan dingin.
————
Mohon Maaf, GLOL ke depannya akan sedikit jarang untuk up. Saya sekarang sedang kesusahan untuk online disebabkan kesibukan dan hal-hal lainnya.
Ini membuat saya sedikit kesusahan untuk Up chapter tambahan di cerita ini. Tapi saya akan tetap usahakan menyelesaikan cerita ini ke depannya.
Untuk kalian yang menyukai cerita ini, jangan lupa terus dukung ceritanya agar saya bisa tetap semangat melanjutkan kisah Leo ini sampai selesai.
Demikian dulu dari saya, Sampai jumpa di chapter selanjutnya!
***
__ADS_1
Satu jempol merah yang kalian berikan akan sangat berharga bagi Author, berikan juga dukungan lainnya berupa komen dan votenya ya!