
Aula Tetua, disuatu ruang yang ditempati Leo.
Sudah tiga hari berlalu sejak pertempuran terakhir di Breathanea.
Terlihat 3 orang tengah bergantian menjaga dan merawat pemuda tersebut, ketiganya tidak lain adalah Taurus, Ariel, dan Aries.
Ketiganya merasa sangat berhutang budi pada Leo.
Taurus dan Aries merasa berhutang nyawa pada Leo, sedangkan Ariel merasa berhutang budi pada Leo karena pemuda tersebut telah menyelamatkan kakaknya.
Tanpa kakaknya tidak ada lagi orang di dunia ini yang menjadi tempatnya kembali untuk pulang.
Ketiganya bergantian menyiapkan kebutuhan Leo, mulai dari Taurus yang rutin menaruh kain yang dibasahi air hangat ke kepala pemuda tersebut, Aries yang terus menerus mengganti air tersebut dengan yang lebih bersih, dan Ariel yang terus menghangatkan air untuk pemuda tersebut.
Mereka bertiga terus melakukannya tanpa mengeluh dan merasa terbebani sedikitpun.
Setelah tertidur cukup lama Leo akhirnya membuka matanya. Sebuah perasaan hangat mengalir dari keningnya saat kelima inderanya kembali berfungsi.
"Aku dimana?"
Leo mencoba bangkit dari posisinya, sebuah kain basah terjatuh dari kepalanya saat ia dalam posisi duduk dan menimpa selimut yang membungkus hangat tubuh pemuda tersebut.
Leo kemudian tersenyum hangat, sudah cukup lama sejak ia dirawat dengan penuh ketulusan seperti ini.
Pemuda itu mengedarkan pandangannya dan mendapati seorang gadis berambut pirang tengah tertidur dalam posisi duduk dan menyandarkan setengah badannya tepat disamping tempat tidur pemuda tersebut.
Merasa sudah cukup lama beristirahat dan sudah bisa kembali berjalan pemuda itu memutuskan turun dari tempat tidurnya sebelum tangan seorang gadis menarik lemah kerah baju milik pemuda tersebut.
Leo melihat ke arah gadis yang menarik kerahnya tersebut. Gadis itu masih setengah sadar dengan ekspresi mengantuk sebelum tersenyum lembut ke arah Leo.
"Kau mau kemana? Kau baru saja bangun, lebih baik kau kembali istirahat dan melanjutkan niatmu besok saja."
Gadis itu tersenyum lembut dan meminta Leo menunda keinginannya dengan nada yang menenangkan.
"Aku sudah cukup beristirahat, badanku terasa kaku. Aku harus menggerakkannya atau aku akan kesulitan nantinya, jika kau masih mengantuk lebih baik kau kembali beristirahat. Kali ini tidurlah dengan benar di atas tempat tidur itu."
__ADS_1
Hari memang masih sangat gelap saat Leo terbangun dari tidurnya, bahkan suara burung hantu dan serangga malam masih memenuhi keheningan malam tersebut.
Gadis itu hanya mengelus matanya dan menggelengkan kepalanya,
"Tidak, aku akan ikut bersamamu. Aku ingin mengawasimu berlatih, aku tidak akan bisa tidur tenang jika terjadi sesuatu padamu."
Sifat gadis itu membuat Leo mengerutkan dahinya, ia tidak mengetahui apa yang terjadi pada gadis tersebut saat ia tengah tertidur.
Leo mengabaikan gadis tersebut dan membiarkannya mengikutinya keluar dari ruangan itu.
Leo melangkahkan kaki keluar ruangan tersebut, dengan cepat ia disambut oleh suhu angin malam yang sangat dingin dan menusuk masuk tubuh pemuda itu, tetapi Leo tidak masalah dengan suhu yang menusuk tubuhnya itu, justru ia lebih khawatir dengan gadis yang mengekorinya sejak tadi.
"Kau tidak apa? Suhu diluar sangat dingin lebih baik kau kembali ke dalam."
Leo meminta gadis itu kembali dengan halus, menurutnya tidak baik untuk seorang gadis seperti Ariel terkena hembusan angin malam yang sangat dingin.
Gadis itu menggeleng pelan dan terus mengikuti langkah Leo kemanapun ia pergi. Leo merasa semakin aneh dengan gadis tersebut, tetapi ia tak merasa terganggu sedikitpun ia hanya merasa cukup aneh dengan perubahan sikap sang gadis yang jadi lebih lengket kepadanya jika dibandingkan dengan waktu sebelumnya.
Leo mengangkat sebuah lentera yang terpasang di dinding bangunan yang ada disebelahnya. Dengan cepat ia menyalakan api lentera itu dan menjadikannya penerang jalan.
Gadis itu mengangguk pelan merespon permintaan pemuda tersebut sebelum melangkah sangat dekat ke samping Leo. Berada di dekat Leo membuat gadis itu tidak merasakan sedikitpun hawa dingin angin malam dan digantikan oleh rasa hangat yang menenangkan gadis tersebut, dengan cepat ia merangkul tangan pemuda tersebut.
Leo kembali menatap heran gadis itu.
"Tidak sedekat ini juga, dan kau tidak perlu menjadi seperti ini kau tahu"
Leo memberi isyarat kepada gadis tersebut untuk memberi sedikit jarak diantara mereka, tetapi isyarat tersebut tidak di indahkan sedikitpun oleh sang gadis. Leo menggelengkan kepalanya sebelum melanjutkan langkahnya menuju ke Aula Langit untuk berlatih dan meregangkan otot-ototnya.
Ditengah gelapnya malam tersebut Leo berlatih dengan Ariel yang duduk memperhatikan tidak jauh di belakangnya.
~•~
Breathanea, Kota yang terkenal akan wisatanya kini telah dihapus dari peta kerajaan, tidak ada yang menduga bahwa kota tersebut akan menghilang dalam semalam karena insiden yang terjadi sebelumnya.
Kini hanya tersisa para prajurit yang ditugaskan untuk mengevakuasi dan memakamkan jasad para prajurit yang gugur, yang ada disana.
__ADS_1
"Hey, apa kau tahu desas-desus yang kudengar sebelumnya? Ada yang bilang didekat sini terdapat hantu seorang pria tua yang tertimpa bangunan saat ia hendak mengevakuasikan dirinya, semoga saja kita tidak bertemu dengannya."
Seorang prajurit merinding ketakutan saat menceritakan hal yang ia dengar pada rekan disampingnya.
"Hentikan itu, ini tengah malam kau tahu! di negeri asalku jika kau menceritakan hal buruk di tengah malam maka hal itu bisa saja langsung terjadi!"
Prajurit yang merupakan rekan prajurit pertama tadi berbisik keras, ia merasa terganggu dengan cerita temannya yang sangat tidak tepat waktu tersebut.
Mereka ditugaskan untuk mengevakuasi korban yang ada disekitar reruntuhan di dekat dermaga. Dari yang mereka dengar, keadaan disini lebih parah dari tempat lainnya karena diduga sebagai pusat pertempuran yang terjadi sebelumnya.
Kedua prajurit itu melanjutkan pencariannya dengan membongkar reruntuhan yang ada disekitar tempat tersebut.
Awalnya semua berjalan lancar sampai sebuah bayangan hitam yang sangat besar dan panjang melesat cepat ke langit dan membuat salah satu dari mereka terdiam penuh ketakutan, rekannya yang heran dengan sikapnya itu pun langsung menanyakan apa yang terjadi sebelum ia dengan gemetar menunjuk ke atas.
Sebuah bayangan hitam yang sangat besar dan panjang terlihat melayang sesaat sebelum terbang melesat dan menghilang tanpa meninggalkan jejak.
Keduanya yang sudah ketakutan itu kemudian berlari tidak karuan saat bayangan itu menghilang dari pandangan mereka, jeritan keras dengan cepat mengisi keheningan malam disekitar reruntuhan kota tersebut.
~•~
Aula Langit di waktu tengah malam,
Seorang pemuda terlihat melatih gerakan bela dirinya, setiap gerakannya terasa tegas dan kuat tanpa menunjukan celah untuk dibalas oleh musuhnya.
Pemuda itu tidak sendirian, seorang gadis manis terlihat menemaninya dari jarak yang tidak terlalu jauh dengannya.
Gadis tersebut nampak masih mengantuk dan beberapa kali hampir tertidur saat pemuda itu melatih gerakannya tanpa memperhatikan sang gadis.
Pemuda itu menghentikan gerakannya saat menyadari gadis itu sudah di ambang batasnya, dengan cepat ia duduk disamping gadis itu dan menyandarkan kepala sang gadis di bahunya. Gadis manis itu sudah sangat kelelahan dan hanya menurut saat kepalanya disandarkan ke bahu sang pemuda, dengan cepat ia tertidur pulas disamping pemuda itu.
Pemuda itu hanya tersenyum singkat melihat raut wajah sang gadis yang terlihat tenang dalam tidurnya. Dengan cepat rasa kantuk menular pada pemuda tersebut, sebelum ia sempat menyadarinya ia sudah ikut tertidur dengan pulas bersama sang gadis dibawah langit malam yang penuh dengan bintang.
————
**Author lelah berjuang sendiri, ayo dukung author dengan menekan tombol like, dan mengobrol bersamanya dikolom komentar.
__ADS_1
Serta jangan lupa menambahkan cerita ini ke list Favorit kalian. Sekian terima kasih dan sampai jumpa di Ch. selanjutnya**!