Guardians : Legend Of Leo

Guardians : Legend Of Leo
Ch.84 4 Dunia Legendaris II


__ADS_3

Ledakan besar terjadi setelah Leo mengayunkan pedangnya ke arah pria tua yang memiliki banyak nama tersebut.


Setelah Leo mengambil jarak kembali, ia baru sadar akan sesuatu. Sakit yang sebelumnya ia rasakan sudah menghilang, bahkan sebelum ia sadari luka yang ia dapat sebelumnya juga telah menghilang tanpa bekas.


Pria tua itu tertawa lantang saat debu bekas ledakan itu kembali menghilang, Leo hanya menarik napas dalam-dalam saat melihat pria tua itu baik-baik saja meskipun hutan di belakangnya terbelah membentuk sebuah jurang panjang dan dalam.


"Tidak buruk, tidak buruk! Akhirnya ada yang bisa menghiburku. Sudah lama sejak ada orang yang memberikanku serangan seperti itu, Hahahaha!"


Leo mengerutkan dahinya, meskipun tubuhnya gemetar ketakutan, mentalnya masih siap dan kuat melihat kenyataan mengerikan di depannya, setidaknya itulah yang terjadi selama beberapa saat.


Pria tua itu kembali mengayunkan tangannya, Leo awalnya tidak mengerti maksud dari ayunan tangan ini, sebelum kemudian, tanah yang sebelumnya terbelah membentuk jurang menyatu kembali dan bahkan pohon-pohon di atasnya kembali seperti semula.


Melihat hal tidak masuk akal ini, Leo segera mematung dan tidak bergerak, ia sadar, semua kata-kata tidak masuk akal seperti tiupan napas yang bisa membunuhnya, itu memang benar.


Saat Leo membeku ketakutan pria tua di depannya berhenti tertawa, ia memberi Leo pesan terakhir sebelum pergi.


"Anak muda, seperti yang kau lihat, aku bisa mengalahkanmu meski aku hanya meniupmu dengan napasku.

__ADS_1


Tapi, aku tidak melakukannya, seharusnya itu sudah menunjukkan sesuatu bukan?" Pria tua itu melihat ke arah Leo yang mulai tersadar akan sesuatu.


"Yang kau pikirkan sebagian benar, sebagian juga salah, aku hanya membantumu agar dunia yang bobrok ini bisa bertahan dan agar aku bisa memimpin pasukan melawan bencana yang lebih besar nantinya.


Seperti yang kau tahu, di satu semesta ini ada 4 dunia yang menjadi kekuatan utama, yang pertama adalah dunia dimana sihir dan pengguna elemen bisa ditemukan dengan sangat mudah, Benua Cahaya Bulan, lalu ada juga dunia di mana para penghuninya menguasai kekuatan dasar untuk menjadi Celestials, Benua Langit Malam, Ada juga benua yang hampir seisinya memiliki kekuatan setara dengan Immortals, Benua Bintang Utara, tepatnya tempatmu berdiri sekarang," Pria tua itu mengingat kenangan-kenangan buruk yang ia alami sebelum kemudian melanjutkan kata-katanya.


Sementara itu, Leo menjadi terkejut, ia berada di dunia dengan kekuatan yang seperti itu?


"Dan terakhir, Benua yang seisinya diisi oleh para Immortals dan Celestials, Benua Laut Selatan." ucapnya sambil melihat ke arah Leo.


Ia menegaskan beberapa kata lagi kepada Leo dan memberitahukan bahwa ia tidak bisa menemani pemuda tersebut, ia hanya memberikan Leo gambaran dasar bagaimana kuatnya dunia ini, dibandingkan dunianya, meskipun begitu, tidak ada masalah selama Leo tidak memulainya terlebih dahulu.


"Seperti yang sudah kubilang sebelumnya, kau ke sini untuk berlatih, ingat selalu pesan-pesanku dan jadilah kuat dalam dua tahun. Apabila kau sudah menjadi kuat di tahun itu, aku akan membawamu kembali ke tempat asalmu." Pria tua itu kemudian hendak bergegas pergi jika saja Leo tidak menghentikannya.


"Senior!" teriak Leo yang membuat pria tua itu mengalihkan pandangannya kembali ke Leo.


"Sebelumnya, terima kasih. Dan bagaimana aku harus memanggil Senior?" tanya Leo sambil menundukkan tubuhnya.

__ADS_1


Pria tua itu tersenyum sebelum akhirnya menjawab pertanyaan pemuda tersebut, "Panggil saja aku Jade Emperor, dengan begitu, kau akan mudah mengingatku nantinya" Pria tua itu kembali melanjutkan langkahnya menuju lubang dimensi yang ia buat.


Saat Leo hendak menanyakan lebih, Jade Emperor sudah lebih dulu menghilang ke dalam Lubang dimensi yang ia buat.


Ketika sadar pria tua itu telah menghilang, Leo mengumpat di dalam hatinya, mengapa ia tidak menanyakan arah sebelumnya?


***


Sementara itu, di dalam persimpangan dimensi ruang dan waktu, Jade Emperor melihat kembali tangannya yang diserang oleh Leo sebelumnya,


"Jika aku tidak buru-buru menyembuhkan ini, kemungkinan harga diriku akan jatuh sebagai seorang Celestials, Hahahaha!" Jade Emperor tertawa sambil melihat tangannya yang terluka cukup dalam di balik lengan pakaiannya.


————


**Spesial 11.11 dan hari Pahlawan


Semoga kalian menyukainya dan terima kasih telah membaca**!

__ADS_1


————


__ADS_2