Guardians : Legend Of Leo

Guardians : Legend Of Leo
Ch.19 Memulai Perjalanan


__ADS_3

Pagi telah tiba, cahaya matahari perlahan menyinari dan menghangatkan udara di sekitar Aula Tetua.


Leo membuka matanya dan memilih melanjutkan latihannya semalam. Ia perlahan menurunkan Ariel dan membaringkan gadis tersebut sebelum kembali melatih bela dirinya.


Seperti sebelumnya, gerakan Leo terasa tegas setiap langkahnya. Tidak ada celah yang tersisa untuk diserang oleh musuh. Pukulan tangannya kokoh dan keras, tendangannya lurus dan tajam, siapapun yang melihatnya pasti akan takjub dengan pemuda tersebut.


Ditengah latihannya Leo melihat Taurus masuk bersama Scorpio ke Aula Langit. Sama sepertinya Taurus dan Scorpio berniat berlatih lebih keras agar mereka bisa mencapai tingkat yang sama dengan pemuda dihadapannya saat ini.


"Hormat pada Senior."


Leo membungkukkan badannya menghormati kedua pria tersebut.


Taurus dan Scorpio membalas hormatnya tersebut. Sebenarnya mereka cukup kagum dengan Leo, selain ahli dalam pertarungan dengan senjata ternyata ia juga ahli dalam pertarungan dengan tangan kosong.


Leo kembali melanjutkan latihannya, sementara Taurus dan Scorpio memilih melihatnya berlatih sambil mengamati kekuatan pemuda itu.


Leo mengambil pedang yang ada di Aula Langit dan mengayunkannya dengan cepat. Gerakan tangannya begitu cepat hingga Taurus maupun Scorpio kesusahan mengikutinya, perpindahan posisinya begitu tajam dan tegas, dan sesekali ia terlihat seperti orang yang menari dengan tegas dan tajam.


Taurus dan Scorpio hanya bisa takjub melihat pemuda dihadapannya. Menurut mereka sekalipun Leo bertarung melawan musuh dengan tingkatan yang sama dengannya, tidak akan sulit baginya untuk tetap unggul dalam pertarungan tersebut, pasalnya setiap gerakannya begitu mematikan dan memiliki daya serang yang cukup besar.


"Luar biasa, bagaimana caramu melakukan itu nak?"


Setelah Leo selesai memperagakan gerakannya Taurus tidak bisa menahan diri lagi untuk bertanya. Ia bisa melihat bahwa setiap gerakan Leo memang diciptakan untuk mengungguli musuh-musuhnya.


"Aku hanya melakukannya seperti yang di ajarkan oleh guruku. Dia memang sangat berbakat dalam pertempuran, bahkan dulu ia sempat menjabat sebagai Jendral perang di kerajaan Euthorea."


Taurus sedikit terkejut mendengar pernyataan Leo, ia tidak menduga pria tua yang menolong mereka waktu itu adalah mantan Jendral perang di Kerajaan Euthorea.


Taurus dan Scorpio terus mendengarkan dengan seksama kalimat pemuda tersebut, berharap mendapat pencerahan untuk latihan mereka.


Setelah menjelaskan cukup panjang Leo berniat kembali melanjutkan latihannya.


Kali ini dia mencoba berlatih menggunakan Auranya.


"Guardians Aura!"


Aura berwarna hijau dengan cepat menyelimuti tubuh pemuda tersebut. Ia mencoba menyerang patung target yang ada di Aula Langit dengan kecepatan tinggi.


Leo menghilang dalam kecepatan tinggi dan dengan cepat menyerang patung target yang ada dan membelah patung-patung tersebut dengan cepat menjadi dua bagian.


Taurus dan Scorpio yang melihat hal itu menahan nafasnya. Mereka tahu seberapa jauh perbedaan kekuatan di antara mereka sekarang.


Leo menyarungkan pedangnya dan menyimpannya kembali. Terlihat ekspresi kecewa pada pemuda itu. Ia mengetahui pasti kekuatannya masih belum cukup untuk bisa melindungi apa yang ia miliki sekarang, sebelumnya jika saja musuhnya tidak lebih lemah darinya maka ia pasti akan kesulitan menghadapi mereka.


Leo menghela nafasnya sebelum mendekat ke arah Taurus dan Scorpio. Dua lelaki itu tidak bisa berhenti terkejut melihat kekuatan pemuda dihadapannya.

__ADS_1


Bagi mereka kekuatan tersebut sangatlah besar. Bahkan cukup besar untuk menjaga sebuah kota dari berbagai bahaya.


Tetapi bagi Leo, kekuatan tersebut masih jauh dari cukup untuk melindungi apa yang ia punya sekarang.


"Senior, setelah kupikir-pikir sepertinya aku akan pergi berkelana mengelilingi benua ini. Sambil berkelana aku ingin mengumpulkan pengetahuan dan terus berlatih agar aku bisa berkembang."


Leo menatap langit dengan senyum yang menghiasi wajahnya.


"Aku tidak ingin kehilangan apa-apa lagi, aku sudah cukup kehilangan Rose, aku tidak mau menambah kehilangan apa-apa lagi"


Taurus bisa melihat pemuda tersebut bersungguh-sungguh dengan kalimatnya, tetapi ia bingung untuk memberi respon seperti apa.


"Jadi kau akan pergi?"


Suara seorang gadis tiba-tiba terdengar di telinga ketiganya. Scorpio menyadari suara siapa yang ia dengar itu.


"Ah, maaf kami jadi membangunkanmu."


Leo tersenyum hangat pada gadis itu, sedangkan Taurus dan Scorpio baru menyadari bahwa gadis tersebut sudah berada disana jauh sebelum mereka.


"Tidak, jawab dulu pertanyaanku. Apa kau akan pergi?"


Mata Ariel terlihat berbinar-binar, membuat Leo menjadi tidak sampai hati untuk menjawab gadis tersebut.


"Aku..."


Gadis itu meneteskan air matanya.


"Apa kau akan pergi?"


Leo menghela nafasnya sebelum mendekati gadis itu dan mengelus puncak kepalanya.


"Maafkan aku, tapi aku harus. Aku tidak bisa terus menerus seperti ini..."


Ariel memeluk erat pemuda tersebut.


"Ajak aku..."


Gadis itu memendamkan wajahnya ke tubuh Leo.


"Ajak aku, aku berjanji tidak akan menyusahkanmu..."


Leo ingin mengucapkan sesuatu, tetapi tidak ada kalimat yang terucap dari mulutnya.


Taurus dan Scorpio yang melihat hal ini mengerutkan dahinya. Mereka tidak mengetahui hubungan apa yang terjadi di antara mereka sampai gadis itu bersikap demikian.

__ADS_1


"Leo, mungkin sebaiknya kau membicarakan hal ini dengan Aries jika ingin membawanya."


Ucapan Taurus membuat Leo mengangkat sebelah alisnya. Ia ingin menyangkal hal tersebut tapi gadis itu terus memeluk erat tubuhnya dan membuatnya kebingungan harus menjawab seperti apa.


"Kakak tidak akan masalah, ajak saja aku bersamamu, kumohon..."


Leo semakin kebingungan terhadap keputusan apa yang harus ia ambil, jika ia tidak menyetujui permintaan gadis itu jelas gadis tersebut tidak akan melepaskan pelukannya.


"Baiklah, kita akan membicarakan ini dengan kakakmu. Tapi lepaskan dulu aku, mengerti?"


Leo meminta dengan lembut agar gadis tersebut melepaskan pelukannya, tatapan heran dari Scorpio dan Taurus cukup menyiksa batinnya.


Gadis tersebut melepaskan pelukannya sebelum menghapus air mata yang tersisa di kelopak matanya.


Baik Taurus maupun Scorpio semakin menatap curiga Leo, keduanya tidak mengetahui apa yang terjadi di antara Leo dan Ariel saat mereka tidak ada.


Yang mereka ketahui setelah kembali dari pertempuran gadis itu selalu mendekati Leo setiap saatnya.


Leo menghela nafas berat memikirkan kesalahpahaman yang terjadi sebelum pergi menemui Aries untuk membicarakan tentang Ariel.


Aries sedang duduk bersama dengan Virgo di Taman Suci saat Leo dan lainnya datang bersama dengan adiknya, Ariel.


Aries melihat ada yang aneh dengan raut wajah Taurus dan Scorpio, dan menatap heran mereka.


"Senior Aries, ada yang ingin kubicarakan..."


Leo menjelaskan tentang rencananya untuk memulai perjalanan dan berkeliling benua mencari pengalaman dan berlatih memperkuat diri.


Aries menyimak dengan seksama penjelasan Leo sebelum akhirnya menghela nafas ringan, ia sudah menduga hal ini akan terjadi sebelumnya.


"Leo, aku tidak akan melarang Ariel ikut denganmu, lagipula ia akan lebih aman jika bersamamu."


Aries tersenyum lembut ke arah adiknya itu.


"Mohon jaga Ariel dengan baik, aku dengan senang hati menyerahkannya padamu."


Senyuman serta ucapan Aries membuat Taurus dan Scorpio tersedak nafasnya. Mereka tidak menduga Aries mengatakan hal seperti itu.


Mereka mengetahui pasti sifat Aries yang sangat protektif terhadap adiknya itu.


Leo kembali menghela nafas sambil berpikir kapan kesalahpahaman ini akan berakhir.


————


**Author lelah berjuang sendiri, dukung Author dengan menekan tombol like, Fav, dan ajak author mengobrol di kolom komentar.

__ADS_1


Serta jangan lupa mengisi kembali like di ch sebelumnya. Like dan komen di ch sebelumnya membuat author menjadi Ambyar**.


__ADS_2