
Leo melanjutkan serangannya pada para Ashura tersebut dan tidak memberi jeda sedikitpun untuk mereka membalas serangan pemuda tersebut.
Kobaran api kembali terlihat dan semakin membara saat pemuda itu menebaskan kembali pedangnya ke arah para Ashura itu.
Orang lain yang menyaksikan pemuda itu hanya bisa terpana melihat gerakannya yang terlihat seperti orang yang sedang menari-nari ditengah kobaran api.
Leo terus bergerak melanjutkan serangannya dan menghabisi satu persatu Ashura di hadapannya.
Sesaat, seluruh area di tempat itu menjadi terang benderang karena kobaran api yang dibuat oleh pemuda tersebut.
Beberapa tarikan nafas kemudian, tidak ada Ashura lagi yang tersisa di tempat itu. Mereka telah habis bersamaan dengan padamnya kobaran api di tempat tersebut.
Pemuda berambut hitam kecoklatan itu ingin mengucapkan rasa terima kasihnya, sebelum ia menyadari bahwa pemuda yang menari di dalam api sebelumnya, sudah menghilang dari tempat tersebut.
Pemuda itu hanya tersenyum sambil melihat sisa kobaran api yang ada di tempat tersebut.
"Terima kasih saudaraku, aku tidak akan melupakan jasamu"
Pemuda itu tersenyum sesaat sebelum ia memutuskan kembali membawa para penduduk ke tempat yang lebih aman.
Dengan cepat mereka pergi meninggalkan tempat tersebut dan mengarah ke puncak gunung untuk mengungsi.
***
Leo kembali berlari menyisir desa tersebut, setelah menyelamatkan rombongan sebelumnya, ia bergegas mencari penduduk lain yang mungkin masih tersisa di desa tersebut.
Dalam waktu singkat puluhan orang diselamatkan olehnya, sementara ia terus menyisir desa mencari penduduk yang masih mencoba mengungsi.
Leo berlari dengan cepat ke bagian dalam desa tersebut, dimana ia dan Ariel membeli Mie ayam sebelumnya, ia bisa merasakan bahwa hawa dari Ashura itu masih belum menghilang dan terasa masih sangat banyak di tempat tersebut.
Dan benar saja, hampir di sepanjang jalan Leo menghabisi setiap Ashura yang ia lihat, tidak ada satu pun yang terlepas setelah pemuda itu melihatnya. Perbuatannya ini menjadikan jalan yang ia lalui penuh dengan mayat Ashura yang dipenuhi luka bakar dan luka sayatan pedang di tubuhnya.
Hal ini menjadikannya orang yang paling di hindari oleh para Ashura tersebut, mereka cukup pintar untuk menyadari bahwa mereka hanya akan mengantar nyawa jika berhadapan dengan pemuda tersebut.
***
__ADS_1
Sementara itu di atas gunung, terlihat beberapa orang sedang berkumpul untuk mengungsi bersama dengan Ariel, mereka awalnya ketakutan saat melihat Beast Singa Leo berada di area tersebut, tetapi setelah Ariel meyakinkan mereka, orang-orang tersebut akhirnya mau mengungsi di sana bersamanya.
Ariel melihat situasi yang terjadi di atas gunung tersebut. Sebelumnya hanya ia dan kedua gadis yang mereka selamatkan yang ada disana, tetapi sekarang, terlihat puluhan bahkan ratusan orang tengah berkumpul disana untuk mengungsi dan mengobati luka yang mereka alami.
Situasi disana cukup ramai dengan seekor Beast Singa perkasa yang menjaga mereka.
***
Kembali ke desa, Leo kini tengah menyusuri lebih dalam desa tersebut. Semakin ia masuk ke dalam, semakin banyak Ashura yang terlihat oleh matanya.
Karena hal ini, ia berasumsi bahwa kemungkinan ada sesuatu yang terjadi pada bagian dalam desa tersebut.
Menyadari hal ini, ia mempercepat langkahnya dan masuk ke bagian lebih dalam desa tersebut.
Saat tiba di bagian terdalam desa itu, Leo bisa melihat dengan jelas apa yang terjadi di dalam desa tersebut.
Terlihat banyak jasad manusia bergelempangan di sepanjang jalan desa tersebut. Bahkan masing-masing jasad terlihat sudah tidak lengkap dan selalu memiliki luka yang sama di tubuhnya. Bisa ditebak, ada Ashura yang lebih berbahaya yang bersembunyi disini.
Melihat hal ini, Leo segera berkeliling mencari sumber dari kejadian tersebut.
Leo terkejut saat mengetahui bagian dalam gua tersebut cukup luas dan besar dibanding yang terlihat dari luar.
Ia bergegas mengelilingi gua tersebut sebelum secara tidak sengaja tiba di gudang harta, ia memilih berhenti dan melihat benda apa saja yang terdapat di dalam gudang tersebut.
Terlihat banyak buku kitab bela diri tingkat tinggi tersusun rapi di bagian kanan gudang tersebut, sementara di bagian kiri gudang itu terdapat berbagai macam pusaka serta berbagai sumber daya dalam jumlah besar.
"Aku memerlukan ini untuk bertarung melawan penghuni gua ini..."
Leo berpikir dengan kitab dan pusaka yang ada di sana ia bisa melawan atau setidaknya menahan penghuni yang ada di gua tersebut.
Leo dengan cepat memeriksa buku-buku yang ada di gudang tersebut,
"Kitab Api Dewa Naga, Kitab Pedang Langit Tanpa Tanding..."
Leo melihat dan memilih beberapa kitab bela diri yang ia rasa cocok dengannya. Tetapi terselip kebingungan di kepala pemuda tersebut pasalnya ia belum pernah mendengar ada gua seperti ini di kerajaan Euthorea.
__ADS_1
Setelah selesai memilih dan menyimpan beberapa benda, ia memutuskan kembali menyusuri gua tersebut.
Terlihat ukiran-ukiran berupa gambar manusia dan peperangan terlukis di atas dinding gua tersebut. Hal ini membuat Leo terus memperhatikan dinding gua tersebut.
"Itu adalah cerita tentang Immortals, mereka sudah ada jauh sebelum kalian, para Guardians. Oh, dan untuk yang di sana, itu adalah Celestials mereka juga jauh lebih kuat dari kalian. Salah satu dari mereka saja bisa meratakan dunia tempat kalian tinggal saat ini"
Suara seorang pria berwibawa tiba-tiba mengejutkan Leo, pemuda itu segera mengambil kuda-kuda untuk menyerang pria tersebut.
Dengan cepat serangannya dipatahkan hanya dengan satu jari oleh Pria tersebut.
"Tidak perlu bersiaga seperti itu, aku tidak tertarik dalam perselisihan kalian. Aku hanya ingin menjaga tempat ini, karena memang itulah alasanku bisa berada di tempat ini."
Leo mengerutkan dahinya, ia tak mengetahui maksud pria tersebut. Ia sendiri masuk kesini karena ingin mencari penyebab keadaan di bagian dalam desa yang ia kunjungi saat ini.
Pria itu tertawa sejenak melihat ekspresi kebingungan Leo.
"Kau pasti tidak pernah mendengar gua ini sebelumnya, bukan? Itu wajar, karena keberadaan gua ini bukan pengetahuan dari dunia kalian"
Leo mengerutkan dahinya semakin kebingungan.
"Sekarang belum saatnya kau mengetahuinya, Kau mencari makhluk yang menyebabkan kehancuran desa tersebut bukan? Ia ada di sana."
Leo memalingkan wajahnya ke arah yang ditunjuk pria tersebut dan dengan cepat tempat dibelakangnya berubah menjadi hutan yang dipenuhi hawa yang jauh lebih pekat dari yang ia rasakan sebelumnya.
Leo yang merasa bingung kembali memalingkan kepalanya ke posisi awal dan mendapati ia sudah berpindah tempat sepenuhnya ke sebuah hutan yang berada di desa tersebut.
Leo yang masih kebingungan dengan kejadian sebelumnya dikejutkan dengan hawa berbahaya yang jauh lebih hebat dari sebelumnya.
Sebuah bongkahan es melayang cepat ke arah Leo dan berhasil di hindari oleh pemuda tersebut.
Ia yang masih kebingungan akan kejadian sebelumnya, kini dihadapkan dengan seekor Ashura besar yang nampak seperti Macan yang memiliki taring dan mata yang berwarna biru dengan hawa dingin menyebar dari tubuhnya.
————
**Saya mencoba mengetik dengan keadaan kepala saya yang pusing, jika ch ini terasa tidak terhubung dengan chapter sebelumnya segera komen agar bisa saya perbaiki secepatnya, saya butuh bantuan kalian untuk berkembang disini.
__ADS_1
Serta jangan lupa dukung Author seperti biasa dengan menekan tombol like, fav dan komen di chapter sebelumnya, sekian terima kasih**!