
Di dekat Gerbang Selatan Kota Bargh, Ariel melihat banyak pasukan berkuda yang bergegas masuk ke kota.
Karena posisinya yang agak jauh dan berada di bawah kegelapan malam, para pasukan itu tidak melihat Ariel, sedangkan gadis itu sendiri tidak bisa melihat wajah dari para pasukan itu.
Tidak lama kemudian, para pasukan itu sampai di dekat gerbang utara, terlihat di antara mereka, seorang pemuda berambut coklat memimpin jalannya pasukan itu.
Sambil memacu cepat kudanya, ia mencoba bertanya pada salah seorang di barisan pasukan itu, "Apakah kita sudah dekat?" ucapnya sambil memacu kencang kuda miliknya.
Orang yang ditanyai pemuda itu hanya mengangguk pelan sambil menunjukkan raut khawatir, ia tahu musuh kali ini pasti tidak akan mudah di lawan oleh Jenderal Darth sekalipun.
"Baguslah, kalau begitu persiapkan diri kalian semua! Kita akan bertempur sebentar lagi!" serunya sambil mengangkat tinggi senjatanya.
Tepat saat mereka memacu kencang kuda mereka, seorang pemuda lain terlihat dengan cepat melewati mereka sambil membawa seorang gadis kecil di tangannya.
Merasa tidak asing dengan orang yang barusan melewatinya, pemuda yang memimpin pasukan itu memalingkan kepalanya, mencoba melihat dengan jelas wajah pemuda yang membawa gadis kecil tersebut.
Sambil terus menatap erat pemuda yang membawa gadis kecil itu, ia memacu kudanya maju ke lokasi pertempuran.
__ADS_1
Tidak perlu waktu lama baginya untuk kehilangan jejak pemuda itu, karena memang kecepatan pemuda itu dan kudanya sama-sama luar biasa dan dalam waktu singkat menjauhkan jarak mereka menjadi sangat jauh dari yang bisa ia lihat.
"Ada apa Tuan Capricorn?" tanya seorang Prajurit yang ada di sana sambil merasa heran saat melihat pemuda yang memimpin mereka itu memalingkan pandangannya ke belakang.
Pemuda yang disebut Capricorn itu hanya menggelengkan kepalanya, ia hanya merasa pemuda yang barusan lewat, entah kenapa terasa sangat mirip dengan yang menyelamatkan desanya, tapi di sisi lain juga orang yang sama dengan yang menghancurkannya.
"Apakah Tuan Capricorn benar-benar tidak apa-apa? Tuan baru saja sembuh dari luka yang tuan alami di desa Loa ..." ucap Prajurit itu sebelum terpotong saat melihat perubahaan ekspresi Capricorn.
"Sudahlah, aku tidak apa-apa. Percepat saja langkah kita dan bersiap bertarung!" serunya untuk mengembalikan suasana yang terlanjur berubah.
Beberapa saat kemudian, mereka sampai di gerbang utara kota tersebut. Tidak ada ada kebisingan sedikitpun, hanya beberapa suara percakapan yang terdengar dari kejauhan.
"Sial! Apakah kami terlambat?" gumam Capricorn sambil menundukkan kepalanya
Tidak berselang lama, mereka melewati gerbang besar yang ada di kota tersebut.
Suasana menjadi hening, tidak ada suara yang terdengar selain perdebatan dua orang lelaki di hadapan mereka.
__ADS_1
"Bukankah sudah kubilang cepat habisi mereka? Jika yang satu ini melarikan diri tadi, kita bisa mendapat masalah besar!" Seorang pemuda berambut putih keperakan berseru keras sambil menunjuk jasad di sampingnya.
"Tapi bukankah itu salahmu? Kau mengejarnya sampai ke depan Gerbang, tapi malah membiarkannya saat dia ke arahku, apa kau menyuruhku mengejarnya kembali begitu?" balas seorang Pria dengan wajah tegas dan memiliki mata sipit di sana.
Pemuda berambut putih itu mendengus kesal dan pergi sambil menghentakan kakinya, tepat saat pemuda itu menghentakan kakinya sebuah getaran hebat terjadi di sekitar mereka.
Para pasukan kerajaan yang melihat hal ini hanya bisa tersenyum canggung, dengan pemandangan mengerikan di hadapan mereka, mereka menyadari bahwa pertempuran itu sudah selesai dan ada kemungkinan pemuda berambut perak tadi yang menyelesaikannya.
————
**Bantu penulis dengan memberi Like di setiap chapternya, penulis sedih ketika melihat pembaca yang cukup banyak, tetapi like tidak seimbang dengan jumlah pembaca.
Untuk itu bagi yang belum mengetahui cara memberi Like, ini tutorialnya!
Baca cerita GLOL ini > Di penghujung Chapter baca Author note yang sering ditulis oleh penulis cerita ini > Tekan tanda jempol di pojok kiri bawah di atas kolom komentar > Tunggu notif "Like selesai penulis berterima kasih padamu" > Like berhasil penulis jadi semakin bersemangat menulis cerita ini!
Sekian dulu untuk Chapter ini, selamat menikmati dan sampai jumpa di Chapter selanjutnya!
__ADS_1
————
Jangan lupa menekan tombol Like, Fav, dan Komen di Kolom Komentar**!