Guardians : Legend Of Leo

Guardians : Legend Of Leo
Ch.46 Rencana Aliansi Besar Phoenix


__ADS_3

Di suatu bangunan yang terletak di dekat lembah Hutan Creasea, 400 Mil dari Ibukota Kerajaan.


Para prajurit dari kelompok penjahat terkenal bertemu dan berkumpul untuk membahas sesuatu di sana. Terlihat di antara para prajurit itu, seorang Pria tua masuk mendahului mereka.


Dari penampilannya, bisa ditebak ia adalah orang yang memimpin jalannya pertemuan tersebut.


Dengan gaya berbicaranya yang elegan dan bijaksana, menggunakan jubah serta baju pelindung hitam di tubuhnya, Pria itu kemudian mengambil duduk mendahului setiap orang yang mengikutinya masuk.


"Apa yang kalian tunggu, duduklah dan laporkan hasil pekerjaan kalian." ucap Pria itu sambil menatap dingin semua orang yang ada di sana.


Tidak ada yang berani membantah, dalam waktu singkat para pemimpin kelompok itu sudah mengambil posisi duduk menyusul Pria tua itu.


"Sekarang beritahu hasil pekerjaan kalian? Bagaimana dengan rencana kita?" ucap Pria itu kembali meminta penjelasan, salah satu dari mereka pun akhirnya bangkit dan mulai membuka suaranya.


"Kami berhasil mendapatkan Batu Jiwanya, tetapi untuk bagian yang terpenting, sepertinya sudah menghilang di telan waktu, kami tidak bisa menemukannya lagi di dalam Batu Jiwa ini" Orang itu kemudian menyerahkan sebongkah kristal yang mengeluarkan cahaya putih kebiruan.


Pria tua yang memimpin pertemuan itu menggelengkan kepalanya secara perlahan, ia tahu itu bukanlah kesalahan mereka.


Yang mereka maksud bagian terpenting dari bongkahan kristal itu adalah Inti Jiwa yang berada di dalam bongkahan batu tersebut. Jika Inti Jiwa di dalam Batu Jiwa telah terlalu lama dibiarkan dan tidak diserap, Inti Jiwa itu akan menghilang dan membuat Batu Jiwa yang menjadi cangkangnya, tidak berguna sama sekali.


Inti Jiwa sendiri adalah material yang digunakan untuk memperbaiki jiwa seseorang, biasanya ini hanya digunakan sebagai pengobatan untuk orang yang telah mengalami kerusakan jiwa akibat serangan maupun suatu penyakit tertentu.


Pria tua itu menghela nafasnya sebelum kembali menatap tajam semua orang yang ada di sana.


Tidak berapa lama, satu per satu pemimpin kelompok itu menyampaikan hasil pekerjaannya.


Semua kelompok yang ada di sana sukses menyelesaikan tugasnya, tidak ada kegagalan di antara mereka dan tidak boleh ada kegagalan di antara mereka.


Setelah semua Pemimpin selesai menyampaikan hasil pekerjaan mereka, Pria tua itu mengalihkan pandangannya seperti mencari sesuatu.


"Dimana Dethyus? Mengapa ia tidak ada di sini?"


Semua yang mendengar hal ini langsung menundukkan wajah mereka.

__ADS_1


"Pemimpin yang terhormat, tentang itu ..." Seorang pemimpin wanita di sana membuka suaranya, setelahnya ia pun memberitahu apa yang terjadi pada Dethyus berdasarkan berita beberapa hari yang lalu.


"Apa!? Siapa yang telah mengalahkan Dethyus!?" Pria tua itu menghentakkan tangannya ke meja sambil memasang ekspresi geram di wajahnya.


Sekilas terlihat kilatan cahaya berwarna hitam menyelimuti tubuh Pria itu. Mereka pun mencoba menenangkan kembali Pria tua itu.


"Pemimpin yang terhormat, tolong tenangkan diri Anda ..." Wanita itu berusaha membujuk Pria tua itu agar kembali menenangkan pikirannya.


Setelah beberapa saat barulah Pria tua itu menurunkan kemarahannya dan mencoba menenangkan dirinya.


"Baiklah, sekarang darimana berita itu berasal dan bagaimana bisa Dethyus yang merupakan orang kepercayaanku bisa kalah seperti itu?"


Wanita itu pun kembali menghela nafasnya, sebelum kemudian melanjutkan kembali penjelasannya.


"Sebenarnya, kami mendengar ada seorang Pemuda tak dikenal yang berhasil mengalahkannya dan berhasil menghabisi anak buahnya. Tetapi, menurut kabar yang beredar, sekarang pemuda itu tidak lagi ditemukan setelah menghilang dari pertempuran tersebut." jelas Wanita itu sambil memperhatikan perubahan ekspresi Pria di hadapannya.


"Aku mengerti, sekarang hanya ada satu hal yang harus kita lakukan." Senyum dingin terukir di bibir Pria itu.


"Pemimpin yang terhormat, Anda tidak bercanda bukan?"


Salah satu dari pemimpin pasukan di sana bertanya dengan serius, mereka tahu pasti, ada satu lagi aset Aliansi Besar Phoenix yang disembunyikan selama ini.


Bukan karena penting atau berharga, tetapi mereka tidak bisa mengontrolnya sama sekali. Dan resiko menggunakannya juga sangat besar.


Terakhir kali, ke empat penjaga terkuat Aliansi Besar Phoenix terluka parah untuk mengurungnya, itupun dilakukan setelah makhluk itu selesai bertarung dengan sesamanya. Dan jika mereka menggunakannya lagi tidak ada yang tahu apa yang bisa terjadi saat itu juga.


"Segera bebaskan dia dan beritahu untuk menghabisi siapapun yang mengganggu, kita akan menyusul 3 hari setelahnya!" Pria itu berujar memberi instruksi.


Tidak lama setelahnya, empat orang berjubah segera berlari ke arah lembah dan berhenti di sebuah kurungan besar dengan jeruji yang terselimuti es.


Mereka melihat dengan baik kurungan tersebut, selain ukurannya yang besar, bahan untuk jerujinya pun terlihat sangat spesial dan kuat sehingga berhasil menakuti mereka.


"Hei, menurutmu apa yang di kurung di sini? Mengapa firasatku mengatakan ini adalah hal yang buruk?" Salah satu dari ke empat orang itu membuka suaranya, ia merasakan instingnya mengatakan padanya untuk segera lari menjauhi jeruji tersebut.

__ADS_1


"Diamlah, cepat lakukan dan tinggalkan ini. Aku juga merasa ada yang tidak benar di sini." balas salah satu prajurit yang lain.


Dengan cepat mereka berusaha membuka kunci yang ada di dekat jeruji kurungan tersebut.


Tepat setelah Kunci yang ada di kurungan itu dibuka, suara tawa yang memekikan telinga terdengar dari dalamnya.


"Hihihi, kalian Para Manusia bodoh. Insting kalian sudah menyuruh kalian lari, tetapi kalian masih bersikukuh membuka jeruji ini, Hihihi!"


Suara itu kembali terdengar. Tidak berselang lama, sesosok Rubah berselimutkan Es keluar dan menunjukkan wujudnya pada ke empat orang tersebut.


Dengan tinggi yang mencapai lebih dari 5 meter, bersama dengan es yang menyelimuti tubuhnya, Rubah itu berhasil membuat mereka ketakutan.


"Sekarang, kalian akan menjadi cemilanku sebelum aku mencari hidangan utama, Hihihi!" Rubah itu kemudian langsung menerjang dan menghabisi ke empat orang itu.


Dalam beberapa tarikan nafas berikutnya, tidak ada lagi suara yang terdengar dari arah kurungan tersebut.


————


Maafkan saya yang sudah libur lebih panjang dari seharusnya, saya mendapat kesibukan tambahan beberapa hari yang lalu dan berakhir tidak sempat menulis chapter untuk kalian, dan ketika saya mencoba menulis hasilnya tidak nyaman dibaca.


Saya harap kalian bisa paham dengan keadaan saya, dan sekali lagi saya meminta maaf pada kalian.


Kemudian, saya berterima kasih kepada kalian.


Saya tidak menyangka saat saya jarang up seperti kemarin jumlah like dan performa data yang saya dapat naik dengan sangat signifikan, saya cukup bahagia melihatnya dan saya apresiasi kalian.


Ke depannya jika jadwal kesibukan saya tidak terlalu padat saya akan usahakan untuk memberi chapter tambahan pada kalian, tetapi saya tidak berjanji, tapi berusaha.


Sekian dulu terima kasih sudah membaca dan sampai jumpa!


————


Jangan lupa Like, Fav dan Komen di Kolom Komentar!

__ADS_1


__ADS_2