
Ariel berlari menuju ke arah lubang di mana Leo dan pria tua itu terjatuh, tetapi belum sempat mendekati lubang itu, sebuah ledakan besar terjadi dan melebarkan diameter lubang yang awalnya memang sudah cukup besar tersebut.
Air mata mengalir semakin deras di mata Ariel yang terjatuh akibat gelombang kejut ledakan sebelumnya, di kepalanya, hanya ada satu kata yang terus terulang, Leo.
"Leo! Leo! Kau bisa mendengarku bukan? Leo!" Ariel berdiri di sekitar lubang itu sambil meneriakkan nama Leo yang terus berputar dikepalanya.
Para Guardians dan Ksatria yang sebelumnya mengikuti Leo mendekat dan salah satunya menangkap Ariel yang mencoba semakin mendekati lubang tersebut.
"Bagaimana bisa ada lubang di sini? Dan juga bagaimana bisa sedalam ini?" Cancer yang kebingungan menatap fokus lubang tersebut, sementara Aquarius dan Libra memilih diam karena kehilangan sosok yang mereka kagumi sejak kecil.
"Ariel ...." Virgo mendekati Ariel yang tengah menangis, melihat gadis yang tengah bersedih itu, Virgo memeluk tubuhnya dengan erat.
"Maafkan kami, kami tidak bisa melindunginya. Kami gagal sebagai Penjaga dan sahabatnya," Virgo meneteskan air matanya dan mencoba menghibur Ariel walaupun ia juga dipenuhi rasa bersalah dan tak berdaya.
Ariel menangis dengan sangat keras, sementara Virgo yang memeluknya melihat ke arah lubang yang di bawahnya terlihat sangat dalam dan tak akan ada manusia yang bisa selamat setelah jatuh dari ketinggian tersebut.
Hari itu, para Guardians kembali berduka. Mereka kehilangan pemimpin mereka untuk selamanya dan salah satu anggota yang paling bisa mereka harapkan belum diketahui kejelasannya.
__ADS_1
***
Aries mendekati Scorpio yang duduk sambil menundukkan kepalanya dengan berat. Mereka semua dalam keadaan yang sulit, pemimpin dan rekan mereka pergi meninggalkan dunia dan menghilang tanpa ada kejelasan.
Tentu saja itu wajar jika merasa sedih dan tertekan setelah apa yang mereka habiskan selama ini. Tidak diketahui apa yang akan terjadi jika tidak ada sosok seperti Aries dan Aquarius yang masih sanggup mempertahankan rasionalitas mereka di tengah kekacauan ini.
"Scorpio, ayo kita pulang. Kita harus mengadakan pemakaman dan penghormatan terakhir untuk Taurus, selain itu kehancuran ini juga harus kita pikirkan untuk ke depannya.
Pada akhirnya, ini bukanlah kemenangan." Aries mengalihkan pandangannya ke arah bukit yang menjadi gundul akibat pertempuran dan memilih duduk di sebelah Scorpio.
Scorpio yang memperhatikan Aries hanya diam dan memandang pemuda berambut pirang itu.
Jadi bangunlah, kita masih memiliki banyak pekerjaan dan tugas. Setelah itu, kita bisa berlatih agar menjadi lebih kuat." Aries berdiri dan tersenyum dengan percaya diri.
"Taurus pasti tidak ingin melihat kita bersedih, jadi aku akan berusaha untuk tidak bersedih dan akan memimpin Aula Tetua jika kau tidak menginginkannya.
Sampai saat kau menginginkannya nanti aku akan menggantikanmu untuk sementara."
__ADS_1
Aries melangkah pergi dan meninggalkan Scorpio yang masih terguncang sendiri.
Scorpio yang meratapi kelemahannya sedari tadi tersenyum getir, "Pada akhirnya, itu adalah karena kelemahanku, aku jadi tidak bisa menjaga dan melindungimu.
Aku bahkan tidak bisa berkorban seperti pemuda itu. Jika dibandingkan dengannya, aku tidak layak memegang posisi ini." Scorpio tertawa beberapa saat sebelum menitihkan air matanya yang terus dibendung sedari tadi.
Kehilangan sosok guru dan sahabat cukup memberatkan hatinya. Setelah apa yang mereka lalui beberapa waktu ini, tidak mungkin untuk melepaskannya begitu saja.
'Aku berjanji akan menjadi lebih kuat dan menjaga Aula Tetua dari jauh seperti yang dilakukan oleh Leo sebelumnya!'
Scorpio berjanji dan menghilang dari tempatnya. Itu adalah awal dari salah satu Legenda yang akan diceritakan oleh generasi selanjutnya.
————
Thanks For Reading!
Jangan lupa dukung Author dengan memberi Like, Komen, Dan Favorit pada cerita ini!
__ADS_1
————