Guardians : Legend Of Leo

Guardians : Legend Of Leo
Ch.42 Dethyus Dan Myrthe


__ADS_3

Suasana masih hening di depan pintu gerbang utara Kota Bargh, tidak ada seorangpun yang berani mengeluarkan suara saat melihat gumpalan debu yang berada tidak jauh dari mereka.


Beberapa saat kemudian, terlihat sesosok Pria sedang menahan lengannya yang terluka, sambil membawa pedang besar di punggungnya, pria itu terus melompat mundur ke arah pasukan penyerang kota itu.


"Apa yang kalian tunggu!? Cepat habisi para Penjaga Kota itu!" Ia berseru keras kepada para pasukan tersebut, ia tidak menyangka akan terluka saat menghadapi Kakek tua yang ia lawan sebelumnya.


Sambil menahan tangannya yang terluka, ia terus mengalirkan Aura miliknya agar bisa menahan pendarahan yang ada di tangannya itu.


Sementara itu, di sisi para penjaga kota, keputusasaan perlahan merasuki mereka. Harapan mereka satu-satunya untuk melawan para pasukan musuh, kini tidak terlihat lagi di dalam gumpalan debu yang masih menggumpal di dekat mereka.


Tetapi yang paling merasa putus asa ialah Jenderal Darth. Ia sadar, jika hanya melawan para pasukan musuh seperti tadi, ia masih bisa menang walaupun sedikit kesusahan.


Tetapi, jika harus melawan orang yang saat ini tengah berlutut menahan pendarahan di tangannya itu, ia tahu bahwa hal itu hanyalah angan-angan semata.


"Cepat habisi mereka semua! Jangan sampai aku sendiri yang bergerak menghabisi mereka, atau kalian akan kubawa juga!" Pria itu kembali berseru sambil menahan nyeri yang terasa menusuk di tangannya, terlihat sebuah luka sayatan panjang menghias lengan pria itu.


"Kakek sialan, tidak kusangka ia masih bisa menyakitiku sampai seperti ini!" Pria itu terus mengumpat di dalam hatinya,


Sebelumnya ia tidak menduga akan mendapatkan serangan balasan tepat setelah melayangkan pedangnya sekuat tenaga ke arah kakek tersebut.


Di sisi lain, Jenderal Darth terbangun dari lamunannya, dengan cepat ia segera memerintahkan para Penjaga Kota yang tersisa untuk menghadapi setiap pasukan yang maju ke arah mereka.


Walaupun mengetahui ada kemungkinan kakek itu sudah terbunuh dalam pertarungan sebelumnya, Jenderal Darth nyatanya tidak bergeming.


Sambil berharap keajaiban terjadi, ia terus mengayunkan pedangnya untuk mengurangi pasukan musuh yang menyerang mereka.


Satu persatu pasukan musuh mulai berguguran saat Jenderal Darth mengayunkan pedangnya, sekilas terlihat jejak cahaya berwarna emas mengikuti setiap tebasan pedangnya.


Sambil terus mengayunkan pedangnya, Jenderal Darth mencoba bergerak mendekat ke arah Dethyus yang kini sedang memegang tangannya, mencoba menghentikan pendarahan di tangannya itu.


Tepat saat Jenderal Darth hampir melayangkan pedangnya ke leher pria itu, sebuah pukulan keras menghantam perutnya.


Tidak perlu waktu lama baginya untuk menyadari siapa yang memberi pukulan itu, karena sesaat setelahnya, orang itu kembali memberi pukulan demi pukulan pada Jenderal Darth sampai membuatnya kehilangan kekuatan untuk berdiri.


Tawa seorang pria terdengar di telinga Jenderal Darth, "Orang lemah sepertimu ingin membunuhku? Jangan bermimpi! Sekalipun tanganku terpotong, aku masih bisa membunuhmu!"

__ADS_1


Jenderal Darth mencoba melihat ke arah orang tersebut, ia tidak lain adalah Dethyus yang kini telah selesai menahan pendarahan di tangannya.


Sambil menyesali keputusannya, Jenderal Darth mencoba bangkit dan melawan pria itu dengan sisa kekuatannya.


Tetapi, sekeras apapun ia mencoba tubuhnya sudah tidak lagi dapat ia rasakan. Tidak ada lagi kekuatan darinya yang mampu menggerakan tubuhnya.


"Kau menyesal sekarang? Sudah terlambat!" Dethyus kembali mengangkat pedang besarnya, sebelum mengayunkannya sekuat tenaga.


Jenderal Darth tersenyum pasrah, ia sadar tidak mungkin lagi baginya untuk selamat dari serangan tersebut, "Maafkan aku semuanya, aku akan mendahului kalian. Yang mulia maafkan hamba tidak bisa menjaga kota seperti yang telah kau tugaskan," Jenderal Darth bergumam pasrah seraya menutup matanya menunggu serangan itu datang padanya.


"Darth tubuhmu terluka parah, seharusnya kau tidak melawannya, kau masih bukan tandingannya." Suara yang tak asing terdengar di telinga Jenderal Darth, sesaat setelah ia membuka matanya, seorang kakek tua terlihat tengah berdiri menahan serangan Dethyus untuknya.


Kakek itu menghela nafasnya, "Kau benar-benar sudah berubah Dethyus, tidak kusangka kau masih ingin melanjutkan penyerangan ini." Kakek Myrthe tersenyum pahit.


"Kalau begitu mari kita lanjutkan pertarungan tadi!" ucap Kakek Myrthe sambil melepaskan Aura dalam jumlah yang luar biasa, terlihat Aura yang dilepaskan oleh Kakek Myrthe melebihi jumlah yang ia lepaskan di awal.


"Kakek sialan! Mari kita bertarung lagi!" Dethyus ikut melepaskan seluruh Aura miliknya.


Dengan cepat langit malam di atas mereka berubah menjadi semakin gelap, dan hanya menyisakan cahaya putih dan biru di kedua sisi pasukan dan penjaga di sana.


Kakek Myrthe mengangkat pedangnya, selang beberapa detik kemudian, ia melesat cepat menghilang dari pandangan semua orang.


Beberapa detik kemudian sesuatu yang tidak terduga terjadi di hadapan mereka.


Dalam waktu singkat sayatan demi sayatan terlihat di sekujur tubuh Dethyus, tanpa ada yang bisa melihat kakek tua itu.


"Kakek sialan!" Dethyus mengerang kesal, sambil melayangkan pedangnya ke segala arah, Dethyus mencoba menjauhi posisi yang ia pijak sebelumnya.


Kakek Myrthe nyatanya tidak berhenti sampai di situ, sambil terus melukai tubuh pria tersebut, ia mulai mencari titik vital dari pria itu.


"Kau! Beraninya kau!?" Dethyus kembali mengerang kesal, putus asa dengan keadaannya, ia kembali mengayunkan pedangnya ke segala arah.


Pemandangan itu sukses mengembalikan semangat juang para penjaga, dan juga memberi tekanan moral bagi pasukan musuh, tidak ada yang menduga, seorang Pemimpin pasukan yang sekuat Dethyus, di buat tak berdaya oleh seorang Kakek tua.


Setelah puas menyerang Dethyus, Kakek Myrthe menghentikan serangannya. Sementara Dethyus yang sudah kehabisan tenaganya itu kini jatuh dalam posisi berlutut.

__ADS_1


Suasana menjadi hening tanpa suara, mereka terlalu fokus dan takjub melihat apa yang terjadi di hadapan mereka.


Sesaat setelah suasana menjadi hening, suara seorang kakek tua memecah keheningan dari atas langit.


"Sebelumnya hanya ada satu orang yang bisa mematahkan serangan ini, tapi aku tidak yakin kau bisa melakukan hal yang sama" ucap Kakek Myrthe sambil mengukir senyum tipis di bibirnya.


"Sampai jumpa kawan" ucap Kakek Myrthe sebelum mengumpulkan Aura miliknya dalam jumlah besar.


"Spirit Aura!" Air mata menetes dari mata Kakek tua itu, "Dragon Soar To The Sky!" serunya sebelum meluncur cepat ke arah Dethyus.


Bersamaan dengan jatuhnya Kakek tersebut, Aura putih terang menyelimuti tubuhnya, dan perlahan membentuk seekor Flood Dragon berwarna putih bersamanya.



Tidak berselang lama setelahnya, pedang Kakek Myrthe akhirnya menusuk tubuh Dethyus yang sudah tidak berdaya itu.


Ledakan Aura berwarna putih yang cukup besar kembali terjadi dan membutakan pandangan semua orang yang ada di sana.


"Maafkan aku, Myrthe." ucap Dethyus dengan lemah, dari dalam cahaya putih yang di sebabkan ledakan Aura tersebut.


————


Hai kembali lagi bersama saya di sini!


Kali ini saya ada beberapa info yang ingin saya beritahukan kepada kalian.


Yang pertama, ke depannya saya akan mencoba merilis lebih sering cerita ini agar bisa kalian nikmati, dan juga agar saya bisa mendapatkan Like dan performa yang lebih baik juga tentunya.


Kemudian yang kedua, Karena cerita ini saya ikutkan di Event You Are A Writer Season 3 saya harap kalian bisa bekerja sama bersama saya, dengan memberi Like dan Komentar dari kalian, saya sangat membutuhkan dua hal ini sekarang, untuk menyeimbangkan permintaan dan penawaran, maka saya akan memberikan perhatian lebih pada cerita ini.


Dan yang ketiga yaitu saya juga telah merilis cerita sampingan untuk menemani kalian menunggu cerita ini, yaitu sebuah Romance story yang berpusat kepada dua orang anak SMA yang terlibat hubungan percintaan yang unik, selain sama sama menjadi idola bagi seluruh sekolah, keduanya juga sama-sama menaruh perasaan dari awal mereka bertemu, penasaran dengan ceritanya? Tunggu publish ya beberapa hari lagi.


Dan jangan lupa juga untuk membaca karya Author yang sering mempromosikan cerita ini, Aku Mencintaimu dan Takdir Cinta karya Alvi Barta Jadul ya!


Itu dulu untuk Chapter ini, sampai jumpa di Next Chapter!

__ADS_1


***


Jangan lupa untuk menekan Like, Fav, dan Komen di Kolom Komentar!


__ADS_2