Guardians : Legend Of Leo

Guardians : Legend Of Leo
Ch.17 Situasi Kota Breathanea


__ADS_3

Taurus mencoba membuka matanya, hal yang pertama ia rasakan adalah terguncang seperti sedang menaiki kuda sebelum rasa sakit terasa menjalar ke seluruh tubuhnya bersama dengan pandangannya yang menjadi buram.


Pandangan Taurus kembali menjadi jelas, hal yang pertama kali ia lihat adalah punggung seekor Beast singa besar yang membuatnya terkejut dan mencoba bersiaga.


"Jangan Paksakan Dirimu Pak Tua... Kau Baru Saja Di Hajar Habis-Habisan.. Aku di Pihakmu Sekarang"


Suara berat terdengar di telinga Taurus, ia langsung bisa menebak suara itu adalah milik sang Beast tersebut.


Beast singa itu bisa melihat Taurus langsung merasakan rasa sakit yang luar biasa tidak lama setelahnya.


Aries dan Scorpio terbangun menyusul Taurus hanya selang beberapa lama, mereka memberi respon yang tidak jauh berbeda sebelum akhirnya memilih untuk merawat luka mereka terlebih dahulu.


Usai memulihkan diri, mereka baru mengingat kembali apa yang terjadi setelah Beast itu menunjukan situasi Kota Breathanea saat ini.


Bangunan yang sebelumnya berdiri megah kini hanya tinggal reruntuhan, banyak jasad bergelempangan hampir diseluruh kota.


Dan ditengah reruntuhan tersebut mereka melihat seorang pemuda tengah terbaring lemas tak sadarkan diri.


"Leo!"


Taurus melompat turun dari punggung Beast singa itu dan mendatangi sang pemuda yang tak lain adalah Leo tersebut.


"Jangan Khawatir, Ia Tak Apa-Apa. Ia Hanya Kehilangan Kesadarannya Setelah Terlalu Banyak Mengeluarkan Auranya. Bawa Ia Naik Ke Punggungku Dan Akan Ku Antar Kalian Pulang."


Taurus menuruti permintaan Beast itu, ia dengan cepat mengangkat Leo ke punggung Beast singa raksasa itu.


Aries dan Scorpio hanya bisa takjub saat melihat kecepatan gerak Beast itu yang sangat tinggi, sebelumnya dengan menaiki Kuda diperlukan perjalanan sekitar 3-4 jam untuk bisa mencapai Kota Breathanea dari Aula Tetua maupun sebaliknya.


Namun, kini dengan mengendarai Beast tersebut hanya butuh waktu singkat untuk sampai di perbatasan Kota Tresch, dan dengan cepat mereka sudah sampai di depan Aula Tetua.


Semua orang di Aula Tetua menahan nafasnya saat melihat Seekor Beast yang sangat besar melaju ke arah mereka. Beberapa dari mereka bahkan sudah bersiap-siap untuk menyebarkan perintah evakuasi sebelum Taurus terlihat melambaikan tangannya dari atas Beast tersebut.


Tidak ada yang berani bersuara saat Taurus dan lainnya tiba di depan Aula Tetua, mereka hanya menyambut para Guardians sebelum kembali bekerja karena takut dengan Aura yang dipancarkan oleh Beast tersebut.


Taurus membawa Leo masuk ke ruangannya sebelum bergegas kembali menemui Beast tersebut.


"Apakah kau akan pergi setelah ini?"

__ADS_1


Taurus memberi hormatnya pada sang Beast. Walaupun ia masih ketakutan dengan Beast dihadapannya tetapi ia masih mengetahui bahwa Beast itu tidak memiliki niat jahat sama sekali.


"Kenapa Kau Pikir Aku Akan Pergi? Apakah Kau Tidak Menyadari Bahwa Aku Bisa Membawa Kalian Juga Karena Pemuda Yang Kau Antar Barusan?"


Beast itu memasang wajah heran sambil memilih duduk didepan Aula Tetua.


Taurus yang mendengar hal ini kemudian menyadari sesuatu, ia melupakan bahwa ada satu lagi makhluk yang setara dengan Beast itu dari segi Aura.


"Leo? Apa hubunganmu dengannya?"


Taurus masih kebingungan dengan jawaban dari sang Beast sehingga ia menanyakan hubungan di antara keduanya.


"Dia Adalah Tuanku.."


Beast itu kemudian memilih memejamkan matanya dan mencoba tidur di depan Aula Tetua.


Taurus tersedak nafasnya sendiri saat mengetahui pemuda yang ia angkat sebelumnya adalah master dari Beast yang sangat kuat dihadapannya ini. Ia tidak bodoh sehingga ia mengetahui pasti kemungkinan Leo sudah jauh melampaui para Guardians yang lain.


Taurus hanya bisa tersenyum canggung saat Beast itu menyuruh Taurus untuk meninggalkannya beristirahat di depan Aula Tetua. Tanpa menunggu lebih lama Pria berbadan besar itu melangkah kembali ke Aula Tetua.


Ariel sedang merawat Virgo saat ia melihat Taurus membawa masuk Leo ke dalam ruangan tempat Ariel berada.


Ariel memang tinggal di kamar Leo karena memang pemuda itu yang menyuruhnya. Gadis berambut pirang itu langsung mendekati pemuda yang kini tengah terbaring lemas tersebut tepat setelah Taurus meletakkannya di atas tempat tidur dan pergi meninggalkannya.


Raut wajah Ariel nampak khawatir melihat pemuda itu terbaring lemah di atas tempat tidurnya, ia menggenggam tangan pemuda itu dengan erat setelah mengambil kain dan air hangat yang ia letakkan di kening pemuda tersebut.


Gadis itu duduk di samping Leo sambil terus memperhatikan dan menggenggan erat tangannya.


Aries dan Scorpio berniat datang menjenguk Leo sebelum mereka melihat Ariel tengah memandangi pemuda itu penuh khawatir dan terus menggenggam tangannya.


'Sial! Si ******** ini berani mengambil Ariel dariku!'


Scorpio mengumpat dalam hati, tidak pernah ia sangka Leo yang bahkan tengah tertidur pulas akan mengambil hati Ariel lebih cepat darinya.


Disisi lain Aries hanya tersenyum melihat adiknya tersebut, ia merasa senang akhirnya adiknya mau terbuka kepada orang lain selain dirinya dan Taurus.


Sebelumnya Ariel selalu bersembunyi saat ada orang yang mencoba dekat dengannya, bahkan untuk menyapanya saja sudah bisa termasuk dalam pencapaian besar. Melihat kini adiknya begitu dekat dengan Leo membuatnya sedikit tenang karena Leo mungkin bisa menjaga Ariel saat ia tidak bisa menjaganya.

__ADS_1


Aries memilih mendekati adiknya itu.


"Tenanglah, ia tak apa-apa. Ia hanya kelelahan setelah membantu kami sebelumnya."


Aries mengelus lembut wajah adiknya tersebut. Melihat pemadangan ini hati Scorpio mengeluarkan bunyi seperti kaca pecah di dalamnya.


'Bahkan Kakaknya sudah merestui si ******** kecil ini...'


Scorpio tidak tahan lagi melihat hal ini ia kemudian memilih duduk di kursi yang ada di pojok ruangan.


Mendengar suara Aries dan Ariel yang tengah berbincang, Virgo perlahan membuka matanya. Tubuhnya sudah tidak terasa sakit lagi setelah beristirahat seharian penuh sebelumnya.


Setelah matanya terbuka barulah ia melihat Aries bersama dengan Ariel tengah berbincang dihadapannya.


Dengan cepat Virgo bangun dan memeluk Aries.


"Virgo? Ada apa?"


Aries terkejut saat tiba-tiba Virgo memeluknya dari belakang. Ia akui berada di dekat gadis itu terasa nyaman untuknya.


"Aku tahu kau yang telah menyelamatkanku! Terima kasih karena sudah memberiku kesempatan untuk tumbuh dan membalaskan dendamku!"


Virgo meneteskan air matanya, kesedihan kembali meluap di hatinya.


Aries membalas pelukan gadis tersebut sambil mengelus ringan kepalanya.


"Virgo, dendammu sudah dibalaskan oleh pemuda itu. Jadi kau tidak perlu khawatir lagi sekarang. Mereka sudah mendapatkan apa yang pantas untuk mereka, jadi tenanglah."


Virgo menangis haru dalam dekapan Aries dan Ariel hanya kembali memperhatikan Leo setelah kakaknya mencoba menenangkan gadis tersebut.


'Jika tahu akan jadi begini lebih baik aku tidak ikut saja dari awal'


Scorpio yang sudah tak kuasa membendung emosinya pergi meninggalkan ruangan tersebut, seketika ia menyesal telah menjenguk orang yang menyelamatkannya itu.


————


Dukung author dengan memberikan Vote, Like, Fav dan Komen!

__ADS_1


__ADS_2