
"Angkat perisai kalian."
Perintah pemuda tersebut memecah keheningan yang ia buat sebelumnya.
"Apa? Siapa dia?" bisik seorang prajurit di susul oleh prajurit lainnya yang akhirnya menciptakan kerusuhan.
Di antara para prajurit sebagian mengikutinya sementara sebagian lain mengabaikannya dan justru meragukan otoritasnya.
Itu hanya sejenak sebelum suara Taurus yang menggema keras menyadarkan mereka, "Angkat perisai kalian! Ce—" belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya ratusan panah terbang membisukan Taurus dan para prajurit yang ada.
"Sialan ..." Taurus mengklik lidahnya dan memandang sedih ke arah para prajurit yang tewas di sana.
"Senior." Leo mengucapkan salam singkat sebelum akhirnya melepaskan Aura hijau miliknya.
"Karena sudah ketahuan tidak ada alasan untuk disembunyikan lagi."
Kilatan hijau bersinar di tempat pemuda itu berdiri sebelumnya sementara tubuhnya sendiri menghilang dari tempat itu, setelah beberapa saat para prajurit baru menyadari identitas pemuda itu dan mulai mengaguminya untuk alasan lain.
"Lari! Selamatkan diri kalian!" Seorang pemanah musuh menyadari bahaya yang dihadapinya dan mencoba memperingatkan teman-temannya.
Leo muncul di tengah-tengah mereka dan membawa pesan kematian pada mereka, "Lari? Coba saja kalau bisa." ucapan dinginnya berhasil membekukan tulang punggung pemanah itu dan kepalanya berguling seperti bola.
Bayangan hijau di susul dengan kilatan cahaya menyisir habis ratusan pemanah di balik hutan yang berada di dekat gunung dimana mereka mendirikan perkemahan.
Tidak berselang lama ratusan tubuh melayang terbang ke arah tenda prajurit dan tersusun cukup rapi di sana.
"Dewa kematian mungkin cocok dengan penampilan dan kemampuannya ... " Seorang prajurit menelan liurnya. Ia sadar bahwa pemuda yang ia ragukan sebelumnya adalah orang yang sama dengan orang yang dirumorkan beberapa saat sebelumnya.
__ADS_1
Sementara itu, para Guardians yang baru sampai di tempat kejadian terpana melihat penampakan singa raksasa yang sedang duduk tenang menunggu perintah dari tuannya seperti seekor kucing.
"Bagaimana pemuda itu menjinakkan kucing besar ini?" Gadis muda dengan rambut pirang yang dikuncir itu mengungkapkan kebingungannya.
"Woah, bukankah kucing ini cukup besar untuk di kendarai? Aku pasti terlihat keren saat menungganginya!" Cancer mengungkapkan keinginannya dan mata merah gelapnya terlihat bersinar sedikit lebih terang.
Xiao Shizi menatap arogan para Guardians di sana dan membuka mulutnya, "Kau gadis jelek, bagaimana bisa kau membandingkanku dengan kucing rumahan seperti itu? Dan juga, kau! Apa kau pikir aku akan membiarkanmu menunggangiku? Kau bahkan hanya seekor semut jika dibandingkan dengan Tuanku. Pak tua, jelaskan pada anak kecil ini untuk tidak mengucapkan sembarang kata!" Xiao Shizi melepaskan hembusan nafasnya dengan keras, angin yang cukup kencang menghembus para Guardians dan gadis pirang yang menyebut Singa itu kucing berlari ke belakang Cancer.
Sementara itu mata Cancer semakin bercahaya, "K-Kau?! Kau bisa berbicara! Bukankah ini sempurna tunggangan yang bisa berbicara!" Cancer yang bersemangat mengucapkan isi pikirannya tanpa pikir panjang.
Saat Taurus hendak memarahinya sebuah pilar oranye terlihat di atas langit yang sudah mulai gelap itu.
Buk! Buk! Buk!
Xiao Shizi menendang semua Guardians menjauh dan mengibaskan ekornya untuk melempar para prajurit dan orang yang ada di sekitarnya. Beberapa saat setelahnya sebuah pilar api besar jatuh di tempat singa raksasa itu berdiri dan berkobar selama beberapa detik.
"Tsk,"
"Hahaha, lihat dirimu Lucifer. Bahkan membakar seekor kucing saja tidak mampu, mau mencoba membakarku? Kukuhahaha!" Pria yang menyusul di sampingnya tertawa.
Orang yang di panggil Lucifer itu menatap datar pria di sampingnya itu. Di belakangnya 12 orang lainnya menyusul kehadiran kedua pria yang tengah berdebat itu. Mereka memiliki hawa kehadiran yang kuat dan Aura tipis keluar dari tubuh mereka dan memberi kesan yang lebih menindas pada Prajurit di bawahnya.
"Hentikan candaan kalian, kita di sini untuk berperang, bukan bertamu. Jadi seriuslah kali ini." Seorang Kakek tua menatap dingin orang-orang yang berada di bawahnya.
Setelah beberapa saat ia membuka mulutnya kembali, "Barang itu ada di sini, cepat habisi dan selesaikan tugas kalian, kita akan bebas setelah ini."
Setelah perintah itu tawa aneh seperti iblis terdengar dan kelima elemen yang ada di dunia terbang ke langit dan membentuk wujud sebuah bola.
__ADS_1
Kekuatan yang bahkan melebihi Guardians terdahulu yang melegenda muncul di hadapan mereka, suasana dingin dan mencekam itu membawa keputusasaan yang mendalam bagi para prajurit dari Aula Raja.
***
Leo telah menghabisi semua pemanah yang ada di hutan tersebut dan berencana kembali ke tenda prajurit.
Setelah memastikan tidak ada yang tersisa ia melangkahkan kakinya.
"Bocah bau, apakah kau pemilik Singa itu?" Dua orang wanita mendekati Leo.
Leo menatap dingin kedua wanita tersebut, "Lalu? Apa yang kalian inginkan dengan berbicara? Bukankah lebih baik langsung bertarung saja?"
Kedua wanita itu mendecakkan lidahnya dan salah satu dari mereka membuka mulutnya, "Memang tidak ada untungnya berbicara jadi ayo habisi dia Saudari!"
"Kau benar, ayo habisi dia Saudari."
Leo mengerutkan keningnya saat melihat kedua wanita itu, terlihat jelas bahwa mereka adalah saudara kembar, dengan rambut panjang yang berkibar tertiup angin dan mata giok indahnya, sangat disayangkan mereka adalah penjahat yang berarti adalah musuhnya.
"Aku hanya ingin memberi tahu, aku tidak pernah memberi ampun pada siapapun itu musuhku, lebih baik menyerah dan aku tidak akan membunuh kalian!" Tepat setelah mengucapkan kalimat itu Leo menghilang dan mengejutkan saudara kembar tersebut.
————
Thanks For Reading
————
And Don't Forget To Support!
__ADS_1