Guardians : Legend Of Leo

Guardians : Legend Of Leo
Ch.56 Gejolak Perang II


__ADS_3

Leo telah selesai berpakaian dan bersiap pergi keluar dari pemandian, tidak jauh dari tempatnya berdiri terlihat dua orang perempuan yang memiliki penampilan menawan dan anggun walau salah satunya masih terlihat sangat belia.


"Ariel, Lily. Kalian sudah selesai? Jika sudah, mari keluar dari tempat ini," ucap Leo sambil memberi keduanya sebotol susu hangat yang telah ia beli sebelumnya.


Ariel dan Lily segera mengangguk menanggapi ucapan pemuda itu, sambil meneguk susu hangat yang diberi oleh Leo, Ariel mengutarakan hal yang telah ia pendam sebelumnya.


"Leo, sebenarnya ada yang ingin kuucapkan padamu. Sebenarnya beberapa hari ini aku sering memimpikan hal buruk tentang kakakku, jadi aku ingin mengiriminya surat untuk memberi kabar dan lokasi kita, kuharap kau tak keberatan menemaniku untuk mengantar surat ke pos pengiriman surat kerajaan."


Leo memberi tatapan hangat pada gadis tersebut, sambil memberikan sebuah sentuhan lembut ke puncak kepala gadis itu.


"Kalau kau memang menginginkannya kenapa harus bertanya? Aku pasti akan menemanimu," ucap Leo sambil menunjukkan senyum hangatnya yang sudah lama tidak dilihat oleh Ariel.


Ariel mendapati wajahnya memerah, bukan hanya senyum dan tatapan hangat yang ia dapatkan, tapi kini pemuda itu bahkan memberikan elusan lembut seperti yang sering kakaknya lakukan dulu.


Ia tak bisa menolong karena perasaannya sangat kacau saat ini, rasa malu dan bahagia memenuhi kepalanya disaat yang bersamaan.


"L-Leo, terima kasih ..." Ariel mengucapkannya dengan suara yang sangat pelan sehingga pendengaran Leo tidak cukup jelas menangkap kalimatnya.


"Ya? Aku tidak bisa mendengarnya, bisa kau ulang?" Leo meminta dengan lembut pada gadis itu, sementara Lily yang melihat semuanya hanya diam dan menyimak layaknya sedang menonton drama jalanan yang sering diadakan di jalan-jalan kerajaan.


Ariel memerah sekali lagi, setelah memantapkan hatinya, ia memberanikan diri maju dan mendekatkan wajahnya dengan wajah pemuda itu.


"Cup ... "


Untuk pertama kali setelah berbulan-bulan perjalanan mereka, sekaligus berbulan-bulan memendam perasaannya, Ariel akhirnya memberanikan diri mengekspresikan perasaannya, tanpa mengingat anak kecil yang melihat di dekatnya, Ariel memberanikan diri mencium pipi pemuda tersebut.


"Aku menyayangimu, Leo."

__ADS_1


Leo yang terkejut dari segala sesuatu yang tiba-tiba tersebut tidak bisa memfokuskan pikirannya dan berakhir terdiam sambil menatap ke arah gadis itu.


Bukan sebuah kebohongan bahwa Leo juga merasa sesuatu dari gadis tersebut, hanya saja dia terlalu fokus untuk menjadi lebih kuat tanpa menyadari perasaannya sudah terbuka pada wanita lainnya.


Leo bergumam sejenak sebelum menjawab Ariel, "Ariel, kurasa sekarang bukan waktu yang tepat untuk ini. Aku akan memberi jawabanku nanti, sekarang lebih baik mengantarkan suratmu ke pos pengiriman."


Ucapan Leo itu jelas memberi sedikit luka pada hati Ariel, tetapi beberapa saat setelahnya Ariel mengerti alasan pemuda itu menjawab demikian.


'Oh, aku benar-benar melupakannya,' batin Ariel saat menyadari kode tatapan dari Leo.


Tentu saja hal itu adalah Lily, anak kecil yang masih polos dan suci. Tidak mungkin pemuda itu memberi contoh buruk pada gadis kecil itu, sementara Ariel tanpa pikir panjang malah melakukan sebaliknya.


Sekali lagi wajah gadis itu kembali memerah dan orang-orang di sekitar mereka menatap Leo dengan tajam karena berhasil mendapatkan sesuatu yang spesial dari gadis secantik dan seanggun Ariel.


Leo menggelengkan kepalanya selama beberapa saat sebelum akhirnya keluar dan mengajak mereka meninggalkan tempat tersebut dan mengantar surat milik Ariel.


***


Sementara itu, Aries dan Virgo telah berhasil mengumpulkan ke 7 Guardians selain Leo dan berniat membawa mereka ke kota Burgeyns.


Terlihat berbagai orang mulai dari perempuan dengan rupa yang menawan sampai pemuda yang gagah perkasa hadir dan ikut dalam barisan yang dipimpin oleh Aries.


"Dengan ini, kita hanya butuh Leo sebagai kekuatan utama kita." Aries tersenyum pahit, karena batas waktu yang ditentukan telah habis, ia terpaksa menunda untuk mencari Leo dan memutuskan pergi ke Kota Burgeyns bersama para Guardians yang ada.


"Kalian semua! Situasinya sudah kusampaikan sebelumnya, sekarang tergantung pada kalian, siapkan diri kalian untuk perang!"


Setelah Aries mengucapkan kalimat itu, mereka semua bersorak dan maju dengan bangga bersamanya, tanpa mereka sadari pasukan dengan jumlah yang lebih besar dari mereka kini sudah tiba lebih dulu di Kota tersebut.

__ADS_1


***


Di suatu tempat yang tak terikat dengan dimensi dan waktu diluar wilayahnya.


Seorang pria tua terlihat sedang duduk dan membaca buku sambil sesekali tersenyum saat membacanya.


Setelah beberapa saat membaca, ia akhirnya menutupnya dan menghela nafas panjang.


"Sepertinya aku harus mengawasinya sekarang, takdir dunia akan berubah mulai dari sini, semoga kau tak mengecewakanku, Nak"


Pria tua itu kemudian bangkit dan membuka pintu dimensi dan memperlihatkan dunia luas yang jauh berbeda dengan tempat tinggal Leo.


Dengan pemandangan yang dipenuhi pegunungan dan bangunan-bangunan megah, ia kemudian memutar kembali roda dimensi dan mengubah tempat tujuannya kembali.


"Semoga kau tidak mengecewakan leluhur dan orang tuamu, Leo."


————


Guardians : Legends Of Leo sudah hampir menyelesaikan Arc satunya sekarang, terima kasih untuk kalian yang telah mendukung dan membaca cerita ini.


Terima kasih telah setia menanti cerita ini walaupun jadwal updatenya sudah tidak teratur lagi seperti dulu, saya harap ke depannya akan lebih banyak peminat novel ini dan semoga tidak ada halangan dalam pembuatan ke depannya.


Saya sebagai Author dari Guardians : Legend Of Leo mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan selamat menikmati chapter yang ada!


————


Dukung Author dengan memberikan Like, Fav dan Komen di Kolom Komentar ya!

__ADS_1


__ADS_2